Apple Hair

411 24 14
                                        

Mark dan Haechan baru saja menyelesaikan acara makan malam mereka, kini sepasang soulmate itu sedang menikmati film yang mereka tonton di netflix.

Posisi sekarang Mark duduk sambil menyandarkan tubuhnya dibadan sofa, sedangkan Haechan duduk dengan nyaman ditengah-tengah kaki mark yang sedikit terbuka, kemudian tubuh si manis juga menyandar pada tubuh suaminya yang bisa dibilang kekar itu.

Namun kegiatan menonton Haechan sedikit terganggu karena Mark yang tidak berhenti menciumi tengkuknya.

"Ish kakak stop cium-ciumnya, aku lagi nonton nih" Haechan sebal.

"Habisnya kamu wangi baby banget, jadi pengen kakak cium-cium terus"

Ya, Mark tidak bohong jika wangi Haechan mirip seperti bayi. Karena aroma mereka berdua sungguh bertolak belakang, Haechan yang beraroma bayi sedangkan Mark beraroma maskulin.

"Aku mau ganti baju dulu"

Mark sedikit kebingungan melihat suami manisnya yang tiba-tiba beranjak dari posisinya.

"Kenapa ganti baju?" Tanya Mark.

"Aku mau ganti piyama kak, aku belum ganti baju sejak habis masak tadi hehe" jawab Haechan disertai cengirannya.

Mark hanya bisa menggelengkan kepalanya, padahal Mark tidak masalah dengan itu dan ia juga nyaman-nyaman saja.

Huft...

Mark menghela nafasnya, padahal sedang enak-enaknya cuddle.

Lalu tak berselang lama Haechan kembali ke ruang tengah, pakaiannya telah berganti menjadi piyama berwarna peach, sangat pas untuk pria manis itu.

Mau tidak mau fokus Mark langsung beralih pada suaminya yang baru saja datang. Wajah pria blasteran itu langsung berubah 360 derajat dengan bibir yang sedikit terbuka.

Bayangkan saja, didepannya sekarang sudah ada makhluk manis yang memakai satu stel piyama berwarna peach dan perlu digaris bawahi jika bawahan yang digunakan suami manisnya adalah celana pendek yang mau tidak mau membuat paha pria berkulit tan itu terekspose. Dan jika dilihat lebih teliti, Haechan menguncir rambutnya?

Oh tidak.

Mark mengucek kedua matanya untuk memastikan jika ia tidak salah lihat, Haechan memang menguncir rambutnya.

Lalu dengan santai Haechan kembali duduk ditengah-tengah kaki Mark tanpa merasa terjadi sesuatu. Namun dengan gesit tangan Mark langsung memegangi pinggang Haechan dan membalikkan tubuh si manis agar berhadapan dengannya.

Haechan tentu saja kaget.

"Ish kakak kenapa? aku kaget tau" sebal Haechan sambil memukul kecil lengan suaminya.

"Kayaknya baru pertama kali ini kakak liat rambut kamu dikuncir begini, bener kan?" Tanya Mark to the point.

"Iya, bagus gak kak? Lagi trend soalnya, jadi aku coba hehe" jawab Haechan sambil memegang kuncirannya sendiri.

Namanya Apple Hair.

"Kakak kok liatinnya begitu, jelek ya?" Haechan bertanya lagi karena tadi belum mendapatkan jawaban dari Mark.

Suaminya itu sedang menatapnya dengan intens, dengan jarak tubuh mereka yang bisa dibilang sangat dekat.

"Enggak jelek kok, gimana ya..?" kalimat Mark sedikit terjeda.

"Adek cantik banget. Cantik, manis, imut, gemes, jadi satu pokoknya" jawab Mark jujur.

Haechan melihat, mata suaminya memang tidak pernah bisa berbohong kepadanya.

Ahh Haechan jadi malu.

"Makasih, adek jadi malu hehe" setelah mengucapkan kalimat itu Haechan langsung memeluk Mark, ia tidak berbohong jika ia sedang tersipu sekarang. Padahal Mark memujinya setiap hari.

"Tiba-tiba kakak kepikiran sesuatu deh" ucap Mark tiba-tiba.

Membuat Haechan memundurkan tubuhnya.

"Apa kak?"

"Kakak mau di kiss sama kamu"

"Kiss?"

"Iya kiss, boleh?"

"Tentu aja boleh"

Mark langsung mengangkat tubuh Haechan agar duduk dipangkuannya, membiarkan si manis memulai apa yang ia inginkan tadi.

Sepasang tangan mungil Haechan langsung bertengger pada rahang tegas Mark. Ciuman lembut nan ringan ia sematkan disetiap jengkal dari wajah tampan suaminya, tidak ada titik yang Haechan lewatkan.

Mark terbuai, bisa gila ia jika begini.

🔴

"Kalau mau keluar rumah jangan kuncir rambut kayak gini ya?"

"Kenapa gak boleh?"

"Nanti kamu jadi pusat perhatian, banyak yang naksir kamu, kakak gak suka"

"Emang boleh se-posesif ini?"

Haechan tertawa renyah, Mark mode cemburu begini sangat lucu untuknya.

"Wajar kalau kakak posesif, kamu kan cuma milik kakak"

"Aku milik mama dan papa dulu dong"

"Sayangku kok gitu sih jawabnya"

Ngambek.

Wajah Mark terlihat cemberut.

Haechan masih tertawa, namun setelah itu ia kembali mencium wajah Mark, supaya suaminya itu tidak cemberut lagi.

"Jangan marah-marah terus, nanti kakak cepat tua"

"Makin tua makin tampan kan kakak?"

Mark dengan mode narsisnya dimulai.

"Makin tua terus jadi om-om, suamiku om-om"

Haechan semakin tertawa dengan kencang, membayangkan kalimatnya yang terdengar lucu baginya.

"Malah makin nakal ya kamu, sini biar kakak hukum"

Dan berakhir dengan Mark yang menggelitiki tubuh mungil Haechan, membuat si manis tertawa tidak berhenti sampai minta ampun.

"Kakak, geliiiiiiii"

EndSorry for typoTha🐯🐻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

End
Sorry for typo
Tha🐯🐻




RANDOM STORY[MAHAE VERSION]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang