still Day 2.

646 43 5
                                        

Aku sekarang berada di dalam kamar calum. Pikiran kalian jangan macam-macam dulu. Calum hanya mengajak ku saja ke rumah nya sepulang sekolah karena dia ingin menjelaskannya masalah kemarin padaku. Meski kita tadi sempat make out saat calum menjelaskan apa yang terjadi kemarin.

Aku saja yang salah paham karena dari penjelasan calum, jalang itu yang menghampiri calum duluan dan menciumnya. Calum terdorong ke tembok oleh jalang itu dan calum terlihat seperti mencium jalang itu.

Calum berkata padaku kalau dia tidak membalas ciuman panas itu. Dia berusaha melepaskan ciuman itu tapi jalang itu masih saja tetap mencium bibir calum dengan panasnya.

Aku telah memaafkan calum meski tak sepenuhnya. Aku masih saja tak percaya apa yang di jelaskan calum tadi. Namun, calum masih saja ngotot kalau penjelasannya itu benar dari kejadiannya langsung.

"Hey, kau mau minum atau makan?" Ucapan calum membuat lamunan ku buyar. Dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur miliknya.

"Tidak, tidak usah. Cal." Ucapku sambil menatap langit-langit kamar calum yang mendominasi warna hitam. Aku tidak tahu kenapa calum sangat suka dengan warna gelap itu. Padahal warna seperti itu sangat aku benci.

"Kay" gumamnya yang sedang memejamkan matanya. Aku menatap wajahnya yang sedang terlelap. Dia sangat manis dan tampan dan itu membuat aku semakin cinta padanya.

"Jangan memandangi aku terus, nanti jatuh cinta baru tahu rasa" aku kaget saat calum yang sedang menutup matanya bisa melihatku yang sedang memperhatikan wajah sempurnanya.

"Aku tak akan jatuh cinta padamu karena aku sudah jatuh cinta padamu" ucapku sambil menatap nya yang juga sedang memperhatikanku. Manik mata kita bertemu disana. Mata cokelat nya sangat indah untuk di pandang.

Dia bangun dari tidurnya dan kemudian dia membuka kaos miliknya. Apa yang akan ia lakukan? Aku menggigit bibir ku saat melihat tubuhnya yang bisa di bilang sangat sempurna. Kalian bisa bayangkan sendiri bagaimana calum membuka bajunya, tubuhnya yang atletis dan tatto yang dia tercetak jelas di tubuhnya membuat aku tertegun melihatnya.

"Oh ada yang terkesima rupanya dengan tubuh ku ya?" Sekarang dia berada di atas tubuhku. Nafas ku tercekat sekarang.

"Cal.." aku memanggilnya yang sedang asik menciumi leher ku. Aku sangat gelisah sekarang karena dia berada di atas tubuh ku dan aku tidak terbiasa dengan itu meski aku sering sih melihat calum shirtless.

"Hmmm.." dia bergumam tepat di telingaku. Detak jantungku sudah tak beraturan mendengar gumamannya yang sangat seksi.

"Apa yang kau lakukan?" Bodoh! Itu pertanyaan macam apa, chariss. Kau sudah tahu apa yang di lakukan calum padamu sekarang.

"Mencium setiap jengkal yang ada di dirimu" ucapnya sambil tersenyum genit.

Uhh stop it cal.

"Bisakah kau turun dari atas sini? Tubuhmu sangat berat, cal" ucapku terengah karena keberatan menahan berat badan calum. Ini cukup berat.

"Sorry, babe" dia pun turun dari atas tubuh ku dan berbaring di sampingku sambil memelukku dari samping. Apa yang dia mau sih sebenarnya?

"Cal, bisakah kau tidak usah memelukku seperti ini?" Ucapku sambil menunjuk tangannya yang berada di atas perutku.

"Kenapa?" Tanyanya sambil mengangkat satu alisnya.

"Tidak apa-apa, hanya saja lenganmu cukup berat" ucapku sambil menatapnya yang memejamkan matanya.

Tak ada jawaban apapun dari calum, apa dia sudah tidur? Aku mengangkat wajah calum yang berada di lenganku. Ternyata benar, dia sudah tidur. Dasar aku di tinggal sendirian.

Aku membenarkan kepala calum yang ada di lenganku ke bantal besar miliknya. Aku merengangkan badanku yang rasanya remuk tak berdaya karena di timpa oleh badan calum tadi.

Aku membalikkan badanku menghadap ke arah calum yang sedang tidur lelap. Aku mengusap rambut hitamnya. Aku menatap setiap bagian wajahnya. Matanya yang sangat indah dan tulang hidungnya yang besar membuat aku selalu mengusilinya dan dia sering bilang kalau hidung besarnya itu limeted edition. Aku selalu tertawa mendengar setiap kata yang keluar dari mulutnya.

Aku mengusap bibirnya. Ntah itu bisilan dari mana aku ingin mencium bibirnya. Aku mendekatkan wajahku dan aku mencium bibirnya sekilas. Dan aku kembali menatap nya yang sedang tidur. Aku sangat suka saat dia terlelap seperti saat ini. Dia sangat sempurna. Sungguh.

To be continued...
                ===================

Sumpah ini absurd banget -,-

Best Mistake ~> [C.H]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang