Edisi kangen Skyler~
"Dingin banget di luar," ucap Jeongwoo. "Hujan terus deh, kapan berhenti sih?"
Yoonbin yang tengah duduk menonton televisi lantas menoleh. "Emang mau apa?"
"Gak mau apa apa sih, cuma dingin aja jadinya," balas Jeongwoo.
Jeongwoo menyenderkan kepalanya ke bahu Yoonbin, mereka duduk di atas sofa. Tangannya tak berhenti memainkan jemari kiri kekasihnya itu.
Sedangkan yang tangan kanan Yoonbin diminta oleh Jeongwoo untuk mengusap kepalanya.
"Tumben lo begini, Je?" Tanya Yoonbin heran. "Clingy banget?"
"Gak suka?" Balas Jeongwoo.
Yoonbin menggelengkan kepalanya, tentu saja dia menyukainya. "Suka banget, cuma kan ga biasanya lo begini."
"Yaudah, syukuri aja gue begini. Kan ga tiap hari," ucap Jeongwoo.
"Kenapa ga tiap hari?" Sahut Yoonbin.
Jeongwoo sedikit berpikir terlebih dahulu. "Hmmm, tergantung gue nonton film apa ya. Kebetulan gue abis nonton romance fluffy gitu jadinya pengen."
"Jadi lo begini cuma kebawa film aja?" Tanya Yoonbin tak menyangka. "Trus kalo lo nonton film pembunuhan lo mau bunuh gue gitu?"
"Opsional sih," canda Jeongwoo.
"Serem ah deket deket lo," sahut Yoonbin.
"Kek ga pernah bunuh orang aja lo," balas Jeongwoo.
"Ya, pernah sih. Tapi lo juga bunuh Haruto ye, inget lo buronan," peringat Yoonbin.
Jeongwoo berdecak malas saat mengingatnya. "Lagian dia gak waras, tuh kalo gue ga matiin adanya Junghwan ama Kak Yoshi yang mati."
"Sorry, ya. Kalo aja gue ga pacarin lo, lo gak bakal kena pengaruh buruk ke gue. Mungkin kalo dari awal lo dah tau siapa gue, itu lebih baik. Sorry gue egois," nada suara Yoonbin tiba-tiba sendu.
"Udah ratusan kali lo minta maaf dan ngomong hal yang sama kek gini. Dan jawaban gue tetep sama, gapapa santai aja," sahut Jeongwoo.
"Trus lo serius gapapa hidup begini?" Tanya Yoobin. "Lo udah gak bisa hidup kayak orang normal. Anggaplah lo udah masuk lingkaran setan."
Jeongwoo menoleh ke arah Yoonbin, menatap kekasihnya itu yang jarak mereka begitu dekat. "Asal lo gak ninggalin gue sendiri, gue bisa lewatin banyak hal kok."
"Lagian dari awal gue emang udah gak punya siapa siapa. Si bocil kematian itu juga udah ada Karina yang jaga," lanjutnya.
"Udalah gak usah mellow gini. Kan gue ga nonton drama angst, jangan merusak suasana."
"Iya-iya," jawab Yoobin.
Mata Jeongwoo terasa berat untuk terbuka. Dia mengubah posisinya, merebahkan kepalanya di atas lengan kanan sang kekasih dengan tangan yang melingkar di perutnya.
Wajah Jeongwoo berada tepat di di samping yang lebih tua. "Ngantuk ya?" Tanya Yoonbin.
"Dikit," balas Jeongwoo.
Yoonbin bergerak memeluk makhluk gemas dalam dekapannya.
"Coba muka lo hadap gue, Kak. Trus merem hitung sampai tiga," pinta Jeongwoo.
"Ngapain?" Tanyanya.
"Gue mau nunjukin kado. Lo hari ini ulang tahun, 'kan?" Sahut Jeongwoo.
Tak disangka dibenak Yoonbin kalau Jeongwoo mengingat hari ulang tahunnya. "Gue kira lo lupa."
