Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
¤¤¤
Sejak kejadian dimana Nakula ketahuan sudah melakukan hal diluar batas oleh Nadia, kini Hubungan anak dan ibu itu renggang.
Tentu saja hal itu tidak luput dari pandangan Nadif dan Nino, yang merasa heran sikap Acuh Nadia pada Nakula.
"Dif, kamu ngerasa ada yang berbeda gak sama Bubun?" Tanya Nino
Nadif mengangguk menyetujui, "Iya Yah, tapi kenapa ya. Bubun Cerita gak sama Ayah?"
Nino menggeleng sebagai jawaban, dan melanjutkan sarapannya. Sedangkan Nadia hanya berkutat didapur, mencuci piring Kotor.
Nakula sendiri sudah berangkat, dengan alasan ada kelas pagi, padahal semua SMA sama saja masuk pukul 7.15 pagi.
Selama mengendarai Motor, Nakula banyak Melamun, dia masih memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya. Bukan tidak mungkin, jika Dia benar Hamil, Perutnya bukan Mengecil tapi Membesar.
Dan tentu saja, Lambat laun Nino dan Nadif akan mengetahuinya. Tapi balik lagi, apapun Konsekuensinya, dia akan tetap terima karena ini kesalahannya.
Sesampainya disekolah, ternyata sudah banyak siswa yang berdatangan, termasuk Sadewa dan Kawan-kawannya.
Nakula pun turun dari motornya, Melewati Sadewa dan yang lainnya begitu saja, tanpa melirik sedikitpun pada Kekasihnya.
Sadewa yang melihat itu tentu saja merasa sedih, karena biasanya Nakula akan memberikan senyuman walau setipis mungkin.
"Lo kenapa lagi Na" gumamnya dalam hati
Tidak lama kemudian, Bel Masuk berbunyi, Sadewa dan yang lainnya masuk kearea Gedung sekolah.
¤¤¤
Kelas Nakula,
Remaja Cantik itu diam menyendiri, mengabaikan Teman-teman satu kelasnya yang riuh karena Jam pertama dan Kedua tidak ada Pembelajaran.
"Na, Lo kenapa?" Tanya seorang Siswi, sebut saja Ana.
"Gue gak papa"
"Lo Bohong, mau Cerita sama Gue?"
Nakula Menggeleng, "Tidak semua Hal harus diceritakan pada Orang lain, Terimakasih Tawarannya"
"Ah iya Gue Paham, Semangat Dong! Biasanya Lo Ceria" ucap Ana menepuk Bahu Nakula.
Nakula pun tersenyum, "Thanks Na"
"Sama-sama, Gue sama anak-anak mau Ke Lapangan, Lo ikut?"
"Basket Lagi?"
Ana Mengangguk, "Itung-itung Olahraga Pagi"
"Enggak Dulu, Gue lagi gak Mood"
"Oh Oke, kalau gitu Gue sama yang Lain ke Lapangan. Lo jangan banyak Melamun, gak baik buat Kesehatan Lo"