***
Keesokan harinya, Zayyan udah siap untuk ke rumah saudara sepupunya mumpung ia tidak ada kelas pagi ini.
"Bi, Zayyan berangkat dulu ya. Zayyan titip rumah ini, Zayyan sesekali bakal kesini kok bi." ucap Zayyan pada kepala pelayan disana.
"Iya den, bibi titip salam buat den Kiesha dan yang lainnya ya."
"Iya bi bakal aku sampaikan. Zayyan berangkat assalamualaikum."
"Hati-hati den, waalaikumsalam."
Setelah itu Zayyan beranjak pergi meninggalkan rumahnya.
Sementara itu...
Kiesha dan semua adeknya juga berada di rumah, mereka memutuskan buat izin satu hari tidak masuk sekolah ataupun kuliah.
"Bang Zayyan kapan kesininya?" tanya Fateh tiba-tiba.
"Katanya udah mau otw."
"Okey."
"Kenapa semuanya ninggalin kita..." lirih si bungsu yang membuat semua abangnya menoleh ke arahnya dan mendapati wajah murung si bungsu.
"Kamu ngomong apa sih dek?"
"Papah Reyhan sama mamah Ayla pergi ninggalin kita. Papa sama mama juga ga tau kemana, apakah mereka bakal ninggalin kita juga bang?"
"Jangan ngomong kayak gitu dek, mama sama papa pasti balik kok abang yakin." ucap Rey.
"Apa ucapan abang bisa Rakha percaya setelah selama ini mereka ga ada kabar sama sekali?"
"Kamu harus percaya, karena kita percaya akan hal itu." ucap Kiesha dan diangguki oleh yang lain kecuali Rakha.
"Oke Rakha bakalan percaya sama kalian-"
"tapi jangan kalian kira gue bakalan diem aja bang, gue bakal cari tau sendiri tanpa bantuan kalian sekalipun." lanjutnya dalam hati.
"Nah gitu dong, udah ya jangan murung terus."
"Hmm, Rakha ke kamar dulu."
"Mau ngapain? Lu ga nungguin bang Zayyan dulu?"
"Ga apa-apa. Nanti kalau bang Zayyan udah datang, panggil Rakha ya bang."
"Yaudah iya."
"Siapp."
Setelah mengatakan itu ia beranjak menuju kamarnya. Ia masuk ke kamar lalu merebahkan tubuhnya di kasur.
"Kenapa papah Reyhan ninggalin Rakha? Padahal papah bilang mau bantu Rakha buat cari mama sama papa."
"Tapi Rakha juga ga bisa berbuat apa-apa. Rakha cuma bisa berdoa semoga papah sama mamah Ayla tenang disana."
"Papah tenang aja Rakha bakalan cari tau sendiri tentang papa sama mama, tapi Rakha mohon bantuin Rakha dari atas sana ya.."
"Ma, pa, sebenarnya kalian dimana? Kenapa kalian ga ada yang ngabarin aku ataupun abang-abang?"
Ia mengambil ponsel di atas nakas lalu mencari nomor papanya.
•••
Papa Ray
Pa|
Papa sama mama kapan pulang?|
Rakha pengen ngabarin|
Papah Reyhan sama mamah Ayla udah ga ada|
Mereka udah meninggal|
Papa ga ada niatan pulang?|
•••
"Bahkan chat aku dari kemarin ga ada balasan sama sekali dari papa." gumamnya.
"Jangankan balasan, orang chat aku aja ga dibaca sama sekali."
"Rakha harus gimana lagi biar tau kabar dari papa..."
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WILLIAM'S [END]
Teen Fiction"Abang!!" Suatu kebahagiaan bagi mereka berenam karena berhasil mengerjai adeknya. The William's? Ya mereka 7 bersaudara dari keluarga William yang setiap harinya berantem mulu kerjaannya. Dengan segala tingkah mereka, keunikan mereka, persaudaraan...
![THE WILLIAM'S [END]](https://img.wattpad.com/cover/341577137-64-k792722.jpg)