Harapan?

26 4 0
                                        

"Masa lalu, kunci jawaban yang sebenernya."

Sudah cukup lama Hesa termenung di ruang osis, ia tak bisa berhenti memikirkan kejadian sebelumnya.

Dari yang awalnya menyadari sedikit retakan di lampu sorot lalu berteriak dan berlari ke arah panggung sampai saat Arkha menarik nya, Hesa menoleh kearah Niki yang tergeltak tak sadarkan diri dengan genangan darah serta sebagian tubuh yang tertutupi lampu sorot.

Sekarang ia hanya bisa diam melamun membayangkan kembali semua kejadian itu.

"Sa,"

Tepukan di itu membuat Hesa sedikit tersadar lalu menoleh.

"Minju, kenapa?" ucapnya.

"Arkha ada di luar, nyari loe." ucap Minju.

Anak itu, dia pasti tau ada sesuatu yang salah makanya langsung datang kesini mencarinya.

Dengan nafas yang kasar disertai langkah berat, Hesa pergi keluar menemui si teman.

"A-ada apa," ucap Hesa pada si teman.

"Ada apa? Kejadian lampu jatoh tadi pasti ulah mereka kan." ucap Arkha.

"Gak ada Khan," ucap Hesa.

"Kak jangan bohong," Arkha menatap si kakak kelas tak percaya.

"Hari ini tiba2 gue ngerasain firasat aneh makanya tadi gue nyariin loe dan pas liat loe di rooftop aman aja gue jadi lega karna mikir firasat gue kali ini salah tapi ternyata enggak, emang ada yang bakal celaka diantara kita," ucap Arkha.

Hesa memijat pangkal hidungnya sendiri berusaha tenang. "Kecelakaan ini murni human error aja, gak ada sangkut paut nya sama mereka."

"Gue gak percaya," ucap Arkha.

"Kasus ini masih berusaha kita selidikin, tolong tenang dulu dan jangan kebanyakan negatif thingking." ucap Hesa, ia pun pergi meninggalkan Arkha yang masih menatapnya penuh curiga.

~~~~~

Hesa berjalan pulang sendirian karna tadi ada rapat OSIS jadi teman-temannya pulang lebih dulu.

Saat melewati toilet ia melihat staff yang sedang membersihkan pecahan kaca, sebuah pemikiran buruk muncul di kepala Hesa apalagi si staff sedang pergi sebentar ntah untuk apa.

Baru saja beberapa langkah memasuki toilet, seseorang menepuk bahunya.

"Hesa."

Hesa berbalik ke arah si teman yang menatapnya bingung.

"Belum balik loe." ucap Jaehyuk.

"U-udah, gue udah mau balik tapi pas lewat sini, gue gak sengaja liat pecahan kaca berserakan." ucap Hesa.

"Oh tadi kena bola nyasar dari anak-anak futsal, btw mau balik bareng gak." tawar Jaehyuk.

Hesa menggeleng kaku. "Gak dulu deh soalnya... g-gue mau pergi ke rs, i-iya gue mau kesana,"

"O, yaudah." Jaehyuk lalu pergi.

Hesa mengusap dadanya lega melihat kepergian Jaehyuk, ia pun segera pergi meninggalkan area sekolah.

Hesa berjalan kebingungan di tengah kerumunan orang, ia menoleh ke arah toilet umum yang terlihat sepi. setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Hesa memilih memasuki toilet itu.

Ia melirik sekitar memastikan tak ada yang melihatnya lalu mengambil botol cairan pembersih yang terletak disudut ruangan, tanpa berfikir lagi Hesa membuka tutup botol dan bersiap meminumnya.

UndercoverCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang