D2 (14)

50 0 0
                                        

Mari yok kita lanjut

Sebelum itu vote sebelum baca dan komen in line saat membaca

Selamat menikmati

Happy reading!


Lagian apa yang mau diperjuangin kan dia udah punya pilihannya dan pilihannya bukan aku.

Tak ada jawaban berarti Angga hanya tersenyum membalas pertanyaan Dafychi.

"Lo gak masalah gue suka sama Ranty? " tanya Angga.

"Nggak. Itu hidup kamu," jawab Dafychi.

"Cocok sih lo berdua. Sama-sama ngerasa gak ada yang salah suka sama pacar temen sendiri," Sedari tadi Rio selalu setia menjadi komentator selingan di antara obrolan mereka.

"Mau bantuin gue gak buat ngehancurin hubungan mereka berdua? Lo kan cantik nih gampang lah deketin Dev. Pelan-pelan aja. Godain dia misalkan." Angga mengeluarkan ide yang ada dipikirannya.

"Ide yang bagus mengingat aku istrinya jadi gak masalah godain suami sendiri gak akan ada yang marah... " mendengar jawaban barusan membuat Angga memiliki secercah harapan karena bisa mendapatkan teman untuk menghancurkan hubungan Devano.

"... Tapi, masalahnya aku gak tertarik untuk itu." semangat Angga pudar saat mendengar kelanjutan kalimatnya.

Rio tak segan menertawakan Angga.

Untuk saat ini Rio memilih membiarkan saja dulu Angga untuk melakukan apapun tapi, bukan berarti Rio tidak waspada ia akan tetap mengawasi. Selagi Ranty tidak tergoda oleh Angga dan Devano tetap percaya pada Ranty maka itu tidak akan jadi masalah.

Bagi Rio, mereka berdua hanya perlu saling cinta dan mempertahankan komitmen.

Rio juga tidak mau hubungan Devano dan Ranty berakhir apalagi karna sahabat sendiri.

"Kenapa coba? lo kan cantik? Angga masih membujuk.

"Cantik gak akan jadi jaminan dia akan berpaling dari Ranty. Mau secantik apapun aku kalo yang dia mau Ranty dia akan tetap sama Ranty. Seseorang kalo udah bener-bener cinta sesempurna apapun orang diluar sana dia gak akan peduli karna bagi dia yang penting orang yang dia mau udah ada disamping dia,"

"Lo tuh kayak orang yang udah berpengalaman dalam urusan kayak gini. Padahal, baru lulus SMA. Delapan belas tahun,kan?"

Dafychi mengangguk menanggapi Rio.

"Udah sering pacaran ya lo?" Tebak Rio melihat Dafychi yang sok banget masalah cinta-cintaan walaupun, ya yang di omongin Dafychi gak salah juga.

"Gak pernah pacaran,"

"Kok bisa lo tau masalah gituan. Kayak orang yang udah pernah ngalamin sebelumnya?"

"Gak tau juga. Ya apa yang aku ucapin tadi cuman spontan aja sesuai sama pemikiran aku yang sekarang,"

"Jadi, gimana nih tawaran gue, mau gak?" sela Angga masih dengan bujukannya.

Rio yang mendengar Angga kembali membujuk Dafychi menghela nafasnya. Ia memilih diam tidak ingin ikut campur karna sekali lagi itu urusannya dengan Devano.

D2 || Series Ke-1 || CompleteTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang