Dalam Bahasa Jawa, Damar berarti lampu,
Penerang dalam kegelapan,
Namun, kenapa aku sering merasa hilang arah?2015
"Aku menyukaimu"
Damar menatapnya cukup lama. Seorang gadis dengan kucir kuda berdiri tepat di hadapannya saat ini. Tampak raut cemas dan ragu sedang merayapi diri pada seseorang itu.
"Lantas, bagaimana dengan sahabatku? Bukankah kau sedang menjalin hubungan dengannya?"
"Iya..."Manik cokelat terang milik gadis itu meredup. Damar tak tahu harus mengatakan dan melakukan apa lagi. Ini terlalu tiba-tiba untuknya. Dirinya hanya menganggap seseorang dihadapannya saat ini sebatas teman atau sebatas kakak saja, tidak lebih dan tidak kurang dari itu. Namun kenapa gadis itu menganggap dirinya lebih, disaat hubungan sahabatnya dengan gadis itu masih terjalin.
"Sampai disini saja, maaf.."
Damar memutuskan untuk meninggalkan seseorang itu sendirian. Rasa bersalah menyelimuti dirinya. Harusnya sedari awal tidak mengenal satu sama lain saja. Dia tidak mau mengkhianati persahabatannya.
****Last time I hold you
Just 'cause you needed heart to console you
When I can't give you reasons
Hate that love can be a thing you lose
There's nothing you or I could do
We were fools to fall and it's nobody's fault, no
'Cause I've been running from the sun
And I've got nowhere left to hideReff:
Every night I close my eyes
And wish I was still in love
Trying to fight, at war with my mind
It's gonna kill me to give you up
Darling, this is gonna hurt
No, I won't regret it
'Cause I loved you first
But someone will love you betterOoh-ooh-ooh
Ooh-ooh-ah
'Cause I loved you first
But someone will love you better
Darling, this is gonna hurt
I won't regret it
'Cause I loved you first
But someone will love you better(Someone Will Love You Better - Johnny Orlando)
"Lama tidak mendengar kau bernyanyi"
Seorang lelaki melangkah mendekati tempat Damar berada. Lantas ia menghentikan jemarinya memetik pada senar gitar. Kepalanya mendongak, lalu melemparkan senyuman hangat pada seseorang itu.
"Bukankah kemarin waktu aku manggung kau mendengarnya sampai tuntas?"
Seseorang itu tertawa kecil. Damar mempersilakan dia untuk duduk.
"Ada angin apa sampai membawa kau kemari?"
"Tidak, hanya mampir saja"Hening segera menyelimuti suasana diantara kedua lelaki itu. Damar menatap seseorang yang duduk dihadapannya cukup lama. Raut wajah lelah dan kantung mata yang menghitam, menghiasi wajah seseorang itu.
"Kau sedang ada masalah?"
Seseorang itu terhenyak dari lamunannya. Dia menggeleng pelan sembari melemparkan senyuman kecil ke arah Damar.
"Keadaan wajahmu sangat berantakan sekali"
Jemarinya kembali memetikkan senar pada gitarnya. Lelaki dengan manik hitam terang itu, bergumam pelan menyanyikan sebuah lagu.

KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAIR AQUILA
Teen Fiction"Are you serious?" "Seratus persen serius" Altair menatap mata seseorang di hadapannya begitu dalam. Mencoba mencari celah kebohongan di dalam mata itu. Tetapi sedikit pun tak terlihat. Serangan keraguan mulai menyelimuti dirinya. (Altair Aquilan...