Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Enjoy with the Brandal's Dears...
***
Sejak keduanya memiliki Nomor Ponsel masing-masing, keduanya selalu sibuk bertukar pesan meskipun sedang Bersama teman-temannya.
📱 | Gebetan Aing (Incaran Gue), nama Kontak Nakula diponsel Sadewa. 📱 | PaKeTu, nama Kontak Sadewa di Ponsel Nakula.
Pagi ini, Nakula sudah bersiap berangkat ke sekolah. Tiba-tiba Nadif menyembulkan kepalanya dipintu, "De, berangkat sama Abang atau Bawa motor sendiri?" Tanyanya.
Nakula yang sedang memakai Skincare pun menatap Nadif, Ketua Genk mana lagi selain Nakula yang memakai Skincare Rutin🤣. "Ade bawa Motor sendiri Bang, mandiri" ucapnya.
"Ya udah, Kalau gitu Abang duluan ya. Biasa, ada kelas Pagi"
Nakula hanya mengangguk, kemudian melanjutkan memakai Skincarenya. Tiba-tiba Ponselnya berbunyi, menandakan ada sebuah Pesan.
✉️ | PaKeTu Good Morning, Selamat Pagi. Udah berangkat belum?
Nakula mengulum senyum saat mendapat pesan dari Sadewa, tapi enggan membalas karena dia masih memakai Skincare. Setelah selesai, dia pun mengambil Ponselnya.
✉️ | Nakula Morning, Belum, gue baru selesai sarapan
Aih, Nakula berbohong. Biasalah jaga Image, ya kali dia bilang lagi pake skincare kan gak asik🤣.
✉️ | PaKeTu Oh oke, Mau berangkat bareng?
✉️ | Nakula Gak usah, gue bawa motor sendiri. Ya kali berangkat bareng, apa kata Temen-temen Lo. Kalau Gue mah santai aja, Temen Gue beda Sekolah
✉️ | PaKeTu Bener juga, Ya udah Gue duluan, sampai bertemu disekolah. My Enemy🤣
Nakula terkekeh membaca pesan dari Sadewa, hei apaan emoji itu ngakak Weh, dan apa katanya Enemy? Alah.
✉️ | Nakula Oke Siap.
Nakula pun menyimpan ponselnya kedalam tas, kemudian berjalan keluar kamar karena sudah selesai dengan rutinitas kecantikannya.
Sedangkan Sadewa terus mengulum senyumnya, sejak semalam mereka berbalas pesan. Dia sudah kembali dari Puncak, karena Villa Seno akan diSewa oleh orang lain. Alhasil, sebelum dia menginap, dia dan Teman-temannya pulang.
"Sura Seuri jiga Nu Gelo! (Senyam senyum kayak orang gila!)" Ucap Seno yang melihat Sadewa yang senyum-senyum sendiri sambil menuruni tangga.