"Maa ini ngak mungkin kan? Ngak ngak, pasti bukan dia, bukan rayana orang yg ku suka kan bun? "
Begitu sadar dari keterkejutan nya, bara langsung menanyakan hal yg membuatnya sama sekali tidak percaya, ini tidak mungkin kan? Tidak mungkin rayana gadis yg di cintainya adalah adeknya? Tidak tidak, dia pasti hanya bermimpi
"Pa tampar bara dong" Pinta nya
Tanpa basa-basi lagi Bintang langsung menampar sang anak dengan sekuat tenaga, sampai darah segar mengalir di ujung bibir bara
"Pelan-pelan dong yah" Protes calista
"Kok jadi aku sih bun? Kan si abang sendiri yg minta buat ditampar yg kenceng, yaa aku turutin lah" Balasnya tak Terima
Sementara bara, dia hanya melamun, antara Terima dan tidak dengan kenyataan yg diterimanya.
Bagaimana mungkin? Kenapa bisa? Gadis yg dia cintai ternyata adiknya yg telah menghilang selama bertahun-tahun
︵‿︵(' ͡༎ຶ ͜ʖ ͡༎ຶ ')︵‿︵
Malam ini rayana dan kedua anaknya sedang bersantai di balkon kamar al dan el, mereka menikmati familly time yg selalu mereka lakukan setiap malam, tapi ada yg berbeda, el, bocah yg biasanya pecicilan itu kini hanya diam dan melamun, seperti sedang memikirkan sesuatu?
"Adek kenapa hm? Kok ngelamun terus dari tadi?"
"Bunda, sebenernya kita punya ayah ngak sih? Ayah kemana bun? Kenapa saat adek deket sama om yg waktu itu ngaku ayah el, el ngerasa deket?"
Mendengar pertanyaan sang anak rayana sedikit tersentak, tapi dengan segera dia menormalkan ekspresinya.
"Seperti nya sudah wa-"
Perkataan rayana terhenti karna melihat ada mobil yang tak asing ?masuk ke perkarangan rumahnya
"Bara? Ngapain dia kesini? Dan kenapa dia bisa tau gua tinggal disini?" Gumam rayana penuh kebingungan
Tidak berapa lama, dia mendengar bel rumah di tekan dengan lama
Ting nong ting nong
"SEBENTAR" teriak raya dari dalam rumah
Tak berselang lama suara pintu terbuka dan langsung mendapatkan pelukan tiba-tiba
"Pulang dek, pulang ke rumah, jangan di sini, cukup, udah cukup selama ini lu selalu sendiri, pulang ke rumah dek"
Perkataan itu, jelas bahkan sangat jelas didengar oleh pendengaran rayana, dia tidak mengerti apa yang diucapkan oleh laki-laki yg dicintainya itu
"Lepas yann, maksdnya apa? Dan, kenapa lu bisa tau kalo gua ada disini?"
"Jelasin nya nanti aja di rumah gua, sekarang beresin dulu baju² lu" Ucap brayn sambil mendorong pelan bahu rayana, agar segara berbalik dan masuk kamar, dengan harapan langsung beres-beres barang yg akan dibawa.
Tapi, kenyataan nya malah membuat brayn syok setengah mampus.
Bagaimana tidak? Dia melihat ada dua bocah kembar sedang terlelap di atas ranjang.
"Ray-"
"Nanti gua jelasin, sekarang bantuin gua dulu, cepet" Potong rayana

KAMU SEDANG MEMBACA
Rayana dan Luka
Poetrykisah klasik tentang seorang anak yg mentalnya di hancurkan sehancur-hancurnya, anak yg harus bertahan didalam lingkungan toxic parent, anak yg harus selalu mengalah apapun keadaan nya. Ini tentang Rayana yang dituntut untuk sempurna oleh kedua ora...