FITTING

481 25 1
                                        

"Sayang udah selesai belum cobain bajunya?" Mark bertanya kepada suami manisnya yang sedang mencoba baju di "fitting room".

Hari ini pasangan MaHae sedang berada di butik milik sahabat mereka, Felix.

"Sebentar kak, masih cobain ini" jawab Haechan setengah berteriak.

"Mau kakak bantuin gak?"

"Ih kakak jangan ngintip" Haechan berseru galak, karena suaminya yang sedang mengintipnya dibalik tirai.

"Emangnya kenapa, kan kakak suami kamu?"

"Malu tuh sama Felix"

Felix yang namanya ikut terseretpun hanya bisa tertawa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Felix yang namanya ikut terseretpun hanya bisa tertawa.

"Biasanya juga gak tau malu, Chan" timpal Felix.

Akhirnya Haechan selesai dengan mencoba baju miliknya, ia keluar dari fitting room dengan wajah yamg cemberut.

Ngambek ceritanya.

"Dasar, gak memihak sama sekali" cibir Haechan.

"Drama deh, cocok gak sama baju itu?" Tanya Felix, daripada ia harus meladeni drama Haechan.

"Cocok, suka banget sama baju ini" jawab Haechan dengan nada yang terdengar ceria, moodnya gampang berubah secepat itu.

Felix menghela nafas lega. Dari lima baju yang sudah ia sedorkan akhirnya ada juga yang cocok dengan Haechan.

"Tapi emang baju itu cocok sih, liat aja suaminya sampe melongo begitu" Felix berucap sembari menunjuk Mark, ada tawa jenaka yang keluar dari mulutnya.

Haechan langsung melihat kearah suaminya, dan benar kata Felix, suaminya melihatnya tanpa berkedip dan mulut sedikit terbuka.

Plak

"Aduh sakit dek" Mark mengaduh kesakitan sambil memegang lengannya yang baru saja dipukul oleh suami manisnya, sebenarnya tidak terlalu sakit bagi Mark, dia saja yang berlebihan.

"Habisnya kakak liatin aku kayak gitu" protes Haechan.

"Ya gimana ya, kamu cantik banget sih" puji Mark tanpa aba-aba, membuat pipi gembil Haechan sedikit memerah.

"Aku ganteng"

"Iya kamu cantik"

Sampai kapan pasusu itu selesai berdebat, Felix yang melihatnya saja jengah.

"Udah-udah mending kalian bayar bajunya" seru Felix.

"Pengen cepet-cepet kita keluar dari sini kah? Ngusir banget"

"Emang iya, udah cepet mana sini bayar"

Kalau bukan sahabatnya sendiri, Haechan sudah memberi bintang satu untuk pemilik butiknya.

"Mana?" Haechan menodongkan tangan kanannya dihadapan Mark.

"Apa?" Dengan jahil Mark pura-pura tidak peka.

"Dompet kakak, aku perlu card kakak buat bayar bajuku"

"Itu kan baju kamu, bayar sendiri dong, sayang"

"Kan uang kakak uangku juga, sedangkan uangku ya punyaku sendiri lah"

"Mana bisa gitu?"

Mark terus saja memancing Haechan, sedangkan Haechan sendiri sudah merasa badmood.

"Yaudah bajunya dikembaliin aja, aku gak jadi ambil baju ini".

Tuhkan, anaknya ngambek lagi, gara-gara Mark sih.

"Sayang, kakak cuma bercanda kok" Mark langsung membujuk Haechan.

Bisa gawat kalau suami manisnya itu mendiaminya, bisa-bisa dia tidak mendapat jatah.

"Gak lucu"

"Bajunya jadi diambil aja, ini kakak bayar kok, kamu mau nambah lagi gak bajunya? kalau perlu kakak beli sekalian butik Felix buat kamu"

"Enak aja" Felix langsung berteriak tidak terima.

"Kakak nyebelin"

"Iya kakak nyebelin, maaf ya"

"Nih Lix" Mark langsung memberikan salah satu black cardnya miliknya kepada Felix untuk membayar baju Haechan.

"Nah gini dong daritadi, dasar couple drama" gumam Felix kemudian.

Setelah selesai membayar, pasangan MaHae berpamitan untuk pulang.

Selama perjalanan didalam mobil Haechan masih saja diam, membuat Mark sedikit tidak fokus menyetir.

"Masih marah heum?" Mark bertanya lembut, tangan kirinya menggenggam tangan kanan Haechan yang berada didekat kemudi.

"Hm"

"Kan kakak udah minta maaf tadi, kakak gak bercanda lagi deh, maafin kakak dong, jangan diemin kakak" Mark masih berusaha untuk membujuk Haechan.

"Adek.."

"Iya-iya adek udah gak marah"

Mark menepikan mobilnya, berhenti dipinggir jalan yang sepi.

"Kenapa berhenti sih kak?"

"Mau lihat adek yang udah gak marah sama kakak, mau lihat senyum manisnya dulu"

"Nanti aja pas sampe rumah"

"Kakak maunya sekarang"

ck..

Haechan sedikit berdecak, lalu dengan cepat membalikkan badannya kearah Mark. Tak lama kemudian ia mengukir sebuah senyum simpul, tapi terlihat sangat manis.

"Manis banget senyumnya" puji Mark.

"Jangan nyebelin lagi"

"Gak janji hehe"

"Kakakkkk"

"Iya sayangku, belahan jiwaku, sini cium dulu kan udah gak marah"

"Dasar"

Haechan sedikit maju lalu memberikan sebuah kecupan dipipi kiri suaminya.

Cup

"Satu lagi" ucap Mark sambil menunjuk pipi kanannya"

Cup

"Nanti kalau udah sampe rumah kakak kurung kamu dikamar, kakak mau ciumin suami kakak yang gemes ini seharian"

"TUH KAN KAK MARK NYEBELIN LAGI"


btw ini baju yang dibeli Haechan dari Felix ya

btw ini baju yang dibeli Haechan dari Felix ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cr. Markycoco

Tha❤️

RANDOM STORY[MAHAE VERSION]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang