Status: tamat
Bagaimana jika putra mahkota keraton Yogyakarta jatuh cinta pada pangeran keraton Surakarta?
Bulan dan Matahari, mungkin seperti itu jika mereka berdua di umpamakan dengan benda. Andaru sebagai bulan yang di temani bintang sedangkan Gi...
Klik di atas untuk mendengarkan lagu yang menjadi inspirasi terciptanya cerita ini Kaleb J - Kebutuhan Hati
*Nama tokoh, tempat, gelar yang ada di dalam cerita tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
👑👑👑👑
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Andaru menoleh melihat kekasihnya yang menunduk menyembunyikan tangisan, pria yang Andaru sukai karena senyumnya yang manis dengan wajah cerah sekarang ini terlihat amburadul dengan wajah kusut.
Setelah berasil kabur dari rumahnya atau lebih tepat di sebut kompleks Kraton Yogyakarta, Andaru sekarang berada di tempat tinggal penguasa kraton Surakarta.
Tepat di depan Andaru sekarang ini pemimpin Kraton Surakarta duduk di kursi menatap tajam kearahnya. Andaru mengencani anak laki lakinya yang paling kecil jadi dia tau akan mendapatkan tatapan itu.
Beberapa jam yang lalu di posisi yang sama Andaru duduk bersimpuh di depan pemimpin kraton Yogyakarta kali ini dia merasa jauh lebih takut dengan adanya Giandra di sampingnya.
''kita tunggu sultan Hamengkubuwono'' ucap sunan Pakubuwono berdiri dari duduknya berjalan meninggalkan ruangan.
Giandra langsung kehilangan kekuatannya untuk duduk tegak, dia baru berani menatap wajah Andaru yang sudah 1 jam berada di sampingnya.
''aku wedi mas'' Giandra tidak lagi bisa menahan air matanya. (Aku takut mas)
''gak papa kita jalani sama sama'' Andaru mengulurkan tangannya mengusap mata Giandra yang mulai bengkak karena menangis.
Jam menunjukan pukul 9 malam, hawa dingin menyelimuti Kraton Surakarta yang diguyur hujan sejak tadi pagi. Langit memang tidak lagi menurunkan air hujan namun alam masih belum terasa hangat.
Andaru dan Giandra, dua putra pemimpin Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta sekarang sedang duduk menghadap ayahnya. Sultan Hamengkubuwono dan Sunan Pakubuwono kini sedang menatap bergantian darah daging mereka sambil mencoba memikirkan masalah yang terjadi.
''ngapunten kulo ngerepoti panjengangan, nyuwon dateng mriki dalu dalu'' Sunan Pakubuwono berbicara sopan pada Sultan Hamengkubuwono yang memang lebih tua darinya. (Mohon maaf saya merepotkan anda, minta datang kesini malam malam)
''halah rapopo..... aku yo arepe mrene'' jawab Sultan Hamengkubuwono masih menatap tajam Andaru. (Halah gak apa apa, aku ya mau kesini)
''babrakan elek iki kudu dang di marekne'' lanjutnya kesal pada Andaru yang melarikan diri dari rumah dan malah datang kesini. (Masalah jelek ini harus segera diselesaikan)
Ucapan ayahnya membuat Andaru mengepalkan tangan, dia marah atas perkataan ayahnya namun dia tau apa yang di katakan ayahnya juga tidak salah. Andaru melirik kearah Giandra yang masih menundukkan kepala menatap lututnya dengan mata bengkak terlalu banyak menangis.