Jungkook memandang makhluk manis yg tengah tertidur pulas diranjang, bibirnya tak hentinya tersenyum dan tangannya mengelus lembut pipi yg begitu lembut dengan penuh cinta.
Pandangannya beralih, melihat jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, dia pun beranjak berjalan menuju ruang tengah.
Pipp
Pipp
Suara nyaring ponselnya mengalihkan pandangannya, lalu melihat siapa yg menghubunginya, sedikit terkekeh melihat sang tersangka utama yg menghubunginya
"yeoboseyo?"
"bagaimana keadaannya, apa dia masih belum sadar?"
"belum, mungkin sebentar lagi"
"apa obatnya terlalu banyak,, ini semua salah--
"tidak, ini bukan kesalahan Eomma,
Aku berterimakasih karena eomma sudah membantuku untuk merebutnya sebelum menjadi milik orang lain"
"eomma hanya melakukan apa yg menurut eomma benar, eomma kesal sekali padamu yg begitu lambat untuk merebut taehyungie, kau tahu dia itu menantu idaman semua orang tua, dan eomma akan menjadi mertua paling bahagia karena bisa memiliki taehyungie"
Jungkook sedikit terkekeh mendengar celotehan sang eomma, dia tidak percaya eomma nya bisa melakukan hal nekat seperti ini.
Bagaimana tidak nekat,?
Eomma nya menyuruh seseorang untuk menculik taehyung hingga ke busan, padahal 3 hari lagi taehyung akan menikah.
Awalnya Jungkook menolak dan akan mengembalikan taehyung kembali pada keluarganya tapi saat mengingat kembali jika dia masih sangat mencintai taehyung dan sangat mengharapkan mereka tuk bisa kembali bersama, dia pun akhirnya menyetujui perkataan sang eomma dan berakhirlah kini mereka disebuah villa milik keluarga jeon yg ada dibusan.
"kenapa kau diam saja nak?,, jangan bilang kau berubah fikiran lagi dan akan mengembalikan taehyungie lagi kerumahnya,, jangan pernah lakukan itu kau membuat usaha eomma sia-sia, jika kau mau mengembalikan lagi taehyungie setidaknya tunggu 2 hari lagi sampai hari pernikahan itu terlewat"
"tidak eomma, Jungkook hanya berfikir bagaimana bisa eomma punya ide seperti ini??
Jujur Jungkook sangat bangga punya ibu seperti eomma, eomma luar biasa.. Terima kasih karena membuat Jungkook sadar bahwa berfikir melepaskan taehyung itu adalah hal paling bodoh"
"ya ya... Eomma melakukan ini juga karena eomma tidak ingin kau terus dalam kesedihan dan kehampaan, dibalik eomma menginginkannya menjadi menantu, eomma juga ingin anak eomma menghabiskan sisa hidupnya dengan orang yg dia cintai"
"eomma,, aku mencintaimu"
"eomma lebih menyayangi mu nak, baiklah eomma harus mempersiapkan diri, takutnya nanti ada keluarga atau teman taehyungie yg datang menanyakan nya kesini, eomma harus berakting sebaik mungkin,, benarkan sayang???"
"ya eomma,, jangan sampai ada yg curiga heehee"
Jungkook terkekeh
"kau jangan pernah meragukan eomma mu ini jeon Jungkook"
Suara eommanya terdengar kesal
"aku tidak akan meragukan mu eomma,, baiklah Jungkook tutup ya eomma,, jungkook harus memasak untuk taehyungie,, sekali lagi terimakasih banyak eomma,, aku menyayangimu"
"baiklah nak,, eomma menyayangimu juga"
Pipp.
Jungkook menggeleng kecil sembari tersenyum, dia tidak menyangka hal konyol tapi bahagia ini akan dia alami dalam hidupnya.
Dia mulai mencari bahan makanan yang tersedia dilemari es, memotong, mengiris mencuci hingga beberapa masakan sudah selesai dia buat,
Memandang puas hasilnya dan menata nya dimeja makan.
Setelah selesai Jungkook kembali kekamar tempat taehyung tertidur. Dia sedikit tersenyum melihat si manis masih tertidur.
Lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
¤¤¤
Si manis mulai terbangun, dia mengerjapkan matanya melihat keseluruh penjuru ruangan, lalu dia terbalak mengingat ini bukan kamarnya, lalu dia dimana sekarang??
Meringis sakit, memegang kepalanya yg sedikit berdenyut saat dia ingat, dia seharusnya pulang kerumah tapi saat diperjalan ada yg membiusnya dari belakang, lalu dia tidak mengingat apa-apa lagi..
Mungkinkah dia diculik??
Tapi kenapa dia ditempatkan ditempat sebagus ini??
Harusnya kan kalo diculik dia ada ditempat kumuh, benarkan??
Taehyung melangkahkan kakinya menuju jendela dan saat melihat keluar taehyung dibuat terpana ,,
Laut yg biru nan jernih, angin yg berhembus lembut juga suara ombak yg begitu menangkan..
Beberapa menit taehyung dibuat lupa kalau dia tengah ditempat asing sampai sebuah pintu terbuka terdengar dirungunya.
Taehyung sontak menoleh dan dia terkejut saat melihat seorang namja bertubuh atletis dengan perut yg sixpack, bertato dilengan kirinya. Tapi taehyung tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup handuk kecil.
"kau--
Jungkook berhenti berjalan lalu mendongkak dan melihat si manis tengah melihatnya dengan wajah yg sangat lucu dengan bibir yg terbuka,,
Ahh pasti dia terkejut...
"kau sudah bangun taehyung,, akhirnya ku kira kau akan tertidur lebih lama"
Jungkook dengan santainya memakai baju atasannya karena memang dia hanya tinggal memakai itu saja. Tangannya kembali mengusakan handuk untuk mengeringkan rambutnya.
"jung--
"kau mandilah dulu, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu, dan jika sudah turunlah aku tunggu dimeja makan"
Tutur Jungkook dengan senyuman dibibirnya.
Setelah melihat Jungkook keluar taehyung terduduk dilantai, dia terkejut dan menggeleng tak percaya..
Jadi yg menculiknya Jungkook?
Tapi untuk apa dia menculik dirinya??
Apa dia akan dijual pada orang lain??
Tidak,, Jungkook bukan kriminal jadi tidak mungkin..
Lalu kenapa??
Setelah beberapa menit berpikir tapi tak kunjung mendapat jawaban, taehyung akhirnya mencoba tenang dan memutuskan untuk mandi dan menemui Jungkook dibawah.
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Priceless #END
Fiksi RemajaJungkook melakukan kesalahan hanya karena bosan, dan kini Ia menyesal namun ternyata tak Mudah untuk mendapatkan maaf darinya.
