Happy reading..
*
*
Hari ini semua calon siswa SMA GARUDA akan mengikuti hari orientasi terakhir mereka. Dua hari sudah mereka mengikuti MOS yang sudah disiapkan. Dan selama itu pula, banyak sekali pengalaman buruk yang mereka dapatkan dalam masa orientasi.
Amira menghela napas, hari terakhir orientasi juga ikut menambah beban baginya. Barang bawaan yang semula sedikit kini bertambah banyak. Maka tak mengherankan jika banyak sekali wajah ngos-ngosan para peserta MOS saat mereka berjalan menuju ke lapangan basket yang jalannya cukup menanjak dari gerbang utama.
"Anjir lah, punggung gue sakit" keluh salah satu peserta perempuan yang menjadi teman satu gugus Amira. Gadisnitu terlihat kelelahan dengan barang bawaan yang ada di tas ranselnya.
Gadis berkuncir dua itu menaruh tasnya di kursi kayu yang ada dipinggir lapangan. Napas gadis itu terlihat tidak beraturan. Tapi sebelum sempat ia melangkah, sebuah suara tiba-tiba saja mengagetkan nya.
"Siapa yang suruh lepas?!"
Melihat siapa yang membentaknya, gadis itu reflek menunduk. Tubuh gemetar bersamaan dengan mendekatnya sosok itu ke arahnya. Amira yang ikut melihat itu juga diam, bahkan teman-temannya jugayak nisa membantu.
"Ma- maaf, kak. Tasnya berat." Gama mengangkat satu alisny"Krisi kertas aja ngeluh berat. Gimana kalau saya isi sama puluhan batu, mau kamu?!" Gadis itu sontak menggeleng. Tubuhnya bergemetar takut. Serius, ini si ketua OSIS sarapan apaan sih? Pagi aja sudah jahat begini, apa kabar kalau siang?
"Ngapain masih berdiri disini? Kurang hukuman yang saya berikan kemarin, mau saya tambah lagi?! Lari keliling kota mungkin.' gadis itu sontak.tergagap, tubuhnys meremanh ketakutan.
"Ti- tidak, kak. Maaf."
Gadis itu buru-buru mengambil tasnya dengan cepat lalu langsung masuk ke dalam barisan gugusnya, gadis bernama Tasya itu tak berani menoleh ke belakang lagi, takut kalau hukuman lari keliling kota dari Gama itu terjadi.
Melihat temannya pergi, Amira pun juga mengikuti nya dari belakang. Matanya tak sempat bertabrakan dengan mata hijau milik Gama itu, tapi lelaki itu nampak tak peduli dengan membuang mukanya ke arah lain seolah tidak menganggap Amira sebagai kekasihnya.
Amira menggelengkan kepalanya, sudah. Tidak baik jika ia memikirkan itu terlalu dalam.gados itu merapikan barisannya, takut jika nanti ia kena semprot karena tak lurus pada barisan. Dan paling parahnya, kalau enggak di jemur ya mungkin lari keliling lapangan. Atau yang lebih buruk dari itu lari keliling kota.
Kejam sih memang. Mau protes, takut malah bernasib sama kayak anak kemaren. Ngomong ngomong soal anak laki-laki yang merokok di sekolah kemaren, Gama memang tidak main-main. Saat cowok itu pergi, Sagara dan Glen langsung menjaga mereka agar tetap merokok di tempat, saat itulah kepala sekolah datang. Kaget? Iya. Tentu saiam dan seperti kata Gama l, jaka mereka langsung tercoret dari daftar siswa SMA GARUDA.
sebenarnya hal ini bukan hanya berpengaruh pada nasib kedua cowok itu. Tapi juga nasib seluruh siswa yang masih bertahan. Satu hal yang harus mereka pegang dan catat dengan baik--- Gama, dia tidak pernah main-main dengan ucapannya.
Tasya kembali menatap ke depan. Di ikuti Amira yang berbaris tepat di belakangnya. Kedua gadis itu tengah fokus memperhatikan beberapa panitia yang tengah berorasi didepan.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERAHU KERTAS (ON GOING)
Teen FictionApa jadinya jika kalian memiliki kekasih seorang ketua osis berhati dingin dan tak tersentuh? Itulah yang di alami Amira Keisha Namora, seorang gadis manja dengan memiliki wajah cantik, berkulit putih nan bersih tersebut harus ekstra sabar menghada...
