D2 (9)

92 9 1
                                        

Happy Reading!

Don't be siders

Enjoy my story guys🤗

.
.

~~~

Devano memacu langkahnya dengan tergesa, ia tidak sabar ingin menemui Angga dan saat sudah sampai di depan pintu ruangan Angga di kantor lelaki itu Devano tanpa mengetuk apalagi permisi langsung masuk dan nampak Angga tidak sendiri.

Angga dan Rio lantas menoleh ke arah yang sama.

"Gue kira siapa," Angga berujar dengan santai setelah sempat terkejut melihat pintu yang dibuka dengan tidak santai.

"Au dah! Santai aja napa? Udah baikan juga sama ayang," Sahut Rio kembali pada kegiatan sok sibuknya berkutat dengan chat gebetan barunya.

"Gue mau nanya sama lo!" Devano melangkah cepat dengan wajah tidak santai.

"Nanya-nanya aja. Kayak sama siapa aja lo," Jawab Angga kemudian meletakkan map yang tadi dia baca isinya.

"Napa sih lo? Dari tadi kayaknya, gak santai banget," Rio kembali menyahut sambil menunggu pesan balasan dari gebetan dua harinya paling lama mungkin seminggu lagi dia sudah officially.

"Lo yang udah rekam video pernikahan gue sama tuh cewek dan kirim ke Ranty waktu itu?" Tanya Devano lagi dengan tidak santai.

"Lah? Seriusan, Ngga? Berarti Ranty udah tau dari awal dong! Kalo gitu mah, kenapa lo gak ngomong dari awal?" Tanya Rio pada Angga. "Kan, Dev jadi percuma bikin istrinya tutup mulut! Satu apartemen elite ama sekoper!"

Rio dan Angga tau karena Dafychi yang bercerita pada Angga di restoran kemarin.

Devano melakukan, Angga tau, gak afdol kalo Rio gak diajak.

"Rio lo diem! Gue kesini cuman mau ngomong sama nih orang!"

Rio yang mendengar itu jelas tidak terima. Jika Devano berbicara dengan Angga maka, dia harus ikut. Berlaku juga jika ia berbicara dengan Devano maka, Angga harus ikut.

Pokoknya, setiap obrolan apapun itu mereka bertiga harus ikut campur.

"Kata siapa? Ranty?" Tanya Angga masih masa bodo.

Melihat Angga acuh membuat Devano mulai tersulut. Ia menarik nafas sedalam mungkin.

"Lo juga udah ngomong yang enggak-enggak! Lo bilang gue bulan madu padahal, gak ada sama sekali! Maksud, lo apa?"

"Biar dia tau dan biar clear. Perkara bulan madu ya buat manas-manasin, siapa tau abis itu Ranty nemuin lo dan lo bisa ngomong ke dia," Ucap Angga santai.

"Gue bisa sendiri! Lagian gue udah bilang jangan kasih tau Ranty! Jangan kasih tau siapapun! Cukup kita!" Sentak Devano.

"Lo tau gue sama Ranty hampir selesai gara-gara semuanya dan itu semua karena lo yang bikin kacau! Pengkhianat lo!" Lanjutnya.

" Woy, Dev! Ya, kali perkara pacar lo tau doang lo main nge cap nih bocah pengkhianat," Sambar Rio.

"Diem lo! Gue udah bilang ini antara gue sama Angga! Lagian orang yang gak bisa jaga kalo dikasih kepercayaan, apa namanya? Pengkhianat, kan? Gue minta dan gue percaya dia gak ngomong apapun sama siapapun tentang pernikahan bullshit gue itu!"

D2 || Series Ke-1 || CompleteTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang