***
"Fateh, Afan, Rakha turun! Ayo makan malam!" teriak Kiesha dari lantai bawah.
"Iya bang bentar!" jawab ketiganya kompak dan tidak lama kemudian mereka bertiga turun menghampiri keempat kakaknya yang sudah berada di meja makan.
"Wahhhh ada makanan kesukaan kami." ucap mereka bertiga lagi-lagi dengan kompak saat melihat semua makanan yang di hidangkan di meja.
"Yee apa yang ga kalian suka mah, kalian jelas suka semua."
"Hehehe."
"Udah makan gihh jangan banyak omong."
"Okey siappp."
Mereka seketika hening, semua fokus dengan makanannya masing-masing.
"Bangg??" ujar si bungsu membuat semua abangnya menoleh kearahnya.
"Kenapa dek?" tanya Rey.
"Mmm Rakha boleh tanya sesuatu?"
"Boleh kok tanya aja. Emang mau tanya apa?" ucap Rizwan.
"I-itu mama sama papa kapan pulang? Rakha kangenn..." lirihnya di akhir kalimat.
Mereka terdiam. Karena jujur mereka semua juga tidak tahu, orangtuanya tidak memberi mereka kabar sama sekali setelah satu tahun yang lalu bilang ada urusan di luar negeri.
"Kalian kok diam aja sih?? Ga ada satupun yang niat jawab pertanyaan aku ya.."
"Hmm kita juga ga tau dek, mama sama papa ga ngabarin kita semua." jawab Rassya mewakili yang lain.
"Aku kira mereka udah ngabarin salah satu dari kalian makanya ga ngabarin Rakha ternyata ga ngabarin kalian juga ya ga ngabarin sama sekali..."
Mereka semua menatap Rakha sendu, karena yang paling kurang kasih sayang dari orang tuanya itu adalah si bungsu. Bukan berarti orangtuanya tidak sayang ke Rakha, orangtuanya sayang kok hanya saja setelah Rakha beranjak remaja orang tuanya jadi gila kerja.
"Mereka udah ga sayang ya sama kita..."
"Dek jangan bilang kayak gitu, mereka sayang kok sama kita. Nyatanya mereka masih ngirim uang ke kita." ucap Fateh.
"Kalian ga usah bohongin Rakha, Rakha tau kok selama 5 bulan ini mama sama papa udah ga ngirim uang."
"Kamu ngomong apa sih dek??" ucap Kiesha.
"Oke kalau kalian masih ga mau ngaku apa yang terjadi sebenarnya, karena tanpa kalian kasih tau pun Rakha udah tau."
"Dekkk..." ujar keenam abangnya.
"Rakha tau 5 bulan yang lalu mereka masih ngirim uang ke bang Kiesha tapi setelah itu mereka udah ga ngirim lagi kan?! Jawab bang bener kan?! Kenapa kalian harus bohong sama aku?? Ga apa-apa kok kalian jujur aja, seumpama mereka emang udah ga sayang sama kita ga apa-apa kok, Rakha sanggup nerima itu yang penting Rakha masih punya kalian."
"Dek kalau mereka ga ngirim uang kita ga bakal hidup serba kecukupan kayak gini, sedangkan kita masih ada yang kuliah dan sekolah semua belum ada yang kerja." ucap Afan meyakinkan.
"Bang kenapa sih harus bohongin aku?! Rakha tau semuanya jadi percuma kalian bohong."
"Apa maksud kamu dek?"
"Rakha tau kalian belum ada yang kerja tapi kalian punya perusahaan sendiri kan?! Yang nanganin orang kepercayaan kalian, iya kan?! Kenapa harus nutupin ini semua dari Rakha sih?!"
"Dek??"
"Rakha ke kamar dulu." ucapnya lalu beranjak dari sana.
"Dek dengerin penjelasan kita dulu. Kita ga bermaksud bohongin kamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WILLIAM'S [END]
Teen Fiction"Abang!!" Suatu kebahagiaan bagi mereka berenam karena berhasil mengerjai adeknya. The William's? Ya mereka 7 bersaudara dari keluarga William yang setiap harinya berantem mulu kerjaannya. Dengan segala tingkah mereka, keunikan mereka, persaudaraan...
![THE WILLIAM'S [END]](https://img.wattpad.com/cover/341577137-64-k792722.jpg)