33. Extra Part 3

585 39 4
                                        

***
"Mereka berdua ga apa-apa, mereka cuma butuh istirahat. Mmm gue cuma mau bilang, gue harap kalian berdua balik sama anak-anak lu. Mereka butuh kalian." ucap Saga kepada kedua orang tua mereka.

"Makasih ga, iya nanti kita pikirin lagi masalah itu."

"Yaudah kalau gitu gue pamit dulu, nanti setelah mereka sadar, suruh makan sama minum obat yang udah gue sediain di meja nakas."

"Iya hati-hati ga, makasih sekali lagi."

Saga mengangguk lalu beranjak dari sana meninggalkan keduanya.

***
"Bang Rizwan, bang Kiesha, ayo bangun dongg..." ucap Afan dengan sendu.

"Biarin mereka istirahat dulu dek." ucap Rassya.

"Ishh tapi mereka belum sadar-sadar dari tadi loh bang. Ini udah sore, mereka pingsan sejak tadi pagi."

"Sabar ya, mereka pasti sebentar lagi bakal bangun kok." ujar Rey.

"Yaudah dehh."

"Eungh..." lenguhan salah satu dari mereka terdengar membuat yang lain sontak menoleh, dan mendapati kakak sulung mereka sadar tapi tidak dengan kembarannya yang kini matanya masih terpejam.

"Bang Kiesha?" panggil mereka semua.

"Gue kenapa?" tanyanya bingung.

"Tadi abang pingsan, mmm sekarang gimana bang, abang udah ga apa-apa kan?" tanya Fateh.

Kiesha mengangguk untuk menanggapi, lalu matanya tertuju pada seseorang yang terbaring disampingnya. Ia terkejut kala melihat kembarannya tidur disampingnya dengan damai tanpa terusik sama sekali.

"Eh ini Rizwan kenapa? Kok tidur disini?"

"Bang Rizwan ga tidur bang, tapi dia ikut pingsan pas lihat lu pingsan tadi." ujar Rey.

"Astaga, Rizz bangun, masa gue udah bangun lu masih pingsan sih, Rizwan bangun, dek..." ucap Kiesha sembari menepuk pipi sang kembaran dengan pelan guna menyadarkan.

"Eunghh ssshh..." lenguhan terdengar dan perlahan mata itu terbuka.

"Rizwan? Apa yang lu rasain?"

"Pusing dikit." ucapnya setelah kesadarannya kembali sepenuhnya.

"Yaudah kalian makan dulu ya, habis itu minum obat, biar mendingan."

"Hmm iya." jawab keduanya kompak.

***
Malamnya mereka semua tak terkecuali Kiesha dan Rizwan kumpul di ruang keluarga. Mereka punya sesuatu yang harus diberitahukan ke orang tuanya.

"Ma, pa, ini ada surat dari adek untuk kita." ucap Rizwan tanpa basa basi sembari memberikan dua buah surat ke orang tuanya, dan satu untuk mereka sendiri.

"Ini kemarin kita dapat dari om Saga, mungkin sebelum meninggal adek sempet nulis ini buat kita semua.

Mereka menerima surat itu lalu membacanya.

•••
Dear Mama

Ma, Rakha kangen sama mama, tapi Rakha tau pasti mama sibuk banget ya sampe ga bisa ada waktu buat kita, ga apa-apa Rakha tungguin kok sampai mama balik tapi kayaknya udah ga bisa ya ma, karena Rakha udah nyerah dulu

Hehehe maaf ya ma, Rakha ga bisa nungguin mama, karena Rakha ngerasa habis ini udah ga bisa ketemu mama sama yang lain lagi

Ma, maaf Rakha nyerah sebelum mama balik ke kita lagi, Rakha udah ga bisa gapai mama lagi, mama terlalu jauh buat Rakha gapai ma:) maaf ma...

Oh iya makasih udah jadi mama yang hebat buat Rakha, makasih udah lahirin Rakha di keluarga ini, dan buat Rakha ketemu sama orang-orang baik seperti abang.

THE WILLIAM'S [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang