Pemateri : Kak Helloimnella
Mau jadi penulis? Atau mau jadi penulis yang banyak pembaca?
Untuk menjadi seorang penulis, memang perkara yang mudah. Tetapi apakah kita bisa disebut penulis jika karya kita tidak memiliki pembaca?
Pada kesempatan kali ini, aku akan membagikan sedikit tips menulis novel yang menarik.
Dimana cerita yang menarik, akan mendatangkan banyak pembaca dan penikmat. Di sini aku memberikan informasi secara umum, ya. Jadi kemungkinan berhasil atau tidaknya tentu saja tergantung usaha kalian 😊
1. Tentukan genre cerita
Sebelum mulai menulis, ada baiknya kita menentukan cerita apa yang akan dibuat. Banyak genre cerita yang bisa kita tulis seperti romance, thriller, marriage life atau horor.
Tips dari aku pribadi, pilih genre yang sesuai dengan style kamu. Jadi kalau kamu suka dengan cerita romance, kamu bisa memulai dengan genre tersebut. Untuk permulaan jangan pilih genre yang gak kamu banget, misalnya kamu tidak suka horor tapi memaksa menulis cerita horor. Bukan berarti membatasi diri dan tidak mau berkembang hanya saja hal ini akan mempengaruhi proses kamu menulis, karena nantinya kamu tidak akan enjoy. Kalau tidak enjoy dalam menulisnya bagaimana cerita kamu akan tersampaikan dengan baik pada para pembaca?
2. Cari inspirasi
Selanjutnya setelah menemukan cerita apa yang akan ditulis, coba cari inspirasi. Bisa dengan membaca buku, menonton film atau berkhayal. Dari ketiga cara tersebut pasti kalian akan menemukan ide secara tiba-tiba. Biasanya saat sedang berkhayal kita menciptakan dunia fiksi sendiri, dan itu bisa menjadi inspirasi untuk dituangkan dalam
sebuah tulisan.
3. Target pembaca/audiens
Bayangkan siapa saja orang yang akan membaca ceritamu. Atau tentukan target pembacamu sendiri. Misal kamu akan menulis genre marriage life, berarti target pembacamu adalah orang berumur 20 tahun ke atas. Dengan menentukan audiens, kalian bisa memilah penggunakan kata dan juga adegan dalam cerita. Begitupun jika kamu akan menulis cerita anak sekolahan, kamu harus menggunakan kata-kata yang sesuai dengan pembaca remaja.
4. Buat alur cerita
Biasanya sebelum menentukan tokoh, kalian bisa menentukan jalan cerita atau alur yang akan dibuat. Semisal kalian ingin membuat cerita tentang perjodohan, kalian bisa menulis alur secara garis besar dari awal pertemuan, perjodohannya, lika-liku kehidupan setelah perjodohan dan terakhir, ending. Apakah perjodohan mereka berhasil atau malah batal, kalian bisa menentukannya di awal.
5. Menentukan tokoh, karakter, latar tempat
Tokoh dalam cerita kalian pasti butuh nama, kan? Nah, kalian bisa memilih nama-nama yang menarik dan unik untuk tokoh kalian. Biasanya nama yang unik dan mudah diingat akan disenangi para pembaca dan terkadang terus mengiang di ingatan mereka. Setelah menemukan nama-nama tokoh, selanjutnya kalian tulis karakter dari masing-masing tokoh tersebut.
Dengan menentukan karakter setiap tokoh, kita jadi bisa tahu bagaimana pembawaan tokoh tersebut dalam cerita. Begitupun dengan dialog yang dipakai. Contoh karakter tokoh itu seperti cowok A sifatnya cuek, jutek dan tidak banyak omong. Jadi nanti dialog cowok A itu juga berdasarkan sifat tersebut. Jangan malah sebaliknya, cowok A itu jutek tetapi kamu buat dialognya dia sedang melucu/lawak, jatuhnya jadi tidak cocok dengan karakter si cowok.
Di bagian penokohan ini, kalian juga bisa menentukan siapa tokoh utama dan tokoh pembantu serta tokoh tambahan. Biasanya tokoh utama memiliki karakter yang paling menonjol dari tokoh yang lain.
Jangan lupakan juga latar tempat yang kalian gunakan. Jika kalian tinggal di suatu kota atau desa, kalian bisa menggunakannya karena dengan begitu cerita kalian kan terasa lebih nyata. Atau kalian juga bisa menciptakan tempat atau kota baru khusus untuk cerita kalian.
KAMU SEDANG MEMBACA
TIPS KEPENULISAN
Non-FictionSIMPAN DI PERPUS BIAR DAPAT INFO UPDATE. *** Tulisan-tulisan di dalam buku ini adalah merupakan kumpulan materi saya saat mengisi seminar-seminar kepenulisan dan materi dari kelas kepenulisan saya (PARA LOVERS). Semoga bisa membantu teman-teman penu...
