"Intinya saya tidak ingin kamu di dekati oleh pria lain. Terutama Adhitama. Jika saya sampai tau kamu memiliki hubungan dekat dengannya, saya tidak akan segan-segan menghukum mu lagi." tegasnya menatap ku serius.
DEG! Jantung ku langsung berdebar mendengar kalimat ancaman itu. Aku tidak menyangka Pak Gian bisa secemburu ini.
"I-Iya.." angguk ku kaku. Bayang-bayang saat kami melakukan nya tiba-tiba ada di benakku.
"Gheisha, apa kamu tidak merasakan apapun?" pertanyaan Pak Gian mendadak membuat ku bingung.
"Merasakan apa?" Tentu aku tak tau apa yang dia maksud. Wajahku seperti orang ketinggalan berita disini.
"Tentang kita."
"Kita?" aku masih tidak paham.
"Ya."
"Maaf, memangnya kita kenapa, Pak?" Aku bertanya karna memang aku tidak paham apa yang dia maksudkan.
"Ah, tidak. Lupakan saja." Pak Gian memalingkan wajahnya dariku.
"Maaf, saya tidak paham maksud anda." lirihku. Pak Gian tampak kesal tapi ia mencoba meredamnya.
"Lupakan." ucapnya lagi tanpa menatapku.
"(Memangnya aku dengan dia kenapa?)" aku jadi ganti memikirkan itu sekarang.
"Habiskan makanan mu, setelah itu susul saya di kamar." pesan Pak Gian berdiri nan pergi dari hadapan ku. Aku mengangguk, menatap sorot pria itu menjauh dari meja makan.
"(Dia pasti kesal karna aku tidak memahaminya. Tapi memang aku tidak tau apa yang dia maksud)" batinku menyempatkan berpikir keras.
.....
"(Tidak seperti biasa.. bahkan, dia tidur tidak menghadap ke arahku. Eh, tapi kenapa aku berharap?)" aku segera menggeleng kepala cepat.
Aku hendak memejamkan mata, tetapi deringan ponselku membuat ku mengurungkan niat itu. Cepat aku mengambil benda itu, melihat siapa yang menghubungi ku di tengah malam seperti ini.
Aku mengernyit saat tau siapa yang menghubungi ku.
"(Andra? Ck. Kenapa dia menghubungiku?)"
Sebelum aku mengangkat nya, aku memastikan jika Pak Gian telah tertidur pulas. Setelah itu aku mengangkat telepon itu.
"Halo?"
"Gheisha. Gue bisa ngomong sebentar? Maaf gue ganggu waktu tidur Lo. Lo pasti kebangun."
"Iya cepet," pekik ku berbisik.
"Gue ga bisa tidur. Kepikiran Lo daritadi. Dan juga tentang pernikahan kita.. gue udah bilang ke Mama Papa dan mereka setuju kok. Besok gue bakal bawa Lo ke rumah."
"Tunggu, Lo ga bisa kaya gitu ndra. Gue udah bilang ke Lo kalo kita udah putus. Lo ga bisa seenaknya kaya git-"
Tiba-tiba tangan lain merebut ponselku. Jantung ku langsung berdegup kencang. Aku menoleh berbalik badan kearah Pak Gian, melihat beliau dengan tatapan mautnya menatapku. Dia tidak bereaksi apapun padaku selain menekan tombol speaker pada telepon.
"Udah gausa banyak alasan. Lo itu cuman salah paham, sha. Gue ga selingkuh. Gue mau serius ma Lo. Gue sayang ma Lo sha. Sampai kapan pun gue cinta ma Lo. 4 tahun kita pacaran dan gue ga akan nyia-nyiain waktu itu. Gue bakal tebus semua kesalahan gue dengan cara ngelamar Lo. Gue janji bakal merubah diri sesuai apa yang Lo mau. Lo harus percaya kalo kita bisa ngelewatin semuanya, asal tetap berdua. Jadi, ayo nikah sama gue?"
"Pa-Pak Gian-" di saat ku hendak mengambil ponsel ku, tangan Pak Gian langsung menghindar lebih jauh.
"Sha? Halo?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Want to Share [21+]
RomansaGian adalah CEO berhati batu-arogan, tak tersentuh, dan siap menghancurkan siapa saja yang memicu amarahnya. Namun, saat Gheisa mendadak ditarik menjadi asisten pribadinya, dinamika itu berubah total. Demi janji masa lalu kepada mendiang sahabat ay...
![Don't Want to Share [21+]](https://img.wattpad.com/cover/342529770-64-k676375.jpg)