22. BAHAYA BUKU BAJAKAN

179 29 0
                                        

Pemateri : Partikel Atom

Di dunia perbukuan, sering kita mendengar istilah buku bajakan. Apa itu buku bajakan? Buku bajakan adalah buku yang diproduksi secara ilegal, melanggar hak cipta dan tidak memiliki izin, baik dari penerbit atau penulis. Tentu saja dari kasus ini akan banyak pihak yang dirugikan, dimulai dari penerbit, pembaca dan terutama penulis.

Mari kita lihat apa saja kerugian yang diakibatkan dari jual-beli buku bajakan ini:

1. Merugikan industri penerbitan secara finansial. Karena jelas saja pada penjualan buku bajakan tidak akan masuk royalti penjualannya ke penerbit. Sementara kita ketahui, pihak penerbit sendiri bertumbuh dari hasil penjualan buku. Gaji karyawan, mulai dari editor, designer, layouter, petugas packing, kalau penerbit besar ada tukang bersih-bersih, satpam, dan lain-lain. Bahkan royalti penulis juga dari sana. Buku bajakan telah memutus rezeki banyak pihak. Jadi, stop beli buku bajakan.

2. Merusak reputasi penulis dan penerbit. Untuk menjadi buku, sebuah naskah melewati proses yang sangat panjang. Mulai dari penulisan yang butuh waktu berbulan-bulan/bertahun-tahun, proses editing hingga proses cetak yang membutuhkan pikiran, waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Tujuan dari semua proses itu adalah demi untuk memberikan hasil buku dengan kualitas terbaik kepada pembaca. Namun dengan adanya buku bajakan dengan kualitasnya yang sangat jelek itu, justru bisa mencoreng dan mengurangi kepercayaan pembaca karena kualitas yang mereka dapatkan dari buku yang mereka beli sangat jauh dari yang mereka harapkan. Banyak pembaca yang belum begitu paham soal buku bajakan ini, sehingga segala hal mengenai buku, yang menjadi sorotan mereka adalah penulis dan penerbit. Padahal jelas, buku bajakan di luar tanggung jawab penulis dan penerbit.

3. Menghambat kreatifitas para penulis. Dengan adanya royalti dari penjualan buku, seorang penulis akan semakin bersemangat dalam berkarya. Tapi dengan kasus buku bajakan ini, penulis bisa saja kehilangan motivasi untuk melahirkan karya-karya baru.

"Bagi pembeli buku bajakan apa ada dampaknya? Jelas ada.

"Bang, kan pake duit sendiri masa ngerugiin orang sih?

"Saya tidak punya uang yang cukup kalau beli buku original, Bang. Makanya saya beli buku bajakan."

Mari simak beberapa poin berikut. Apa saja dampak dari kamu beli bajakan:

1. Kamu telah melanggar hukum. Ini jelas. Pemerintah kita melindungi hak cipta sebuah karya termasuk buku. Berdasarkan Undang-Undang pasal 40 ayat (1) huruf a UU Hak Cipta. Ada juga pada pasal 113 ayat (4).

2. Tidak menghargai karya penulis. Menulis sebuah buku tidak gampang Bro/Sis. Coba aja deh!

3. Kamu akan dirugikan karena kualitas buku yang sangat jelek. Harga murah tidak sebanding. Ada banyak opsi kalau kamu memang belum mampu beli buku original. Seperti menabung, beli pada saat ada promo, beli buku bekas yang masih layak baca, pinjam punya teman, baca di perpustakaan, dan cara lainnya.

4. Merugikan banyak pihak, seperti yang sudah dipaparkan di atas.

Sekarang mari kita lihat ciri-ciri buku bajakan seperti apa:

1. Warna dan kualitas sampul yang buram. Tidak ada finishing karena dikerjakan secara asal-asal. Adapun pada sampul buku original terdapat efek timbul (emboss).

2. Kualitas kertas dan tinta yang jelek.

3. Perekat buku tidak rapi. Sehingga lembar halaman gampang copot dan sobek.

4. Harga yang terlalu murah. (Wajar, kualitasnya juga murahan).

5. Banyak halaman yang cacat atau buram, halaman yang tertukar, potongan kertas tidak rapi, dan masih banyak kekurangan lainnya.

Setelah ini, jangan beli buku bajakan lagi ya. Tobat!

TIPS KEPENULISANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang