Cerita pendek Yuju x aktor/idol sesuai judul lagu Yuju tapi ngak sesuai lirik ya guys cuman ngambil judulnya aja ( ◜‿◝ )
-> Akan kembali saat Yuju merilis lagu baru lagi.
Perhatian!!! Cerita ini hanya merupakan fiksi penggemar. Jadi jangan dibawa ke realita yah (^^)
"Blue Nostalgia menceritakan tentang Kenangan yang Tak Pernah Pudar"
. . . .
Langit sore di Seoul berubah menjadi oranye keemasan. Angin musim gugur berhembus pelan, membawa rasa rindu yang mendalam. Di sebuah studio kecil yang kini sudah ditinggalkan, Yuju berdiri sendirian, memandang cermin besar di depannya. Di tempat itulah, beberapa tahun lalu, ia dan sahabat-sahabatnya: Sowon, Eunha, Yerin, SinB, dan Umji berlatih bersama untuk menjadi grup yang solid.
Mereka berenam adalah keluarga, sahabat, dan rekan seperjuangan. Namun, waktu dan keadaan memisahkan mereka. Kesibukan, ego, dan salah paham kecil yang semakin membesar membuat mereka semakin jauh satu sama lain.
"Berenam..." Yuju bergumam, suaranya serak karena emosi. "Apa kita benar-benar tidak bisa kembali seperti dulu?"
Dia menyalakan lagu lama yang sering mereka nyanyikan bersama. Melodi itu membawa kembali kenangan-kenangan indah, tawa, tangis, pelukan, dan janji yang pernah mereka buat.
🦊🐥🐰🐶🐱🐹
Beberapa tahun lalu, studio itu dipenuhi oleh tawa dan canda mereka. Sowon, sebagai leader, selalu memastikan semuanya berjalan dengan baik. Eunha, dengan suara lembutnya, sering kali menjadi penghibur. Yerin, si ceria, selalu membawa energi positif. SinB, yang penuh semangat, terkadang keras kepala tapi sangat peduli. Umji, si bungsu, selalu berusaha keras agar tidak menjadi beban. Dan Yuju, sang vokalis utama, adalah perekat yang menyatukan harmoni mereka.
Namun, persahabatan mereka mulai diuji ketika masing-masing dari mereka mulai memiliki impian yang berbeda. Yuju ingin fokus pada karier solonya, Sowon tertarik pada dunia akting, sementara Eunha, Yerin, SinB, dan Umji mencoba mengeksplorasi jalur masing-masing.
"Apa kita masih punya tujuan yang sama?" tanya Eunha suatu hari, saat mereka duduk di ruang latihan.
Pertanyaan itu memicu perdebatan. Beberapa dari mereka merasa diabaikan, sementara yang lain merasa tidak dihargai.
"Kalau memang kita tidak lagi sejalan, mungkin lebih baik kita berhenti berpura-pura," kata SinB dengan nada tajam.
Kata-kata itu membuat ruangan menjadi sunyi. Dan dari titik itulah, mereka perlahan mulai berjalan sendiri-sendiri.
🦊🐥🐰🐶🐱🐹
Bulan demi bulan berlalu. Mereka berenam sibuk dengan kehidupan masing-masing. Namun, di balik kesuksesan individu, ada rasa hampa yang tidak bisa dihilangkan.
Suatu malam, Sowon, yang sedang beristirahat di apartemennya, melihat album foto lama. Di dalamnya ada foto mereka berenam, tersenyum ceria. Dia menyentuh foto itu, matanya berkaca-kaca.
"Kenapa kita jadi seperti ini?" bisiknya.
Hal yang sama dirasakan oleh Yerin, yang sedang mendengarkan salah satu lagu lama mereka. Tangannya gemetar saat ia memutar lagu itu lagi dan lagi, merasakan kenangan indah yang kini terasa jauh.
Sementara itu, Yuju terus kembali ke studio lama mereka, berharap suatu hari bisa melihat mereka semua kembali ke sana.
🦊🐥🐰🐶🐱🐹
Suatu hari, Umji memutuskan untuk menghubungi Sowon. Dengan suara pelan, ia berkata, "Unnie, aku merasa kita semua telah membuat kesalahan. Kita terlalu sibuk dengan ego masing-masing sehingga melupakan yang paling penting: persahabatan kita."
Sowon terdiam, lalu mengangguk pelan. "Kau benar. Kita terlalu sibuk menyalahkan satu sama lain."
Mereka memutuskan untuk bertemu dan mengundang yang lain. Awalnya, Eunha dan SinB ragu untuk datang, masih merasa terluka dengan kejadian di masa lalu. Namun, pada akhirnya, mereka semua setuju untuk bertemu di studio lama mereka.
🦊🐥🐰🐶🐱🐹
Ketika mereka berenam berkumpul di studio itu, suasana terasa canggung. Tidak ada yang tahu harus berkata apa.
Namun, Yuju yang pertama berbicara. "Aku tidak tahu harus mulai dari mana, tapi aku ingin mengatakan... maaf. Aku mungkin terlalu keras kepala dan egois. Aku hanya ingin kita sukses, tapi aku lupa bahwa yang paling penting adalah kita tetap bersama."
Air mata mulai mengalir di wajah Yerin. "Aku juga minta maaf. Aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri dan tidak melihat betapa pentingnya kalian bagiku."
Satu per satu, mereka mulai berbicara dari hati ke hati. Salah paham yang selama ini membelenggu mereka akhirnya terungkap. Mereka menyadari bahwa semua itu hanyalah hasil dari komunikasi yang terputus dan ego yang terlalu besar.
Eunha tersenyum sambil menyeka air matanya. "Aku merindukan kalian. Merindukan kita yang dulu."
"Begitu juga aku," kata SinB, meskipun suaranya bergetar.
Sowon melangkah ke tengah, memandang mereka semua. "Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa memperbaiki masa depan. Kita berenam lebih kuat saat bersama."
🦊🐥🐰🐶🐱🐹
Mereka memutuskan untuk menghidupkan kembali momen-momen yang pernah hilang. Hari itu, mereka bernyanyi dan menari bersama, seperti dulu. Tawa dan candaan memenuhi ruangan, menghapus semua luka yang pernah ada.
Ketika malam tiba, mereka duduk di lantai studio, saling berpegangan tangan.
"Kita memang sempat terpisah, tapi aku tahu sekarang... kalian adalah rumahku," kata Umji dengan suara pelan.
"Kita tidak perlu takut lagi. Apa pun yang terjadi, kita punya satu sama lain," tambah Yerin.
Yuju tersenyum, hatinya terasa hangat. "Berenam... kita tidak bisa digantikan oleh siapa pun."
Malam itu menjadi awal baru bagi mereka. Meski jalur mereka mungkin berbeda, mereka tahu bahwa persahabatan mereka akan selalu menjadi fondasi yang kuat.
Dan di bawah langit malam Seoul, enam sahabat itu bersumpah untuk tidak pernah lagi membiarkan apa pun memisahkan mereka.
. . .
Dipublish 07 Januari 2025
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.