cerita ini terinspirasi dari sebuah flm pendek dari Thailand dan ada beberapa peran yang saya ambil,cerita ini hanya sebuah karangan imajinasi dan karangan piksi belaka,jika ada salah dalam penulisan atau aktor yang saya bahas ada yg tida berkenan,s...
aku akan menanyakan dimana kita belajar,prang pun mengambil handpone dan mulai memberi pesan
Warang yang baru sampai di rumah karna telah belajar danc di sekolahnya dan dreeettt,dreeetttt,suara handpone berbunyi
Uhh baru juga sampai,nomor baru?setelah membuka pesan "huihh murid nakal" Diapun kemudian duduk dan membalas pesan prang,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"banyak sekali tugasku,harus mengajar nyanyi,dance sekarang harus mengajar anak kecil belajar huhh lelah,"warang menggerutu sambil menaruh barang barangnya,badan dia mulai lemah dan brukk dia tertidur tanpa membersihkan seluruh badannya
Keesokan harinya
Sesampai di location cafeecofiecancan
Warang terlihat kesal karna prang melewatkan waktu 5 menit dan prang yang dengan sigap dan ngos ngosansegera menghampiri warang dan meminum seteguk air ice teh yang sedari tadi dipesan oleh warang.
"mood saya hilang saya tida akan mengajar anda",ucap warang kesal
"hah? Prang Meriutkan dahi "saya hanya telat 5 menit," prang melihat jam di tangannya.
"sebelum mempelajari mata pelajaran anda harus mempelajari seberapa pentingnya waktu dan seberapa berharganya waktu." Warang mengambil tas dan sedikit menekan kepala prang dengan telunjuk ya, "ouhhhh jangan lupa bill nya aku tida bawa uang cas." Ucap warang lalu bergegas pergi meninggalkan prang
Prang duduk dengan keadaan heran "hahhhhhh,bukankah hanya 5 menit,aneh,jahat,tida mempunyai pri kemanusiaan ,memukul meja sedikit,sambil menatap kepergian warang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam menunjukan pukul 22:00 Dan prang masih memikirkan hal yang siang dia alami
"aku cuman ingin belajar apakah dia tida mau mengajari anak bodoh sepertiku huhh,mengesalkan." terus saja prang menggerutu di sebuah kamar yang dia miliki,sambil menatap satu buah buku yang ohh tentu itu album Poto yang dimana setiap hari prang memoto warang dengan kameranya, "Dasarrr menyebalkan aku harus mengirim pesan," ucap prang dan mengeluarkan handphone di kantung saku celananya