Happy Reading
Seorang pria yang seusia Ravi turun dari sebuah mobil taxsi.
Pria itu berpenampilan seperti berandalan pakaiannya sangat lesu dan juga sedikit kotorIa sengaja turun di jalan melati untuk mencari tempat persembunyian, lebih tepatnya ia ingin tinggal di rumah bibinya. Agar tidak dapat di temukan oleh rentenir-rentenir itu
Tok³
Dia mengetuk pintu rumah tiga kali, tidak ada yang menyahut.
Tok⁴
Mengetuk empat kali.
"Iya sebentar!"
Saat terdengar suara dari dalam rumah, pria itu berbalik dan membelakangi pintu tersebut
Elsa menarik kedua gagang pintu, sehingga kedua pintu itu terbuka dengan lebar dan menunjuk sesosok pria yang membelakangi nya
"Siapa orang ini?" Batin bibi Elsa
Elsa pikir itu adalah Ravi, lantas dia langsung memanggil nya saja dengan nama Ravi
"Ravi, itu kamu" ucap bibi Elsa terasa gugup
Pria itu dengan perlahan-lahan berbalik dan berhadapan langsung dengan bibi Elsa
Kedua mata Elsa membola saat melihat wajah pria itu, Untuk pertama kalinya ia bertemu dengan nya di sini
"Hey bibi Ku tersayang, apa kabar."
"Hero" Elsa merasa shock dengan kehadiran keponakan nya di sini
"Hero, kenapa kamu bisa ada di sini. Bukankah kamu sedang merantau ke Surabaya"
"Ya tadinya, tapi setelah aku kena PHK aku memilih untuk langsung pulang aja ke kampung."
"Eh tau-tau nya bibi sudah ngk tinggal di sana lagi, aku kesini untuk cari bibi" ucap Pria bernama Hero
"Untuk apa kamu mencari ku heh, bukanlah kamu bisa memilik orang tua. Sana Kemabli ke orang tua kamu saja" Elsa terlihat tidak menyukai pria ini
Ternyata Hero adalah keponakan Elsa, dia merupakan anak dari kakak laki-laki pertama Elsa
"Kenapa bibi mengusir ku, seharusnya bibi senang keponakan mu tersayang bisa kembali lagi"
"Kau tau Hero, mengurus ku sama saja dengan menghambur-hamburkan uang. Jadi bibi tidak ingin kamu ada di sini"
"Ck jahat sekali"
Hero bersedekap, ia menatap Menik mata bibi nya dengan tatapan tajam
Bagai mana pun dia harus bisa memanfaatkan situasi agar bisa selamat dari kerjaan para rentenir itu"Baik bibi, aku akan pergi dan tidak akan tinggal di sini. Tapi dengan satu syarat" Hero mengajukan sebuah persyaratan
"Tidak-tidak bibi tidak mau, lebih baik kamu langsung pergi saja dari sini."
"Ayolah bi, bantu aku please okey, aku janji ini untuk terakhir kalinya."
"Baiklah apa yang kau minta"
"Aku ingin meminjam uang ke bibi, senilai 200JT" Hero memperkecil volume nya
"APA!" Elsa sedikit schok
"Aku sedang di kerja-kerja oleh para rentenir bi, karena aku belum bisa membayar hutang-hutang ku ke mereka"
"Aku mohon, pinjamkan aku 200JT" ucap Hero
"Kamu sudah gila Hero, mana mungkin bibi punya uang sebanyak itu."
"Uang untuk makan dan membeli keperluan lain saja, Masih kurang" ucap Elsa dengan nada marah
Tentu saja dia sangat marah, keponakan nya yang tidak tau malu ini baru saja meminta uang dengan jumlah yang sangat besar. Elsa tau kenapa hero bisa di kerja-kerja rentenir Karena dia memang memiliki utang yang sangat besar nominal nya, dan uang itu di pakai untuk judi
"Apa bibi berbohong, bukankah di sini ada Ravi. Dia yang berkerja untuk mencari uang bukan"
"Ya memang, tapi Ravi cuma bekerja sebagai pelayan Cafe dan gajinya juga tidak terlalu besar"
"Untuk makan Sehari-hari saja masih sangat kurang, yang tinggal di sini itu bukan cuma bibi, Sarah dan Ravi, tapi kami juga milik Rajendra"
"Rajendra itu, adik nya Ravi? Yang masih belia itu"
"Ya"
"Apa bibi mau mengurusi bayi itu, heheheh rasa nya aku tidak percaya"
"Sudahlah Hero, Jagan membaut bibi murka lebih baik sekarang kamu pergi"
"Bibi tidak ingin kamu ada di sini dan membaut kacau suasana" ucap Elsa
"Ibu!!"
Sarah baru pulang siang ini, setelah dia menghabiskan uang untuk pergi jalan-jalan, mentraktir teman-teman dan juga shopping di mall mewah untuk membeli barang-barang mewah juga
"Sarah"
Elsa merasa takut jika Hero menyadari dengan barang-barang mewah yang di jinjing oleh Sarah
"Bu, lihat nih aku beli tas baru, sepatu baru, baju baru dan Make up baru yang lebih mahal tentu nya" ucap Sarah tampak bahagia
"What, elo beli barang-barang mewah sebanyak ini uang dari mana?" Sekarang Hero bertanya
"Eh ada Hero juga, baru kelihatan elo." Sarah tersenyum lebar karena dia menang sedang happy
"Gua Nanya sama elo tadi, dapat uang dari mana bisa beli sampah sebanyak ini?"
"Iya dong, gua kan udah punya uang yang banyak sekarang, kehidupan kita juga ngk terlalu susah"
Hero melirik kearah bibi nya, bukankah baru saja bibi Elsa mengatakan dia tidak punya uang tapi apa ini? Apa dia berbohong pada Hero
"Uang dari mana? Katanya gaji Ravi tidak sebesar itu"
"Hehehe ini bukan uang kak Ravi, tapi uang hasil dari pertukaran Rajendra"
"APA!"
Hero kaget saat mendengar perkataan yang keluar dari mulut Sarah, berbeda dengan Elsa wanita paruh baya itu terlihat sangat takut jika Hero membocorkan rahasia ini pada semua orang
"Sarah, bukankah ibu sudah pernah mengatakan Jagan pernah memberitahu orang lain lagi tentang rahasia ini!" Elsa dengan nada marah menegur putrinya
"Eh, maaf Bu. Elsa keceplosan"
"Ih kamu itu"
"Apa maksudnya dari semua ini?" Hero bertanya
"Bukan apa-apa, tadi elo cuma salah dengar aja kok" ucap Sarah
"GK mungkin jelas-jelas elo yang ngomong itu semuanya sama gua"
"Iya itu gua salah ngomong, bukan ke gitu yang gua maksud"
Hero tersenyum penuh arti, dia tau bahwa Sarah dan bibi nya merasa takut jika Hero tau soal rahasia ini. Sebab itu mereka terlihat gugup dan takut jika Hero sampe membocorkan rahasia ini
"Ck, kalian jahat sekali menjual rajendra demi mendapat uang. Sangat jahat"
"Apa aku harus melaporkannya pada pihak polisi?"
"Tidak!!! Jagan" Ucap Sarah dan Elsa secara kompak

KAMU SEDANG MEMBACA
SUGAR MOMMY
ActionCleopatra Agnes Ginnifer, seorang wanita yang memiliki pendirian untuk tidak takluk kepada seorang laki-laki, namun pendiriannya goyah ketika seorang laki-laki yang datang membawa banyak luka di kehidupan nya. Kehidupan lelaki itu mampu menarik perh...