Khawatir

7 0 0
                                        

-Happy Reading-

Ambulance itu berhenti di depan UGD Robinson's Medical Hospital. Cleo turun dari ambulance bersama dengan Theodore yang sudah tidak sadarkan diri.

Pria itu mengalami kecelakaan parah, mobilnya tergelincir dan menabrak sebuah truk.

Cleo sudah memberikan pertolongan pertama dengan cara membungkus semua lukanya untuk menghentikan pendarahan, juga memeriksa denyut nadinya.

Kaos putih yang dikenakan Cleo juga sudah berubah warnanya karena terkena darah Theodore. Wanita itu takut. Sangat takut.

Dua orang dokter magang sudah datang mengambil alih, mereka memindahkan tubuh Theodore diatas brankar.

"Dalam hitungan tiga"

Semua orang mengangguk

"1, 2, 3, Angkat!!!"

Mereka menggunting pakaian Theodore dan melakukan tugas mereka.

Cleo pergi ke lobby rumah sakit.

"DOKTER!!!! DOKTER!!!" Hei apa ini? Cleo tidak melihat dokter barang seorangpun, hanya ada beberapa perawat.

"DIMANA SEMUA ORANG?!"

Cleo berteriak di ruang UGD. Wanita itu panik tidak menemukan satu orang pun dokter yang berjaga. Oh, kenapa hanya ada dokter magang?

"Dokter Cleo?"

"Ada pasien darurat, dimana dokter yang berjaga?!!" tanya Cleo pada seorang perawat.

"Hari ini jadwal dokter Roy untuk berjaga di UGD, dikarenakan dokter Bianca sedang mengambil cuti hamil dan"

"Dan??? Dimana dokter Roy? panggil dia!!"

"Aku tidak tau dimana dia saat ini"

"TELPON SIAPA SAJA, PUTRA PRESDIR SEDANG SEKARAT!!!" Cleo terkejut mendengar pernyataan perawat itu. Ia mengamuk mengetahui kesalahan yang dilakukan orang-orang di UGD. Bagaimana bisa mereka meninggalkan UGD hanya dengan perawat dan dua orang dokter magang.

"Apa?!" perawat itu terkejut.

Cleo menetralkan pernafasan nya.

"Ya, Theodore Robinson sedang sekarat!! Telpon siapapun SEKARANG!!! Bahkan dokter senior sekalipun. Putra presdir kecelakaan dan sedang sekarat di ruang hybrid. Dan ya, setelah ini semua kejadian hari ini pasti akan ku laporkan pada presdir" Perawat itu panik dan segera memberikan pesat darurat kepada seluruh staff rumah sakit.

Hal ini sudah sering Cleo dengar dari beberapa rekan, bahwa ada yang tidak beres dengan orang-orang yang bekerja di UGD. Namun, wanita itu tidak menghiraukan nya karena ia merasa itu bukan urusannya.

Rumah sakit ini juga jarang menerima pasien gawat darurat kecuali pasien dengan trauma berat. Namun, walau begitu tetap saja UGD tidak bisa dibiarkan sepi begitu saja. Itu kesalahan yang sangat fatal. Dan saat ini putra pemilik rumah sakit yang mungkin akan menjadi korban atas kelalaian para dokter UGD.

Cleo kembali ke ruang hybrid, ia sudah mengganti bajunya dengan baju OK dengan jas kebanggannya, memakai plastik di kepala dan badannya agar tetap steril. Ia harus membantu para dokter magang ini, walau harus melanggar peraturan dimana dokter spesialis tidak diizinkan untuk turun tangan di UGD. Mau bagaimana lagi? Jika tidak besok pagi mereka akan mendapat kabar kematian penerus Robinson. Sungguh itu mimpi buruk besar.

"Dokter tanda vitalnya tidak normal!" Kata salah seorang dokter magang.

"Periksa perutnya mungkin ada cedera"

Salah satu dokter menekan perut Theodore perut itu terlihat pucat dan seperti penuh.

"Dokter perutnya terasa seperti kembung, ku pikir ini cedera limpa"

I Should be Happy ButCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang