Dimensi lain

81 31 55
                                        

1732 words.
Hehehe, semoga gak bosen ya bacanya😅

Aku mutusin cerita dari naskah aslinya gak akan dipecah lagi jadi dua chap atau tiga chap, jadi tetep aja jadi satu chap setelah revisi, meskipun nantinya bakal 1,5k-2k atau lebih.

£££

Para Copyan tengah berkumpul di depan meja makan berbentuk bundar, hawa dingin serta ekspresi serius mengesankan mereka sedang membicarakan sesuatu penting.

'Masang kamera pengawas udah kan.' tanya Heeseung memastikan sembari melirik rekan-rekanya.

'Udah dong.' ucap Riki, kebetulan ia yang bertugas untuk itu.

'Loe ngawasin pake Drone juga kan?' ucap Sunghoon.

Riki mengangguk sebagai balasan.

'Sekarang kita tinggal ngamatin permainan ini aja kan.' ucap Jay.

'Tapi gue ngerasa kurang seru kalo kita mantau doang, gimana kalo kita jadi algojo?' ucap Jake.

'No, algojo ada di permainan berikutnya.'ucap Jungwon.

'Kita cuma penonton aja karna permainan kali ini bergantung ke seseorang.' Heeseung melirik rekan di sebelahnya.

'Yap, gue pemeran utamanya.' ucap Sunoo dengan bangga.

'Emang loe mau bikin keributan apa?' ucap Riki penasaran.

'Gue bakal bilang sama orang yang nemuin gue kalo selama ini Arka selalu bully gue di belakang mereka.' ucap Sunoo.

'Woahh. itu topik yang sensitif bukan?' ucap Jake.

Mereka semua tertawa, lebih tepatnya mentertawakan apa yang sudah terjadi di masa lalu.

'Siapa yang loe harapin dateng nemuin loe,' Sunghoon melirik Sunoo.

'Jio.' Balas Sunoo enteng.

'Kenapa Jio?' ucap Jungwon.

'Dia punya sifat tempramental, gampang banget di hasut tapi dia juga termasuk tipe orang yang royal sama temen deketnya, jadi menurut gue bakal seru kalo dia yang berhasil gue pengaruhin.' jelas Sunoo.

'Hm menarik.'ucap Heeseung setelah mendengarkan kesimpulan Sunoo.

'Btw. kenapa loe nakutin Arkha dengan bilang obat yang loe suntikin ke dia itu bisa nyebabin halusinasi padahal kan itu cuma obat tidur biasa,' ucap Jungwon pada Jake yang duduk di sebrangnya.

'Iseng doang sih,' ucap Jake santai.

'Aelah, gue pikir loe emang buat obat begituan,' ucap Riki sedikit kecewa

'Tapi kayanya seru sih kalo jadi nyata.' ucap Sunghoon.

'Kurang seru lah, karna kita gak turun tangan secara langsung,' ucap Jay.

'Paling jadi pembantu doang.' ucap Sunoo.

'Gue suka sama ide obat halusinasi,' Heeseung tersenyum membayangkan reaksi korbanya bila diberikan obat tersebut.

UndercoverCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang