Chapter 9

62 1 0
                                    

Ben sudah selesai membersihkan tubuhnya dan mulai memakai pakaiannya. Ben juga tidak lupa menyiapkan pakaian untuk Margarethe, ia merasa telah bersalah membuat "tuan putrinya" menangis karena dirinya, tidak seharusnya dia begitu. Dia juga mencintai Margarethe, bolehkah hanya kali ini saja dia bersikap egois? Ia tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan Margarethe.
"Hoammmm" Ben terkikik melihat Margarethe yang mulai menggeliat yang menandakan bahwa "putrinya" itu sudah terbangun dari tidur lelapnya.
"Mandilah, setelah itu kita akan ke bawah untuk sarapan." ucap Ben lembut kepada Margarethe
Margarethe hanya memandang Ben sekilas dengan tatapan dingin lalu beranjak ke kamar mandi.
Setelah selesai keluar dari kamar mandi Margarethe langsung bergegas mengenakan pakaiannya dan bersiap-siap.
Keduanya pun menuju ke restaurant untuk sarapan dengan saling bediam diri.
Keheningan menguasai keadaan diantara mereka berdua, juga disaat mereka sudah berada di dalam lift. Diam-diam Ben melihat Margarethe sesekali, menyadari perubahan yang di tunjukkan oleh Margarethe.
Putrinya itu tidak lagi ceria dan manja, melainkan berubah menjadi orang lain, dingin dan cuek.
Pintu lift pun terbuka, Margarethe langsung menuju restaurant dengan disusul oleh Ben.
Mereka berdua makan dalam diam pada hari itu.
Ben sangat risih dengan keadaan seperti ini sebenarnya tapi dia tidak mau memulai sesuatu yang mungkin malah bisa membuatnya semakin bertambah runyam.
Setelah selesai makan keduanya langsung keluar dari hotel dan berjalan-jalan keliling Venesia, dalam diam.
Margarethe berjalan lebih cepat mendahului Ben dan sekarang berada beberapan meter di depan Ben.
"Baiklahh.. oke oke aku minta maaf. Tolong maafkan aku, aku tidak tahan jika kau terus-terusan begini." akhirnya Ben memutuskan untuk membuka suara.
"Oohhh, jadi kau tidak suka jika aku berdiam diri saja.. teruss?? Kenapa sih kamu ini. Jelaskan padaku?"
"Apa??" Ben tidak mengerti apa yang barusan di katakan oleh Margarethe.
"Jadi.. kau tidak suka perempuan?"
Ben sedikit terkejut dengan pertanyaan Margarethe barusan sekaligus merasa geli dengan pemikiran wanita manis dan lucu di depannya ini.
"Aku suka perempuan."
"So, kamu tidak tertarik dengan wanita yang satu ini??" tanya Margarethe kesal sembari mendekati Ben, dia merasa sangat kesal. Bagaimana bisa seorang pria menolak dirinya? Huhhhhh..
"Stopp stopp!!" tiba-tiba saja Margarethe melambaikan tangannya yang ternyata ke arah sebuah mobil pick-up pengangkut sayur yang datang ke arahnya.
Margarethe pun langsung naik ke mobil tersebut dibantu oleh pria yang duduk dibagian belakang mobil.
"Ohhh, come onnn. You're kidding me! Reallyy??!!" Ben tidak habis pikir lagi dengan sikap anak semata wayang kesayangannya ini.
"Margaretheee..." Ben berusaha menyusul Margarethe tetapi dia sudah terlalu letih untuk terus berlari.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 13, 2015 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Chasing TurnerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang