Chapter 6

61 1 0
                                    

"Bangunnn!! Bangunnnn!!!" aku memukul mukulkan bantal ke wajah Ben agar dia bisa bangun lebih cepat, walaupun kasihan melihatnya yang kelelahan dan pasti mengantuk karena semalaman menemaniku tidur hingga aku bisa terlelap tidur tapi aku tidak bisa melewati festival ini. Aku tadi sempat bangun terlebih dahulu dan membiarkan Ben tertidur, lalu membersihkan diri dan bertanya ke bagian informasi, untung saja dia bisa berbahasa inggris karena walaupun orang Perancis, lahir dan besar disana, dari SMA sampai kuliah aku tinggal di Amerika sehingga membuatku lebih terbiasa dengan bahasa inggris-amerika. Aku senang karena tidak perlu pusing-pusing mencarj hiburan di kota ini karena ternyata hari ini kota Venesia mengadakan festival dan karena itu aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan lagi untuk berjalan-jalan dan melepas penat dengan Ben. Aku telah memesan sarapan pagi di restoran bawah dan tinggal menyuruhnya bergegas mandi tapi aku tidak tau kalau ternyata akan sesulit ini.
"Bennnnn... Bangunnn!!! Aaaa!!!" aku terkejut bukan main saat tiba-tiba Ben menarikku mendekati wajahku ke wajahnya yang masih terpejam saat aku sedang memukul-mukuli wajah dan kepalanya dengan bantal tidurku.
"Good morning" sapanya santai kepadaku tanpa menyadari detak jantungku yang sudah tidak karuan ini.. Oh Tuhannn!!!
"hmmmm.." Ben mulai membuka matanya perlahan, menatapku. Lalu bangun dan beranjak dari tempat tidur, meninggalkanku yang diam terpaku, masih tidak bisa mencerna apa yang barusan terjadi.
Lalu dengan acuh tak acuh Ben mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya. Margarethe yang sudah tersadar karena bunyi pintu yang berhasil menyadarkannya.
"Iissssss, selalu saja bertindak seenaknya sendiri." geram Margarethe karena tidak bisa mengerti akan sikap Ben yang sangat membingungkan baginya, terkadang perhatian terkadang juga sangat cuek dan menyebalkan. Daripada pusing memikirkan hal yang tidak penting, Margarethe lebih memilih untuk menyiapkan diri dan mempercantik dirinya lalu membawa barang-barang Ben yang dirasanya bisa berguna nantinya seperti kamera, uang dan masih banyak lagi. Margarethe juga menyiapkan pakaian untuk dipakai Ben.
Margarethe terkejut karena Ben ternyata sudah keluar dari kamar mandi dan lagi-lagi hanya tertutupi oleh handuk pada beberapa bagian tubuhnya dannn, masih sangat basa.
"Ini, pakaianmu. Cepat pakai!! Jangan sampai telat, festivalnya akan mulai jam 10."
"Kau membuka koperku?" tanya Ben yang sepertinya merasa sedikit kesal karena aku membongkar isi kopernya dan membuatnya jadi terlihat sangat berantakan.
"Ayooo!! Aku tunggu di luar." jawab Margarethe tanpa mempedulikan Ben yang sedikit geram karena perbuatannya.
.........................
Hhhhhh, wanita itu. Aku tidak habis pikir apa yang ada dipikirannya, sangat menyebalkan tapi aku tidak bisa memarahinya.
Aku pun segera mengenakan pakaian yang sudah disiapkan Margarethe secepat mungkin, aku tidak ingin membuatnya menunggu.
Aku pun langsung keluar dan menyusul Margarethe yang sudah menungguku di dekat lift.

Chasing TurnerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang