Pagi ini bible membawakan nya sarapan, ada roti dan juga susu disana. Build meletakkan nampan ke atas meja lalu ia duduk bersimpuh menghadap televisi sambil menggenggam tangannya sendiri, ia memejamkan matanya lalu bersandar ke tempat tidur. Ia mencoba untuk menenangkan pikiran nya dan membuang semua pemikiran serta kenangan buruk, build berusaha untuk mengingat kenangan kenangan manis agar ia merasa lebih tenang.
-
"Bui, lihat ini"
"Wah mau.. Kak, bui mau"
"Kalau mau coba kamu duduk dulu"
Build kecil duduk dengan tenang menuruti perkataan kakaknya, kakaknya lalu memberikan build kecil sebuah permen coklat.
"Bui suka?"
"Suka, lasanya manis cekali"
"Tapi bui tidak boleh makan permen banyak banyak ya"
"Kenapa kak"
"Nanti gigi bui berlubang, terus kalau berlubang nanti ada ulat di dalam gigi bui"
"Ulat? ihhh bui tidak suka"
"Kalau bui tidak suka, habis makan permen bui harus sikat gigi oke"
"Oke"
"Pintar"
Ucap sang kakak lalu mengusap kepala adik kecilnya itu, mereka berdua duduk di taman rumah yang di penuhi oleh pepohonan dan bunga.
"Isaac, build"
"Ibu"
"Oh ternyata kalian disini", ibu mereka datang sambil membawakan sepiring kue untuk kedua putra nya
Ibu menggelar sebuah kain lalu meletakkan piring makanan di atasnya, build kecil berbaring di pangkuan sang ibu sedang kan Isaac hanya bisa duduk sambil membaca buku. Ia harus mengalah pada adiknya karena dia sudah lebih besar dan sudah paham tentang bagaimana caranya mengalah, jadi Isaac akan selalu mendahulukan adiknya di situasi apapun walaupun jauh di lubuk hatinya ia iri dengan adiknya.
Build kecil memakan kue dengan lahap, saat Isaac hendak mengambil kue buah tiba-tiba ibunya mengambil kue itu lalu menyisihkan nya.
"Isaac makan yang coklat saja ya, yang buah untuk adik kan adik suka kue buah"
"Iya bu"
Isaac hanya bisa menuruti perkataan ibunya, ia mengambil kue coklat lalu memakannya. Sebenarnya Isaac sangat menyukai kue buah, namun semenjak build meminta kuenya dan berkata pada sang ibu kalau ia menyukai nya akhirnya ibu sering memberikan kue buah pada build. Lagi dan lagi Isaac harus rela mengalah karena ia tidak ingin membuat ibunya marah.
Keesokan harinya
Isaac dan build di tinggal berdua di rumah karena ibu mereka pergi berbelanja di supermarket yang cukup jauh dari rumah, karena cuaca sedang sangat terik dan lokasi supermarket yang mengharuskan menggunakan kendaraan umum agar lebih cepat akhirnya ibu meninggalkan kedua putranya di rumah saja.
"Isaac, ibu mau pergi belanja dulu ya mungkin sekitar 2 jam. Kamu dirumah jagain build ya, jangan pergi kemana mana sampai ibu pulang, sebentar lagi ayah mungkin akan sampai rumah jadi kamu diam saja di rumah ya"
"Iya ibu"
"Build, kamu dirumah dulu sama kakak ya sayang. Jangan nakal ya"
"Iya ibu"
Setelah berpamitan, ibu pergi membawa tas belanjanya. Isaac dan build bermain di dalam rumah, mereka memainkan banyak permainan agar tidak bosan. Namun tiba-tiba build pergi keluar dari rumah dan bermain di sekitar taman, Isaac yang tengah membuatkan susu untuk adiknya itu tidak tau jika adiknya sudah pergi ke taman. Saat sudah selesai membuat susu, Isaac mencari keberadaan build di ruang tamu namun tidak ada.
KAMU SEDANG MEMBACA
Declaration
FantasyDi bawah payung hitam aku berteduh sendirian, terselimuti oleh kabut aku kedinginan dan buta 'Hidup manusia mana yang penuh warna? Hidup manusia mana yang isinya bahagia setiap hari?' Iya, ternyata benar. Tidak ada. Panca indera pun tak mampu melih...
