Sebelum baca kuy vote dulu dan jangan lupa buat komen
Happy reading!
Saat ini semuanya sesuai ekspetasi
Hari ini sudah tepat sebulan lamanya pasutri Devano dan Dafychi menjalankan usaha kedai mie mereka, semakin hari pengunjung semakin membludak. Mie mereka sedang viral-viralnya sebulan terakhir tak hanya bersileweran di fyp berbagai platform sosmed tapi, juga sampai masuk acara kuliner di beberapa stasiun televisi. Dari pembeli yang hanya memesan tiga lima porsi sampai ada juga yang memesan hingga seribu porsi.
Membuat mereka yang awalnya hanya memiliki tiga pegawai sekarang memiliki sepuluh pegawai dengan tugasnya masing-masing ditambah mereka juga membuka kedai baru persis di samping kedai sebelumnya.
Dafychi dan Devano bersyukur mereka tidak mengalami halangan selama membuka kedai misal ada yang iri terus mengatakan keracunan setelah memakan mie olahan kedai mereka atau tiba-tiba ada pegawai yang dibayar untuk memasukkan sianida ke dalam makanan atau yang lebih parah membakar tempat jualan mereka.
Saat ini Dafychi sedang izin untuk pergi ke toko kuenya gadis itu memang benar-benar sibuk sekarang. Ia harus membagi tugas dengan baik kadang ia ikut membantu di kedai kadang juga ia melayani pembeli di toko kue selain, itu ia harus pemotretan dan mengelola channel youtube nya yang sekarang sudah memiliki ratusan ribu subscriber dengan konten tutorial make up nya. Belum lagi kuliahnya.
Semua berjalan lancar sesuai ekspetasi Dafychi.
Dan jadilah sekarang Devano yang menjaga kedai ia tidak ikut memasak walaupun sudah sebulan tapi, keahliannya masih kurang jika dibandingkan dengan pegawai mereka.
Devano sudah hapal resep dan takaran tapi, untuk memasak cepat dengan jumlah yang banyak Devano masih belum mampu.
Makanya, Devano lebih memilih untuk melayani pelanggan yang ingin take away saja atau sambil sesekali membuat kan minuman untuk pengunjung.
Sampai saat ia berbalik ia melihat orang yang tidak asing baginya masa lalunya.
"Bang! Beli mie kuah dua sama mie goreng bumbu pedas dua untuk toppingnya ayam geprek satu sama chicken katsu, oh iya saya juga pengen tahu kress nya seporsi sama basrengnya. Take away ya mas genteng," satu dari dua orang itu menyebutkan pesanan yang ingin ia beli dengan senyuman manisnya.
Devano masih diam memperhatikan orang yang saat ini masih sibuk dengan ponsel nya sambil tersenyum.
"Ngapain sih senyum-senyum?" tanya orang yang sebelumnya memesan.
"Lagi digombalin sama suami gue," ujarnya dengan tersenyum cerah.
"Iya deh yang udah nikah. Pakabar sama mantan lo galau berat gak dia?"
"Gak peduli sih gue,"
"Kita duduk disitu aja yuk sambil nunggu!"
Saat Ranty akan menaruh kembali ponsel nya ke tas ia mendongak dan melihat ada Devano di depannya. Jadi, Devano sekarang bekerja jadi pegawai kedai mie ini.
Tapi, Ranty memasang wajah tidak peduli toh memang mereka sudah jadi mantan jadi untuk apa sekedar tegur sapa atau hanya melempar senyum. Ranty paling anti melakukannya untuk mantan.
Devano yang sempat merasakan menghilang dari pijakkannya tersadar oleh kalimat terakhir Ranty yang mengatakan bahwa ia tidak peduli padanya kembali sadar.
KAMU SEDANG MEMBACA
D2 || Series Ke-1 || Complete
General FictionDevano mau tidak mau harus menuruti kemauan Ayahnya menikah dengan gadis yang baru lulus SMA bernama Dafychi yang tidak ia kenal jika ingin warisan ibunya aman. Begitupun dengan Dafychi, ia mau tidak mau harus menuruti kemauan Ayahnya. Devano yang...
