*nama tokoh, tempat, gelar yang ada di dalam cerita tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata.
👑👑👑👑
Andaru melepaskan kancing atas kemejanya kasar, berdebat dengan ayahnya selalu membuat dia kehabisan tenaga. 1 bulan sudah setelah penobatannya menjadi putra mahkota dan dia selalu di sibukkan dengan menjalankan keraton, dia belum keluar sejak hari hubungannya dengan Giandra ketahuan.
hari ini seperti biasanya Andaru dan ayahnya kembali di ributkan mengenai acara yang akan di adakan di keraton. Andaru ingin keraton lebih terbuka pada masyarakat sedangkan ayahnya selalu menolah banyak acara yang menurutnya tidak sesuai dengan adat, melanggar entah apapun itu yang menurut Giandra kolat.
''ini tehnya mas'' Andaru menghela nafas dia kerap kali merasa bersalah pada istrinya setelah 2 bulan dengannya Andaru belum merasa bisa membahagiakan Ranjani.
''berantem lagi tah sama ayah'' Ranjani membantu melepaskan kemeja suaminya.
Ranjani menatap mata Andaru yang terlihat lelah, mereka berdua pengantin baru, namun Ranjani merasa mereka sudah lama menikah dan tidak bisa memiliki fase bulan madu. malahan 1 bulan ini suaminya di sibukkan dengan pekerjaan keraton. mekipun Andaru berada di keraton seharian tapi mereka hampir tidak bertemu
sambil menghela nafas ranjani mendekatkan wajahnya pada Andaru mencium singkat bibir suaminya. tidak merasakan penolakan wanita muda tersebut melanjutkan mencium bibir Andaru. Tangan Ranjani mulai turun ke bawah mencoba membuka kancing suaminya, gerakan Ranjani terhenti saat Andaru menarik tangannya. wanita yang sekarang berstatus putra mahkota tersebut menatap suaminya terkejut.
''aku capek'' Andaru melepaskan tangan Ranjani dari area sensitifnya.
capek memang alasan utama Andaru menolak namun di samping itu dia merasa kerap bersalah setelah menyentuh Ranjani sedangkan dia dengan sangat sadar masih memikirkan Giandra. dua bulan sudah Andaru menikah seberapapun dia mencoba melupakan Giandra, yang dia dapatkan hanya hatinya yang penuh dengan perasaanya pada pangeran manis tersebut.
Ranjani menoleh kearah Andaru yang berjalan ke kamar mandi. ''mas kita 2 bulan nikah tapi kamu nyentuh aku cuman 2 kali'' kata Ranjani berhasil menghentikan langkah Andaru.
Ranjani menarik nafasnya tidak menyangka berani mengatakan kalimat yang menurutnya sama sekali tidak sopan, namun 2 bulan ini dia merasa Andaru selalu memiliki batasan yang seharusnya tidak di miliki sepasang suami istri.
''ada yang salah sama aku tah'' lanjut Ranjani mulai tidak bisa menahan air matannya
''kenapa kamu gak pernah mau nyentuh aku'' Ranjani bertanya dengan penuh ke sandaran.
hal yang pertama kali ayah mertuanya katakan saat Ranjani menerima lamaran adalah Andaru yang mungkin tidak menyukainya, dan tanpa pikir panjang Ranjani tetap menerima tawaran itu dengan logika yang dia buat jika cinta akan muncul karena terbiasa.
Andaru menghela nafas sambil menutup mata singkat. ''aku capek.... bisa kita omongin besok aja'' kata Andaru mencoba membuat Ranjani mengerti.
pangeran mahkota itu kembali berjalan ke arah kamar mandi mencoba menghentikan percakapannya dengan Ranjani.
''aku tau kamu gak punya perasaan buatku'' kata Ranjani berhasil membuat langkah Andaru kembali terhenti.
''ada orang yang kamu suka mas?'' lanjut Ranjani membuat dada Andaru berdebar.
air mata Ranjani makin tidak bisa di bendung saat tidak mendapatkan sanggahan dari suaminya. saat pertama kali Andaru datang ke rumahnya untuk acara lamaran Ranjani sangat gembira. Ranjani sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaan Andaru, yang Ranjani pikirkan dia bisa menikahi Andaru yang selama ini dia suka.
ketertarikan Ranjani pada Andaru bermula saat dia melihat pangeran itu datang ke rumahnya mewakili undangan ayahnya di acara ulang tahun pernikahan orang tua Ranjani. Ranjani tidak mengetahui jika ayahnya dan sultan adalah sahabat. sejak kali pertama itu Ranjani mulai sering melihat Andaru yang ternyata kakak tingkatnya kampus.
saat sultan hamengkubuwono datang ke rumahnya meminta agar dia menikahi Andaru adalah satu hal yang sangat Ranjani tidak sangka, beberapa kali dia mencoba berbicara dengan Andaru tapi dia tidak mendapatkan balasan yang menyenangkan. dengan sangat senang hati Ranjani menerima permintaan sultan lagi pula tidak mungkin dia menolak menikah dengan orang yang dia suka.
''kalau ada yang kurang bilang mas''
''Ran..... maaf aku sibuk terus, kita belum sempet ngabisin banyak waktu..... tapi aku janji setelah ini kita liburan'' Andaru mengelus pipi Ranjani tersenyum meyakinkan istrinya jika semuanya baik baik saja padahal jelas tidak ada yang baik.
''gimana kalau kita makan di luar'' tawar Andaru mencoba mengalihkan perhatian Ranjani dengan pikiran istrinya tentang kenapa dia tidak bersikap selayaknya suami.
''katanya capek'' Ranjani mengusap air matannya tertarik pada ajakan Andaru.
''kalau masih nangis terus yo gak jadi'' kata Andaru mengusap wajah istrinya masih mencoba bersikap manis.
''gak nangis lagi.... sana kamu mandi aku siap siap'' Ranjani mendorong Andaru masuk ke kamar mandi''
Andaru membasuh wajahnya sedikit lega berhasil tidak membicarakan bagaimana dirinya. seberapa rapat pun di sembunyikan, bagaimana pun ditutupi pangeran mahkota itu tau Ranjani akan mengetahuinya lagi pula Ranjani adalah gadis pintar.
menatap wajahnya di cermin membuat Andaru meragukan keputusan yang dia buat. dia melakukan ini semua untuk keraton dan ayahnya bukan untuknya sendiri. jika dia cukup mementingkan dirinya, dia kan memilih dengan Giandra yang jelas membuatnya bahagia bukan malah di sini dengan semua kedudukan yang membuatnya tertekan.
tbc
DK🌑
25 APRIL 2024

KAMU SEDANG MEMBACA
Sesingkat-singkatnya Cerita | [boyxboy] ✓
RomanceStatus: tamat Bagaimana jika putra mahkota keraton Yogyakarta jatuh cinta pada pangeran keraton Surakarta? Bulan dan Matahari, mungkin seperti itu jika mereka berdua di umpamakan dengan benda. Andaru sebagai bulan yang di temani bintang sedangkan Gi...