Chapter 6

1.9K 187 45
                                        

Ps: Inget, ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ps: Inget, ya. Percakapan yg Italic itu flashback.

.
.
.

"Dari banyaknya tempat kencan, kenapa kamu milih Mall?"  tanya Haechan yang baru berjalan memasuki sebuah Mall bersama sang pujaan hati. Keduanya menggunakan penyamaran yang cukup tertutup.

Chenle tersenyum tanpa dosa yang terlihat sangat menggemaskan. "Aku mau beli sesuatu di sini."

"Beli apa?"  ucap Haechan.

"Ada, deh! Nanti juga Hyung bakal tau," sahut Chenle.

Haechan hanya tersenyum sebagai tanggapan. Kedua tangan mereka yang tadi bergandengan tangan kini terlepas karena Haechan menaiki eskalator terlebih dahulu. Chenle mengikuti dari belakang.

Haechan berbalik arah menatap Chenle dan sang pujaan hati tampak berkedip.

"Kenapa jalannya kaya gitu?" tanya Chenle.

Haechan menggeleng. "Gak apa-apa."

Pemuda itu turun selangkah agar lebih dekat dengan posisi sang kekasih. Dia menutup kepala Chenle dengan coat tebal yang ia kenakan saat matanya tak sengaja melihat sebuah boneka besar yang di dalamnya ada orang. Boneka tersebut ada di eskalator hendak turun. Biarkan boneka itu lewat dulu. Jangan sampai Chenle melihatnya. Nanti minta dibelikan.

Chenle menatap sang dominan dengan bingung. Eskalator masih berjalan lambat. Jaraknya cukup panjang.

"Kenapa, Hyung? Apa ada fans atau paparazzi?" tanya Chenle.

Haechan hanya tersenyum saja. Setelah sudah sampai di lantai atas, dia menjauhkan coat miliknya dari badan sang kekasih.

"Ada apa, sih? Aku penasaran, deh. Tiba-tiba banget Hyung kaya gini," ujar Chenle.

"Gak apa, Dolphin. Ayo, jalan. Kamu mau nyari apa dulu?" tanya Haechan.

"Mau boneka!" sahut Chenle dengan riang. "Abis itu nonton, terus kita makan hotpot."

"Siap, Dolphin."

It's, Okay, I love you. (Hyuckle)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang