Mereka ber-8 sudah selesai makan dan kini mereka sedang berada di timezone. Sebenarnya itu yang pengen bermain cuma para bungsu line, tapi karena paksaan dari mereka juga para abangnya juga ikut bermain.
"Bang! Bang! Rakha pengen main itu!" tunjuknya pada mesin pencapit.
"Ya Allah dek, itu boneka semua. Lu cewek apa cowok sih??" tanya Rey heran.
"Hehehe cowok. Emangnya ga boleh ya cowok main itu?"
"Hmm boleh sih, tapi bonekanya mau lu buat apa? Masa anak cowok mau main boneka sih dek." jawab Fateh.
"Ga tau sih, yaudah deh ga jadi. Kalau gitu main yang lain aja eh ga jadi, mending nonton film aja yok bang." ajak Rakha dengan antusias.
"Nonton apa dek?" tanya Kiesha.
"Horor aja bang, seru tuh." bukan Rakha yang menjawab melainkan Afan yang membuat Rakha langsung melotot tajam.
"Ga! Ga! Ga mau!" ucap Rakha ngegas.
"Kenapa takut ya??" ledek Afan.
"H-hah?! Ga kok g-ga takut, iya ga takut." gugupnya.
"Beneran nih??"
"Iya ga takut ngapain juga takut."
"Yaudah jadi lu setuju dong kalau nonton film horor?"
"Mmm yaudah iya deh Rakha setuju." pasrahnya.
"Ya Allah semoga ga terlalu nyeremin." ucapnya dalam hati
"Yaudah kalau gitu ayo ke bioskop."
Mereka berjalan meninggalkan timezone, dan menuju bioskop yang berada di lantai 3.
"Kalian tunggu sini ya, abang beli tiketnya dulu." ucap Kiesha lalu meninggalkan mereka ber-7.
"Iya bang jangan lama-lama ya." teriak Rakha.
"Berisik lu cil."
"Hehehe."
Kiesha balik dengan membawa 8 tiket ditangannya. Ia membagi tiket tersebut ke adek-adeknya.
"Nih tiketnya, filmnya mulai 30 menit lagi."
"Sewu dino? Serem ga bang?" tanya Rakha ketar-ketir.
"Ya mana abang tau Rakh, kan kita juga baru mau lihat ini."
"Ya kan siapa tau udah ada yang pernah lihat dulu gitu."
"Gue belum pernah sih, tapi temen gue pernah bilang ya lumayan lah."
"Bangg~ ga jadi ahh pulang aja yuk Rakha capek sumpah."
"Alah alasan lu cil, bilang aja takut."
"Ishh yaudah deh Rakha tetep nonton."
"Ga usah takut dek, kan ada kita."
"Siapa juga yang takut?! Ga takut tuh." ujar Rakha dengan songong yang membuat semua abangnya terkekeh kecil.
"Ini mau beli makan dulu atau nunggu sini aja?" ucap Rizwan yang daritadi diam.
"Nunggu sini ajalah bang, takutnya nanti ketinggalan lagi."
"Oke kalau gitu abang beli snack dulu ya."
"Oke bang."
***
Kini mereka semua sudah masuk ke bioskop-nya dan duduk satu baris pastinya dengan Rakha berada ditengah lebih tepatnya diantara Rey dan Rassya.
Rakha terlihat serius melihat ke layar, ia seolah-olah tidak takut sama sekali. Padahal matanya udah bergerak kesana-kemari untuk mengalihkan pandangannya dari layar. Jadi dia sebenarnya tidak fokus ke layar gaes.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WILLIAM'S [END]
Teen Fiction"Abang!!" Suatu kebahagiaan bagi mereka berenam karena berhasil mengerjai adeknya. The William's? Ya mereka 7 bersaudara dari keluarga William yang setiap harinya berantem mulu kerjaannya. Dengan segala tingkah mereka, keunikan mereka, persaudaraan...
![THE WILLIAM'S [END]](https://img.wattpad.com/cover/341577137-64-k792722.jpg)