.
.
.
.Pagi ini, Jeno dan Jaemin diminta untuk berlatih bersama beberapa Beta yg bertugas menjaga perbatasan. Sekitar dua orang yg diberi perintah oleh Alpha Johnny untuk mengajari Alpha Alpha muda itu bagaimana cara mengendalikan Innerwolf dengan baik dan benar.
“Jaga pikiran agar tetap tenang. Cobalah untuk tidak gugup. Inner Alpha yg sekarang ada didalam diri kalian bisa mendengar dan merasakan segala pikiran dan perasaan kalian masing masing. Jangan mendesaknya agar muncul. Karena dia tahu siapa tuan dan pemilik wolfnya sendiri.”
“Bicara dengan hati. Panggil dia pelan pelan. Maka kalian akan mendengar gerungan halus sebagai bentuk penerimaan darinya.”
Jeno menarik nafasnya rileks. Mencoba mengikuti segala arahan si pria Beta.
Mata sipitnya terpejam, begitu juga nafas yg menderu tenang.
“Hei. Aku Lee Jeno. Apa kau bisa mendengarku?”
‘Hm, aku mendengarmu.’
Kelopak mata Jeno detik itu juga terbuka lebar. Wow, sapaannya berbalas hanya dalam satu percobaan. Juga gerung berat yg menjadi tanda keberadaan Alphanya.
“Dia baru saja berbicara kepadaku. Apa ini akan jadi berbahaya?”
“Sama sekali tidak. Pada kenyataannya, kalian itu satu. Kau dan Alphamu adalah dirimu sendiri. Kau bisa mengajaknya berbicara semaumu, dan bila dia ingin kalian bisa shifting dalam waktu dekat.” Jelas si pria Beta sembari menatap Jeno dan Jaemin bergantian.
“Shifting? Berubah maksudmu?”
“Benar, berubah menjadi seekor serigala. Itu juga jika Alpha bersedia. Perlu kalian ingat, bila dalam wujud serigala naluri Alpha akan mengambil penuh. Dalam artian, giliran kalian yg bersembunyi. Karena Alpha sudah mendapat bagiannya masing masing. Kau ditubuhmu, dan dia dalam wujud serigalamu.”
Jaemin yg sejak tadi berwajah masam langsung melek ketika mendengar hal yg berhasil menarik perhatiannya.
Ia juga penasaran terhadap Alphanya sendiri.
Maka Jaemin dengan segera memejam kedua matanya buru buru, udara yg keluar dari hidung berjalan normal. Jaemin memfokuskan pikirannya agar stabil.
“Aku Na Jaemin, anak dari Na Jeongin dan Na kyungso. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Adikku namanya Na Minjae. Dia nakal, tidak menyukaiku—”
‘Aku juga tidak menyukaimu. Dasar bodoh.’
“Yakh, kenapa kau mengataiku bodoh?! Aku pintar. Pintar main game! Tidak ada seorang pun yg bisa mengalahkanku dalam permainan apapun. Jangan asal bicara!” Bantah Jaemin masih menutup mata. Ia tidak terima dikatai bodoh seperti ucapan hantu semala—?!!
Manik remaja itu tiba tiba melotot lebar. Jangan bilang sosok yg memakinya tadi malam itu ialah...
‘Itu saja jawabannya kau tidak tahu. Cih, tidak salah aku mengataimu serigala bodoh! Pengecut.’
“Sial. Tutup mulutmu! Kau yg bodoh. Dasar anjing liar jelek.”
‘Kau akan bungkam begitu melihat diriku. Aku yg tertampan, tidak sepertimu yg lemah. Banyak bicara. Alpha macam apa dirimu huh?’
“Brengsek!”
‘Kau lebih brengsek, Jaemin. Aku sangat tidak menyukai dirimu, kau tahu?!’
“Kau pikir aku sudi satu raga denganmu?! Cuihh! Jangan harap!” Jaemin berdecak kesal. Alih alih berkompromi bersama Alphanya, ia malah misuh misuh tidak jelas dengan sesekali mengumpati sosok Alpha miliknya itu. Karena masih tidak terima dikatai bodoh terus menerus!

KAMU SEDANG MEMBACA
DYNAMI || Nohyuck ft Jaemren
Fantasy[ON HOLD] Jeno dan Jaemin tiba tiba ditarik masuk oleh sebuah Buku tua bersampul usang kedalam Dimensi aneh. Membawa mereka bergabung dalam suatu pack dengan penghuninya yg hampir sepenuhnya bukan manusia. Menemukan hal yg tidak biasa, segala yg be...