-Happy Reading-
Malam itu setelah menyelesaikan semua kegiatannya Cleo berniat untuk pulang kerumah. Ia merasa letih setelah melakukan praktikum dan dilanjutkan dengan bekerja paruh waktu sampai malam. Namun, ketika Cleo sedang dalam perjalanan pulang ia teringat akan kesehatan ayahnya.
Akhirnya Cleo memutuskan untuk singgah sebentar ke rumah Edward.
Tok tok tok'
Cleo mengetuk pintu klinik bercat putih itu sambil mendorongnya sedikit.
"Paman Ed!" Cleo memanggil Edward memastikan bahwa pria itu berada di ruangannya.
"Cleo? Masuk nak, paman mu sedang di kamar mandi" Itu bibi May, istri Edward.
"Kau baru pulang nak? Ada apa?" tanya bibi May lagi.
"Aku ingin menemui paman, bi. Ingin bertanya soal kesehatan ayah" Jawab Cleo.
"Fred sakit?"
"Iya bi. Tapi kata ayah, ayah hanya kelelahan dan sudah diperiksa paman. Tapi aku tidak yakin bi, soalnya tadi pagi ayah mimisan dan wajahnya pucat sekali" Terang Cleo.
May yang mendengar hal tersebut sedikit terkejut, pasalnya suaminya tidak memberitahukan apapun soal ayahnya Cleo padanya. Biasanya suaminya tidak akan pernah menyembunyikan apapun jika hal itu mengenai keluarga Wilson.
"Benarkah? Bibi tidak tau kalau ayahmu sakit, paman mu juga tidak memberitahu kan apapun pada bibi nak. Nanti kau tanyakan saja sendiri pada paman mu itu. Oh ya, kau sudah makan?" May mengusap sayang rambut Cleo.
"Sudah bi, tadi aku makan di tempat kerja ku" Jawab Cleo sambil tersenyum manis. Senyum itu selalu disukai May.
"Yasudah, bibi masuk dulu ya" Cleo hanya mengangguk.
Beberapa saat setelahnya Edward keluar dari kamar mandi dan tidak sengaja berpapasan dengan istrinya.
"Fred sakit?" tanya May tiba-tiba.
"H-hah?" Edward yang diberi pertanyaan seperti itu tiba-tiba merasa terkejut. Darimana istrinya tau jika Fred sakit?
"Ku tanya padamu! Apa Fred sakit? Kata Cleo tadi pagi Fred mimisan. Sakit apa dia? Apa serius?" Ed gelagapan mendapatkan pertanyaan yang beruntun dari istrinya. Dia bingung harus menjawab apa.
Edward menghela nafas.
"Fred mengalami anemia. Dia kelelahan karena kurang istirahat. Tekanan darahnya rendah, tapi aku sudah meresepkan vitamin penambah darah untuknya" Jelas Edward dengan tenang.
"Kenapa tidak beritahu aku? Biasanya kau tidak seperti ini" May bertanya lagi.
Edward mengusap pundak istrinya dan tersenyum sendu.
"Fred yang memintanya, dia tidak ingin kau tau karena kalau kau tau kau akan memberitahu putrinya. Dia tidak ingin mengganggu fokus putrinya dalam belajar. Lain kali akan ku beritahu kan padamu"
May menghela nafas, lalu mengangguk.
"Temui dia dan jelaskan padanya. Anak itu begitu khawatir dengan kondisi ayahnya" May berlalu dan masuk ke kamar.
Edward datang dan duduk di kursi kerjanya yang menghadap langsung dengan kursi yang di duduki Cleo.
"Paman, ayahku sakit apa? Kata ayah, paman sudah memeriksanya" Tanya Cleo tidak sabar.
"Hhmm..Ayahmu kena anemia, dia terlalu sering bekerja sampai lupa istirahat, tekanan darahnya rendah. Katakan pada ayahmu jangan terlalu sering memaksakan diri untuk bekerja. Tapi kau tenang saja, paman sudah memberinya vitamin"
KAMU SEDANG MEMBACA
I Should be Happy But
AcakCleopatra Wilson hanya ingin bahagia untuk waktu yang lama.
