Haechan menatap ragu suaminya yang sedang berada diruang kerjanya. Niatnya ingin membawakan kopi, sekaligus ada satu hal yang ingin ia bahas.
Haechan ingin meminta izin kepada Mark.
Disela-sela kegiatan mengetiknya, samar-samar Mark melihat siluet dari balik pintu ruang kerjanya. Itu suami manisnya, tapi mengapa si manis tidak langsung masuk saja?.
"Adek"
"I-iya kak"
"Kenapa disitu? Sini masuk"
Akhirnya Haechan masuk keruangan Mark.
"Aku bawain kopi buat kakak" lalu Haechan meletakkan kopinya dimeja kerja Mark.
"Makasih ya, sayang"
"Hng"
Haechan tak lantas pergi, dirinya masih berada didekat Mark, terlihat ragu-ragu ingin mengatakan sesuatu. Dan Mark menyadari hal tersebut.
"Sini, sepertinya ada yang mau kamu bicarain sama kakak, ya?"
Dengan pelan Mark menarik tangan Haechan, kemudian merengkuh pinggang ramping si manis agar terduduk dipangkuannya hingga posisi mereka sekarang sangatlah dekat.
"Kamu mau bicara sesuatu?" Tanya Mark lembut, yang langsung diangguki oleh Haechan.
"I-itu, aku mau minta izin sama kakak" jawab Haechan, sedikit ragu.
"Izin apa?" Mark penasaran.
"Felix minta aku buat jadi model, kira-kira kakak izinin aku atau enggak?"
Mark tidak langsung menjawab, dan itu membuat Haechan sedikit khawatir. Tempo hari Felix mendatanginya sekaligus meminta bantuannya menjadi model untuk brand rancangan terbarunya.
Jujur Haechan langsung dibuat bingung juga, disatu sisi Haechan ingin membantu tapi disisi lain ia sadar jika ia mempunyai suami yang posesif dan pencemburu. Jika tidak meminta izin terlebih dahulu, bisa marah bule Kanada itu.
"Terus kamu yang minta izin sama kakak?" Setelah beberapa saat akhirnya Mark membuka suara.
"Heum"
Mark menghela nafasnya sejenak.
"Sebenernya kakak terserah sama kamu aja, tapi kamu tau kan kakak kayak gimana?"
Tau, Haechan sangat tau sekali.
"Iya aku tau" lantas Haechan memeluk Mark.
"Makanya aku minta izin dulu sama kakak, tapi kalau misalkan kakak enggak kasih izin juga gak apa-apa kok" sambung si manis.
Bilangnya memang seperti itu, tapi Mark tau jika Haechan pasti tergiur dengan tawaran felix. Haechan sangat suka dengan dunia modeling, bahkan beberapa pakaian yang ia kenakan atau koleksinyapun didominasi dari brand-brand terkenal.
"Tolong hubungi Felix, kakak mau ketemu sama dia"
Haechan kaget.
"Buat apa, kak?"
"Kalau dia mau minta kamu jadi modelnya, dia harus izin langsung sama kakak"
Tuhkan, memang benar apa yang Haechan pikirkan. Sebelumnya Haechan sudah memberi saran kepada Felix agar meminta izin sendiri kepada Mark, tapi bule Australia itu bilang jika ia takut dimarahi Mark dan berakhir memaksanya meminta izin.
"Iya nanti aku hubungi Felix ya"
"Kamu sendiri gimana?" Pertanyaan Mark tiba-tiba.
"Gimana, apanya?"
"Kakak tau kalau kamu pasti tergiur sama tawarannya Felix kan?, maaf ya karena kakak egois, kakak pencemburu dan posesif, jujur rasanya gak rela kalau harus berbagi keindahan dan kecantikan kamu sama orang lain"
KAMU SEDANG MEMBACA
RANDOM STORY[MAHAE VERSION]
Short StoryCerita sesuai judul [random] Kalau minat langsung baca aja. - BXB AREA🔞 - 100% fiksi - bahasa baku/non baku - fluffy
![RANDOM STORY[MAHAE VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/336384393-64-k842161.jpg)