4. Awal permasalahan dimulai

15 1 0
                                        

Happy reading..

*

*

Seorang cowok berlari tergesa-gesa memasuki gerbang halaman rumah lebar dihadapannya, memasuki motornya yang rusak dengan menuntun nya dari samping. Cowok itu memarkirkan motornya tepat didepan pintu utama rumah tersebut, lalu langkah tegap berjalan khawatir ke arah pintu itu. Terlihat raut wajahnya yang datar menyembunyikan kekhawatirannya yang mendalam di sana.

"Assalamualaikum."

Ucapan salam cowok itu menggema di keheningan malam, membuat orang didalam sana membukakan kunci rumah nya bersamaan dengan muncul nya seorang wanita cantik berparuh baya berdiri dihadapan cowok itu dengan tersenyum.

"Wa'alaikumsalam, eh Gama" jawab wanita itu membuat ia tersenyum tipis dan menyalami nya dengan sopan.

"Tumben Dateng malem, kenapa Gam?" Wanita itu menatap bingung pada gama yang berdiri didepannya ini, apa lagi cowok itu masih memakai seragam sekolahnya kecuali almameter nya yang sudah di simpan dalam tas.

Karena setelah melakukan tugasnya sebagai ketua OSIS, cowok itu memilih pergi menuju rumah kekasihnya tanpa pulang kerumahnya dulu.

"Gama mau ketemu Keisha, Bun" jawabnya dengan jujur membuat wanita yang dipanggil bunda itu mengangguk paham.

"Keisha ada di kamar, masuk aja ke dalam" sang bunda mempersilahkan cowok itu masuk ke dalam rumah, setelah mendapatkan izin. Gama pamit masuk dan menaiki anak tangga disana.

Tujuannya kali ini adalah lantai dua, karena ia tahu letak posisi kamar Keisha berada disana. Setiba nya ia di Depan pintu ber-cat pink dengan bertuliskan nama gadis itu, Gama terdiam sebentar. Menyiapkan diri untuk bertemu sang pacar nanti, di ketuklah pintu itu dengan pelan berharap jika tindakannya tidak mengganggu gadis itu disana.

"Kei" panggil Gama di sana, netra hijaunya terus menatap pintu itu yang masih setia tertutup oleh sang pemilik.

"Keisha ini aku, Kaivan" ucap nya kembali mengetuk pintu itu yang kedua kalinya.

Ceklek.

Terdengar kunci pintu terbuka dari dalam, membuat pemilik kamar itu muncul dihadapannya. Gama yang melihat itu lantas tersenyum tipis, dengan memakai baju tidur bermotif boneka. Keisha menatap malas pada Gama.

"Apa?" Gama terdiam saat mendengar jawaban gadis-nya barusan.

"Kei, aku mau ketemu kamu--,"

"Keisha ngantuk mau tidur, kak Kaivan pulang aja" timpal gadis itu memotong perkataan gama.

Gama tidak protes mendengar penolakan gadisnya itu untuk bertemu, ia tahu Keisha-nya saat ini tengah merajuk karena dirinya mengingkari janji untuk pulang bersama tadi.

"Maaf" Keisha mendongak untuk menatap wajah Gama sejenak, detik berikutnya tangisan Keisha kembali pecah tak beraturan saat rasa kecewa dan sedih masih menjadi satu.

"Kei--,"

"Kenapa, kenapa harus mengingkar kak? Kak Kaivan sendiri pun tau kalau Keisha paling membenci hal itu"

PERAHU KERTAS (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang