Pemateri : Kak Nur Hoiriah
Romance adalah genre yang paling banyak diminati oleh penerbit dan pembaca. Memilih untuk menulis genre romance memang menjadi tema yang sering dipakai oleh penulis pemula ataupun penulis senior. Siapa sih yang tidak pernah mengalami jatuh cinta dan patah hati? Romance adalah sebuah genre yang dialami banyak orang. Masalahnya, seringkali pembaca genre romance akhirnya bosan dengan cerita cinta yang monoton dan bisa dengan mudah ditebak alurnya. Akhirnya, belum membaca isinya, hanya dilihat dari sinopsis, terkadang calon pembaca berpikiran skeptis terhadap sebuah buku romance. Padahal jika tahu ramuannya, romance pun bsia diubah menjadi menarik dan tidak mudah ditebak.
Saya selama menulis di wattpad, mengambil genre romance-spiritual. Meskipun peminatnya dulu sedikit, kenapa saya lebih suka menulis genre spiritual? Karena tujuan saya menulis itu untuk mengajak kebaikan kepada pembaca, berharap ada satu kalimat yang saya sampaikan dapat membawa perubahan yang lebih baik kepada pembaca. Terlebih menulis genre religi itu sebagai pengingat dan memuhasabah untuk mengingat-Nya.
Novel religi selalu dan akan selalu mendapatkan tempat tersendiri di hati para pembacanya. Tema novel religi memang beragam, mengikuti arus perkembangan zaman, namun pesannya jelas hanya satu, yaitu mengusung ajakan kebaikan. Novel religi adalah dakwah secara halus lewat rangkaian kata-kata dan balutan cerita sarat makna. Harapan akhirnya tentu pembaca maupun penulis menjadi pribadi yang semakin baik setelah membaca karya tersebut, dan bisa membagikan kebaikan tersebut kepada orang-orang dan lingkungan sekitarnya.
Berikut Tips Menulis cerita Genre Romance-Spiritual / Religi
1. Membaca buku-buku yang bertema Islam
Membaca buku tidak melulu buku novel bertema religi saja , tetapi bisa juga berupa buku non fiksi, sejarah tokoh - tokoh Islam, fiqih, hadist, buku tafsir dan apa saja yang bisa dijadikan bahan untuk memperkaya novel kita. Menulis novel apapun temanya, memang membutuhkan banyak sekali sumber, hanya bedanya dalam novel religi, kita lebih mengkhususkan diri untuk menggali sumber bernafaskan Islam dan meramunya dengan indah ke dalam novel kita. Misalnya nih, teman2 dalam menulis novel religi mencantumkan cerita sahabat nabi kisah Umar bin Khattab yang hijrah, terus ada pembaca yang komen misal, "cerita nya nggak gitu harusnya gini." temen-teman kalau tidak punya sumbernya pasti akan kesulitan menjawab. Namun, akan beda jika teman-teman punya sumbernya dan mencantumkan sumbernya. ,"Makasih sudah diingatkan, itu sumbernya dari mana kalau boleh tahu? aku sih sumbernya dari buku A, halaman 100-115 karya A dan terbitan penerbit A." kan nyaman ke kitanya juga.
Tapi ingat, kalau kalian mencantumkan hadis juga harus bener2 hadis yang shahih... biasanya aku kalau mencantumkan hadis nggak hanya asal cantumin hadis yang ada di internet saja, meskipun aku nggak hapal hadis. Tapi, aku biasanya cari hadist itu shahih atau tidak, caranya biasanya aku lihat video ceramah ustad Adi Hidayat misal membahas masalah hijab, beliau kan suka cantumin hadis, nah, biasanya aku ambil sumber hadistnya dari situ. Kalau dari website biasanya aku ambil sumber dari rumaysho.com atau muslim.or.id Kalau kalian masih ragu bisa tanyakan ke guru ngaji kalian, biasanya aku juga tanya2 ke orang yang lebih paham tentng agama. Karena takutnya kalau kita slah cantumin hadis atau dalil bisa menjerumuskan pembaca, dan kita sbagai penulis religi musti hati-hati.
2. Menyiapkan kerangka yang solid terutama untuk penokohan, setting cerita, tema dan konflik hingga penyelesaian konflik
Ide dasar dan misi yang diusung dalam sebuah novel religi harus menjadi landasan utama dalam penulisan novel tersebut. Setelah mendapatkan ide dasar dan tujuan pembuatan novel, bangunlah penokohan yang menarik, karakter-karakter yang bisa menjadi panutan pembaca dengan segala kebaikan yang dimilikinya dan juga keterbatasannya, namun tetap lekat dengan sikap humanisme, atau dengan kata lain, tokoh tersebut harus hidup, tidak sempurna karena tidak ada manusia yang sempurna namun dengan ketidaksempurnaaannya tersebut tetap bisa menjadi pribadi yang baik dan menyelesaikan segala konflik yang ada. Buat juga tokoh antagonis yang tidak melulu jahat, namun ada alasan mengapa ia menjadi jahat, hingga tokoh yang abu-abu untuk menambah semarak cerita. Seting cerita religi bisa dimana saja. Namun kebanyakan novel religi mengangkat setting di negara dengan penganut Islam yang mayoritas. Namun di wilayah dengan muslim minoritas pun, setting novel religi tetap bisa ditulis. Apapun pilihanmu, yang penting ide cerita tersebut unik dan memiliki diferensiasi dengan novel-novel yang sudah ada sebelumnya. Salah satu daya tarik yang muncul pertama kali ketika kita melihat sebuah buku adalah keunikan. Jadi usahakan membuat novel religi yang unik namun tetap berpijak pada konsep dasar sebuah novel religi.
3. Perhatikan rambu-rambu penulisan novel religi
Agar lulus sensor di pihak penerbit, novel religi memiliki sejumlah aturan yang harus diikuti. Selain penggunaan bahasa yang baik dan santun, novel religi juga harus memperhatikan hubungan antar tokoh yang tidak boleh melanggar aturan Islam. Tidak ada istilah pacaran sebelum nikah dan hubungan terlarang lainnya. Kalau pun ada hubungan cinta antar tokoh, sedapat mungkin digambarkan sesuai aturan Islam.
Dialog dan jalan cerita yang terbangun pun tidak boleh menjurus kepada hal-hal yang negatif. Semua ide dan jalan cerita harus tetap mengusung dan berpegang teguh kepada tujuan utama penulisan novel yaitu ajakan kepada kebaikan.Jadi, dalam menulis religi itu misal ada cinta antar tokoh sebelum halal, jadi mereka hanya bisa mencintai dalam diam tidak pacaran dan harus jaga batasan juga. Jangan sampai ada adegan pegangan tangan, duduk berdekatan, pelukan meskipun itu baper tapi dalam genre religi tidak boleh. Kecuali kalau dua tokoh itu sudah menjadi psangan suami istri.
4. Cari tahu keinginan pembaca
Pembaca novel religi menginginkan pencerahan ketika membaca novel religi. Pencerahan ini berarti juga pembelajaran tentang hidup, bagaimana mengatasi masalah dengan cara yang diridhai Allah hingga pesan kebaikan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi buatlah sebuah novel religi yang menyentuh, mengandung pesan yang jelas, penyelesaian masalah dengan cara yang bijak dan sesuai koridor agama Islam serta bisa diambil nilai moralnya.
5. Menulislah dengan hati
Tips terakhir ini berlaku untuk semua jenis novel apalagi ketika menulis novel religi. Menjadi bestseller, mendapatkan royalti berlimpah bukan tujuan utama penulisan novel religi. Itu semua hanya bonus dan rewards. Yang terpenting adalah berdakwah dan mendapatkan kepuasan batin serta spiritual, ketika pesan yang kita usung dalam novel religi sampai ke hati pembaca dan membawa perubahan positif di kehidupan pembacanya. Inilah yang terpenting.Menulis novel religi adalah sarana yang baik untuk berdakwah. Bahasa yang halus, santun, pesan moral yang jelas, pembelajaran dalam kehidupan hingga ayat-ayat Qauniyah yang tersebar di seluruh penjuru jagad raya yang kita masukkan dalam novel religi, bisa langsung menyentuh hati pembaca yang memiliki hati yang baik dengan tujuan hidup yang baik pula. Jadi jangan ragu untuk menulis novel religi dan mulailah berbagi kebaikan lewat novel religimu ya.
Itulah beberapa tips cara menulis genre romance-religi . Mohon maaf kalau ada kesalahan kata hehe... pokoknya buat kalian yang mau belajar menulis. Semangat dan selamat menulis😊
KAMU SEDANG MEMBACA
TIPS KEPENULISAN
Non-FictionSIMPAN DI PERPUS BIAR DAPAT INFO UPDATE. *** Tulisan-tulisan di dalam buku ini adalah merupakan kumpulan materi saya saat mengisi seminar-seminar kepenulisan dan materi dari kelas kepenulisan saya (PARA LOVERS). Semoga bisa membantu teman-teman penu...
