12

11.7K 129 4
                                        

Flashback on -

Sebelum Serra datang..

"Aku setuju," aju Adhitama setelah menandatangani sebuah berkas.

"Beri alasan kenapa kau setuju dengan perjanjian ini. Sebelumnya kau tidak pernah setuju dengan apa yang aku tawarkan." ucap Gian tertegun. Adhitama menghela napas.

"Pertama, aku merasa jika hubungan pertemanan kita mulai renggang sejak aku menolak tawaran mu waktu itu. Kedua, aku tidak ingin ada kata asing di antara kita dan merubah semua masa lalu yang telah mengorbankan diriku sebagai teman mu. Dan ketiga, jika bukan karena dia aku tidak mungkin mendatangimu seperti ini." jelas Adhitama sekilas tersenyum tipis di akhir kalimat nya.

Spontan Gian mengangkat satu alisnya, " .... Siapa yang kau maksud, dia?"

"Tak lama kau akan tau sendiri," tukas Adhitama tersenyum.

Gian berdeham meredam amarahnya meski tebakannya sendiri belum tentu benar. Entah mengapa, Gian merasa ada sesuatu yang ganjal pada alasan Adhitama. Terutama alasan terakhir.

"Di usia mu yang ke 29, apa kau masih ada niatan untuk tidak menikah?" tanya Adhitama tiba-tiba.

"Hmph, apa hubungannya dengan mu?" balas Gian malas. Bukan kesukaan nya membahas soal pernikahan.

"Ahaha, sebenarnya aku tidak ada niat untuk mencampuri urusan niat mu itu. Tapi sebagai teman yang baik, sebaiknya aku men-support mu. Benar kan?" tukas Adhitama.

"Hm."

"Selagi hidup, apa susahnya merasakan cinta?"

"Kau saja yang sudah menikah, kenapa cerai? Itu alasanku tidak niat menikah." balas Gian.

"Itu memang sudah takdirnya aku mendapat nasib yang tidak sesuai dengan ekspektasi ku. Jadi, untuk apa aku bertahan jika takdir sudah menuliskan?" kata Adhitama santai.

"Sesuai apa yang kau jawab barusan. Itu adalah alasan mengapa aku tidak ingin merasakan cinta yang penuh drama kehidupan. Toh memang sudah takdirku seperti ini." cetus Gian. Padahal ia sedang menaruh perasaan pada seseorang tetapi tidak sepenuhnya ia menyadarinya.

"Ah, jadi.. kau benar-benar tidak ada niat untuk menikah?" Adhitama mengulangi. Gian menghela napas.

"Soal menikah, aku yakin pasti rumit untuk di jalankan. Apapun tentang cinta, hubungan, dan rumah tangga, aku tidak tertarik. Itu bukan keahlian ku." jelas Gian.

"Tapi bisa saja orangtuamu menjodohkan mu jika kau terus seperti ini," kata Adhitama.

"Ck. sudah jelas aku akan menolaknya. Mengurus perusahaan saja sudah rumit, apalagi mengurus pernikahan nanti.." Membayangkan nya saja Gian sudah malas.

"Astaga kau masih sama. Keras kepala, selalu menetap pada pilihan mu sendiri. Kataku, jangan sampai ada rasa penyesalan dari dirimu akibat sikap keras kepala mu itu."

"Haha tidak akan." Gian terkekeh sepele.

"Jika begitu, Gheisha buat aku saja ya."

"Ck. Kenapa kau tiba-tiba bawa-bawa Gheisha?" Gian langsung berdecak tak senang. Tatapannya berubah sinis pada temannya itu.

Adhitama tertawa melihat reaksi Gian yang 180° langsung berubah. "Haha.. kau cemburu?"

Don't Want to Share [21+]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang