D2 (19)

43 0 0
                                        

Sebelum baca jangan lupa follow dan tekan

Happy reading!

Karena ia tidak mungkin memutuskan hubungan dengan pacarnya untuk melanjutkan pernikahan

Devano yang ditatap seperti itu hanya menampilkan wajah datar dirinya juga membalas menatap mata gadis yang hadir dalam kehidupannya selama seminggu ini. Tak lama, karena memang Devano tidak ingin berlama-lama bertatapan dengan gadis sialan ini.

"Kamu yakin sama dia?" tanya Dafychi.

"Yakin." Devano menekankan satu kata itu pertanda bahwa memang tidak ada keraguan dalam hatinya untuk Ranty.

"Kamu bahagia sama dia?"

"Kenapa enggak?"

"Jadi, kamu tetep mau nikah sama dia? Pilih dia ketimbang aku istri kamu?" tanya Dafychi sekali lagi.

"Tentu. Karna gak mungkin gue mutusin dia cuman buat lanjutin pernikahan gue sama lo!" tegas Devano.

Ia tidak mencintai Dafychi jadi, mau apa.

"Oke. Aku gak mungkin untuk maksa kamu kalo kamunya udah yakin sama keputusan kamu," Dafychi berhenti sejenak kemudian melanjutkan kalimatnya. "Aku harap kalian bahagia bukan cuman salah satu dari kalian tapi berdua,"

"Basi-basi banget lo! Bacot!" Ini juga Devano heran. Bagaimana manusia satu ini bisa masuk ke rumahnya?

"Dev kalo kamu gak bahagia atau terjadi apa-apa temuin aku," ujar Dafychi.

"Gue bakalan bahagia gitu kalo temuin lo?" ucap Devano sinisnya.

"Aku bakalan jadi tempat buat singgah sebelum kamu lanjut ke tujuan kamu,"

"Ran, titip suami aku. Aku yakin kamu pasti akan jadi orang paling bahagia. Minggu depan akan jadi hari yang membahagiakan buat kamu, kamu bisa menikah dengan orang yang selama ini kamu cintai, kamu juga akan memiliki apa yang ingin kamu miliki," senyum kembali merekah di bibir Dafychi.

Dafychi menghela nafas sebentar kemudian mengambil sesuatu di tas menaruh nya di atas meja depan sofa.

" Aku kembalikan yang pernah kamu kasih ke aku. Apartemen sama uang. Aku ngerasa gak enak,"

" Bagus kalo lo sadar diri dengan ngembaliin ini semua ke gue. Lo emang gak berhak dapetin ini semua. Sekarang lo pergi!" usir Devano ia tidak ingin berlama-lama berada di dekat gadis sialan ini.

" Kalo aku boleh tanya. Kenapa kamu gak lanjutin pernikahan kita aja?" sebelum pergi Dafychi ingin bertanya mungkin untuk yang terakhir kalinya.

"Karna gue cinta sama Ranty dan gue maunya dia yang dampingin gue bukan lo. Gue nyesel udah mau nikah sama lo!" jawab Devano.

" Lo denger kan? Gue yang lebih berhak buat ada disamping Dev bukan lo! " timpal Ranty masih dengan kekesalannya.

Ranty juga mana mau sih ada di posisi sekarang tapi, dia juga tidak bisa melepas Devano begitu saja. Jadilah, dirinya memilih menerima permintaan Devano untuk menikah dengannya ketika Devano kembali memintanya sepulang dari mall.

Apalagi jika dirinya mendengar Dafychi sudah menyebut bahwa dirinya pelakor. Ranty tidak terima dikatakan seperti itu!

" Dan, satu lagi gue ingetin sama lo jangan ganggu gue sama calon istri gue!" lanjut Devano sambil merangkul Ranty.

D2 || Series Ke-1 || CompleteTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang