∞∞∞
September 09, 2018
Yuta menatap Taeyong yang berjalan di sampingnya, dia bertanya-tanya tentang apa yang dipikirkan oleh sahabatnya itu, soalnya genggaman tangan Taeyong padanya terasa begitu erat dan tangan pria tampan itu berkeringat.
"Kau oke, Taeki?" tanya Yuta.
"Sama sekali tidak, aku gugup." Jujur Taeyong, yang tentu saja membuat Yuta kebingungan, memang apa sih yang akan dilakukan oleh sahabat tampannya itu sampai ia gugup dan berkeringat begini?
"Ayo beli sesuatu, aku ingin camilan!" ajak Yuta yang diangguki saja oleh Taeyong.
Keduanya berjalan mencari camilan di sekitar taman, kebetulan area taman selalu ramai dengan penjual, ada area yang dikhususkan bagi mereka penjual kaki lima berjualan di sana. Saat sore begini suasana memang sangat ramai, Yuta tak mau terpisah dari Taeyong.
"Taeki, kita duduk di sana saja yuk? Kelihatannya sepi tidak ramai seperti tempat yang lain." ajak Yuta, Taeyong mengangguk.
"Camilannya cukup ini saja?" tanya Taeyong pada Yuta, mereka sudah berkeliling dan Yuta tidak membeli banyak.
"Mm, nanti makan malam di luar sekalian bagaimana? Aku akan bilang pada tou-san dan kaa-san." Taeyong terkekeh dan mengangguk.
"Ah benar, apa nanti kita akan pergi ke kediaman Park? Menemui Jaehyun dan Jaemin?" tanya Taeyong.
"Enaknya bagaimana? Aku hari ini ingin berdua dengan Taeki." Ujar Yuta dengan nada bicara yang memelan di akhir.
"Oh begitu? Baiklah tak usah ke sana, lagipula jelas Jaehyun juga tak akan mau diganggu." Taeyong tahu benar, dia justru akan langsung ditendang oleh sulung Jung gitu bahkan tepat sebelum bergabung.
"Jadi, kau mau bicara apa?" tanya Yuta langsung, dia duduk sembari mencomot bunga kapas di tangannya.
"Membicarakan apa yang dibahas tadi pagi bersama kedua orang tuamu." Jawab Taeyong, Yuta mengernyit.
"Tentang hubungan kita?" Taeyong mengangguk.
"Perkataan tou-san tak perlu kau pikirkan," ujar Yuta langsung, dia tak menatap ke arah Taeyong, dia tak ingin Taeyong melihat sirat sedih dari matanya.
"Sayangnya aku sangat memikirkan itu. Kau tahu? Aku pernah mencoba untuk menyukai perempuan atau pria manis selain dirimu, tapi tak berhasil, semua yang terbayang di kepalaku hanya kau, aku dulu tak paham, apa yang membuatku terus terbayang olehmu? Mengapa setiap aku melangkah sosokmu selalu membayangiku. Kau jauh sebentar saja aku sudah menggila mencarimu, aku benar-benar takut kau tak ada dijarak pandangku." Yuta diam mendengarkan semua perkataan Taeyong.
"Dulu aku juga berpikir, ah pasti hanya rasa suka sesaat saja, tapi tidak, aku tak bisa melepaskan piikiranku darimu. Aku ikut tertawa saat kau tertawa, aku menangis saat kau menangis, aku marah saat kau marah. Puncaknya saat kejadian yang menimpamu kala itu, aku merasa ikut mati karena kau tak kunjung bangun. Aku menangis saat melihatmu yang seperti itu. Aku merasakan sakit yang kau derita." Yuta meletakkan gulali miliknya dan sepenuhnya menatap ke arah Taeyong yang masih asyik menatap depan.
"Kau orang yang mendorongku untuk bisa menjadi lebih kuat. Aku mengikuti latihan keras bersama pamanku, ayah Jaehyun, saat kau berjuang untuk sembuh, aku pun berjuang menjadi lebih kuat." Taeyong kini tidak lagi menatap ke arah depan, dia memfokuskan pandangannya pada Yuta yang ada di sampingnya, yang kini juga menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Yuta, Yukiku sayang, aku tidak tahu harus mengatakan apa, aku hanya ingin mengatakan ini saja, aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Mau menjadi pasanganku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] The Bosses' Lovers
Fanfiction⚠️🅱️❌🅱️⚠️ ‼️Don't Like Don't Read‼️ Cerita manis si kembar Oh dan Jaehyun bersama sosok yang mereka cintai. Cerita manis Jaemin dan Jongin yang menghabiskan hari-harinya bersama para kesayangannya. Start : 24/08/2022 End. : -
![[BL] The Bosses' Lovers](https://img.wattpad.com/cover/320063984-64-k316238.jpg)