Hesa, Arkha dan Joan berjalan bersama di lorong rumah sakit, setelah sebelumnya dari rooftop.
"Khan,"
Arkha balik melambaikan tangannya pada si kakak.
"Gue duluan ya," ucap Arkha pada Hesa dan Joan.
Setelah si teman pergi, Joan memegang tangan Hesa yang seketika membuat Hesa menoleh.
"Ikut gue," ucapnya seraya menarik Hesa ke area taman rumah sakit. Mereka berdua duduk di bangku yang tersedia.
"Kenapa loe deketin lagi Arkha?" Joan membuka topik.
Sejenak Hesa menatap pemuda itu heran. "Gue... Kan belakangan ini emang deket sama dia."
"Setelah loe sempet mau bunuh dia?" ucap Joan.
"H-hah, kapan gue mau bunuh Arkha?" ucap Hesa kebingungan sekeligus khawatir.
Tak langsung menjawab, Joan bersandar pada bangku lalu menghembuskan nafas lega.
"Berarti kemarin gue salah orang, untunglah." ucap Joan.
"Bentar, maksud loe apa tadi, gue mau bunuh Arkha?" ucap Hesa.
"Kembaran loe, dia sempet mau jatohin Arkha dari rooftop. Gue takut loe bukan kak Hesa makanya pas tadi kak Seon bilang kalian berdua lagi di rooftop, gue langsung kesana juga." ucap Joan.
Hesa jadi sedikit tertegun mendengarnya, ia tak menyangka bila Heeseung berani menyakiti Arkha.
"Terus waktu lagi camp gimana, Arkha bilang lagi bareng sama loe dan dia nyerah terus kalian ketangkep," ucap Hesa.
"Sebenernya saat itu dia udah nyuruh gue buat pergi tapi gue ngerasa gak mungkin ninggalin dia sendiri sampe kembaran dia dateng, Khan masih nyuruh gue buat lari dan akhirnya terpaksa gue ikutin meskipun akhirnya gue tetep ketangkep juga sama kembaran gue. Tapi ada satu hal aneh yang ganggu gue," ucap Joan.
"Hal apa?" ucap Hesa.
"Pas gue bangun, gue ketemu Satya terus dia bilang kalo sebelumnya dia sama Niki gak bisa nafas karna kepala mereka ditutup pake kain item, gue sempet tanya Jio dan dia juga ngalamin hal itu." ucap Joan.
"Loe gak ngalamin itu?" ucap Hesa.
"Gue sama Khan disuntikin sesuatu gitu. Gue liat kembaran Khan nyebut sesuatu tentang obat," ucap Joan.
"Jake bohon–, a maksud gue kembaran Arkha nyebut obat halusinasi tapi akhirnya dia bilang sama Khan kalo obat itu masih rencana doang, jadi kemungkinan obat yang dikasih ke kalian itu cuma obat tidur biasa," ucap Hesa.
Joan seketika bernafas lega mendengarnya karna sedari tadi ia merasa tak tenang akibat hal ini.
Namun disisi lain Hesa malah semakin takut, ia merasa Heeseung dan yang lainya sudah tau juga tentang Joan yang mengetahui beberapa hal tentang teror ini.
"Kak,"
Hesa seketika menoleh ke arah si teman gugup, beruntung Joan sedang asik meminta soda kalengnya jadi tak menyadari Hesa yang sedang ketakutan.
"K-Kenapa Jo," ucap Hesa.
"Gue liat bajunya Khan basah pas kita nemuin dia, gue gak yakin sebelumnya dia baik2 aja," ucap Joan terselip nada khawatir disana.
"Khan ditenggelamin sama kembaranya sendiri, beruntung gue keburu dateng," ucap Hesa.
"Loe serius?" ucap Joan.
Hesa mengangguk sebagai jawaban.
"Terus, loe sendiri darimana sebelum sampe di tempatnya Khan," ucap Joan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover
FanficBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
