bagaimana jadinya ketika musuh mu Mala menjadi teman sekerja mu dan bagaimana jadinya ketika kau dipercaya untuk menjadi seorang mata-mata untuk menjalankan sebuah misi besar, semua itu akan di jawab oleh Sofyan dan Jenifer
Jenifer terdiam melihat tingkah Sofyan, tanpa meminta persetujuan Jenifer ia langsung memeluknya sehingga membuat siswa siswi di sekolah tersebut heboh
" Gila Jenifer di peluk Sofyan" ucap mereka dengan antusias
" Mereka berdua pacaran ya?" Ucap yang lain
" Yan loh ngapain sih meluk gue" ucap Jenifer berbisik kepada nya
" Karena gue mau lh" ucap nya
" Jen gue pergi duluan ya, soalnya ada panggilan dari kepala sekolah" ucap pria itu, dia terlihat tidak nyaman melihat Sofyan memeluk Jenifer
" Oooo iya" ucap Jenifer sambil berusaha melepaskan pelukannya
" Loh ngapain sih Yan, meluk gue di tengah lapangan lagi" ucap Jenifer kesal
" Biarin aja, supaya orang tau kalau loh tuh cuma punya gue aja, mulai sekarang loh jadi pacar gue gak ada penolakan" ucap Sofyan dengan tegas
" Loh mana bisa gitu,gue belum ngomong apa-apa loh udah bilang gitu" ucap Jenifer
" Sekarang gue nanya loh,loh suka sama gue?" Mendengar pertanyaan tersebut Jenifer terdiam,dia bingung harus menjawab apa karena di hatinya dia masih menyayangi Sofyan hanya saja dia ragu karena takut Sofyan tidak mencintainya
" Gue-gue suka sama loh,tapi gu-"
" Ya udah kalo gitu fiks kita jadian" belum selesai berbicara Sofyan memotong nya
" Tapi gue pengen tanya loh beneran suka Sama gue atau cuma bercanda?"
" Gue gak pernah bercanda sama perasaan gue Jen,gue udah suka sama loh dari awal kita bertemu tapi gue gak sadar sama perasaan gue, bohong kalau gue gak rindu sama loh, ngeliat loh menjauhi gue, gue sedih Jen,gue mikir apa loh suka sama gue atau gak karena itu gue ragu untuk menyatakan perasaan gue ke loh" ucap Sofyan panjang lebar mendengar itu Jenifer tersenyum
" Makasih Yan" Jenifer kemudian memeluknya dan di balas oleh Sofyan
***
Hari terus berlalu Jenifer dan sofyan mulai fokus dengan ujian akhir mereka
" Yan kamu tau gak, kalau selen sama deren udah jadian?" Tanya Jenifer
" Gak tau, mereka udah jadian kapan?" Tanya Sofyan penasaran
" Kata selen baru Minggu lalu"
" Dari sejak kapan mereka berdua dekat?" Tanya Sofyan
" Kurang tau" ucap Jenifer
" Tapi gak papa deh lebih baik lagi kesian sih deren selalu sendiri" ucap Sofyan sambil tersenyum
" Iya bener akhir-akhir ini aku ngeliat deren itu lebih sering tersenyum" ucap Jenifer
" Tuh contoh nya" Sofyan menunjuk ke arah depan mereka terlihat kedua sejoli tersebut sedang bergandengan tangan sambil berjalan.
" Cieee ada yang baru jadian ni" ucap Jenifer menggoda
" Ssttt diam Jen" ucap selen gugup
" Kenapa harus takut sih, lagian orang juga udah tau" ucap Jenifer
" Ya tapi gak usah teriak juga kali" ucap selen kesal
" Kalian berdua ternyata diam-diam udah dekat ya" ucap Sofyan
" Bukan diam-diam tapi loh berdua aja yang gak tau kalau kita berdua udah dekat"
" Tapi kenapa loh gak cerita ke gue Len"
" Gimana mau cerita loh aja sering ngehilang" ucap selen
" Iya sih hehehehe" ucap Jenifer tersenyum
***
Hari ujian sudah tiba mereka mengikuti nya dengan baik, setiap hari Jenifer dan sofyan selalu menghabiskan waktu dengan belajar bersama, bahkan jika ada waktu mereka berdua sering berkunjung ke markas hanya sekedar datang menjenguk Edward hari ini adalah hari terakhir mereka ujian setelah pulang dari sekolah mereka berdua langsung menuju ke markas
" Selamat siang pak" ucap Jenifer kepada Edward yang sedang duduk menunggu mereka berdua
" Akhirnya kalian berdua datang,aku memilih misi baru untuk kalian berdua"
" Hah misi baru?" Ucap keduanya bersama-sama
" Iya,misi menyelamatkan kucing ku" dia menunjuk ke arah jendela memperhatikan seekor kucing sedang duduk di luar kaca jendela, Jenifer dan sofyan terdiam mematung
" Pak kucing nya gak mau datang pak" ucap Jenifer, sudah hampir satu jam namun kucing tersebut belum berhasil di ambil
" Pus pus sini ayo makan" kucing tersebut tidak menghiraukan ucapan mereka berdua karena posisinya di luar jendela jadi kesusahan bagi mereka berdua untuk mengambilnya
" Sialan ni kucing" ucap Sofyan karena kesal dia kemudian memukul kaca tersebut, kucing itu pun kaget karena kesal dia kemudian berlari ke arah mereka berdua dengan marah
" Aaaaaa Yan kucing nya marah" ucap Jenifer sambil berlari ketakutan
" Hahahahah" Edward tertawa melihat mereka berdua
" Iiiii bapak ngeselin" kesal Jenifer
" Makasih udah buat kucing saya kembali" ucap Edward dia kemudian mengambil kucing tersebut dan kemudian pergi
" Dih kita di tinggal" ketus Jenifer
" Ya udah kita berdua pergi aja" mereka berdua kemudian pergi menuju taman yang pernah mereka berdua kunjungi beberapa bulan yang lalu
" Gak kerasa udah lama ya kita pernah kesini,dan waktu pertama datang loh waktu itu bilang sama anak-anak SMP itu kan kalau gue itu bawahan loh" ucap Jenifer
" Iya gue ngomong kaya gitu karena gue gak suka mereka dekat loh" ucap Sofyan
" Iiiii pacar aku ternyata cemburuan" ucap Jenifer sambil mencubit pipi Sofyan
" Gak usah di cubit lah Jen sakit tau"
" Lemah kamu" ucap Jenifer
" Apa lemah,kamu bilang aku lemah" Sofyan mengatakannya sambil berjalan mendekati Jenifer, melihat aksi Sofyan Jenifer berjalan mundur tetapi Sofyan menahan lengannya dia menarik Jenifer ke pelukannya
" Kamu gak boleh tinggal kan aku apa pun yang terjadi" ucap nya di telinga Jenifer,dia kembali menatap wajah Jenifer dan kemudian mencium bibir wanita itu
" I love you Jenifer" ucap nya di sela ciuman itu
End
Akhirnya cerita two Spyselesai juga, terima kasih buat kalian yang sudah setia mengikuti cerita ini😘😘maaf jika cerita nya gak panjang karena memang aku rencanakan cerita ini gak panjang konflik nya juga mau di buat terlalu ribet, sampai ketemu di cerita ku yang lain🤗🤗🤗
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.