Always You

167 21 2
                                        

~w e l c o m e b a c k~

__________________________


“janji sama aku terus ya?”

“janji.”

Dua manusia bucin itu sedang rebahan santai di atas karpet bulu apartemen. Hari minggu, hari paling suci bagi para mahasiswa karena bebas dari tugas, rapat organisasi, dan segala bentuk penderitaan akademik.

“perut kamu rata amat,” celetuk Yujin sambil mengusap perut datar pacarnya.

Wony menatap layar TV tanpa reaksi, fokus penuh pada Avengers: Endgame yang sedang tayang.

“isshh, males ah dicuekin,” rengek Yujin.

“kenapasi, bub? diem bentar, filmnya lagi seru,” balas Wony tanpa menoleh.

Yujin mendengus, mengambil ponselnya, dan langsung login ke game kesayangannya. Biasalah, kalau sudah ngajak Zuha mabar suka lupa waktu.

“oh, balas dendam gara-gara dicuekin?” Wony melirik sekilas.

“geser bub, aku mau bangun, ngambil cermin,” kata Wony sambil berusaha menyingkirkan kepala Yujin dari pahanya.

“buat apa? kamu udah cantik tau,” Yujin menahan tawa.

“buat kamu ngaca, liat tuh, perut kamu juga rata, jangan sembarangan ngatain punya orang.”

“hah? ini bukan rata, ini abs,” ujar Yujin bangga, masih menatap layar ponsel seolah abs-nya bisa naik level kayak hero game.

“biar bisa dipamerin ke cewe-cewe gitu?” goda Wony, mengangkat alis.

“iyalah, apalagi pesona adik tingkat beuh, gila-gilaan,” jawab Yujin dengan nada bercanda.

Wony hanya melirik sekilas. Ia bukan tipe yang gampang cemburu selama Yujin setia, dunia aman. Tapi kalau sampai ketahuan selingkuh, habis sudah. Tak ada kata “maaf” di kamusnya.

“kalau nanti ada yang lebih cantik, lebih menarik, lebih segalanya dari aku, kamu tetep milih aku, atau engga?” tanya Wony tiba-tiba, nada suaranya kali ini serius.

Yujin menatapnya. “i always choose you, baby. aku sayangnya cuma sama kamu, cintanya juga cuma ke kamu.”

Wony tersenyum kecil. “tapi di luar sana banyak yang ngidam-ngidamin pacarku. apalagi pacarku ini gampang ke goda.”

Yujin langsung tertawa. “aaaa, sebanyak apapun, kalau bukan kamu orangnya, pasti aku tolakkk.”

“kurang-kurangin friendly ya.” Wony memeluk tubuh Yujin dari samping, separuh manja, separuh posesif.

“kenapa tiba-tiba?” tanya Yujin sambil mengusap rambutnya.

“karena aku gamau mereka nyaman sama kamu. ngeselin banget, heran,” jawab Wony dengan wajah cemberut lucu.

“iya sayangku, cintakuuu,” balas Yujin sambil mendaratkan satu kecupan di dahi kekasihnya.

Bagi Yujin, Wony sudah lebih dari cukup.
Bagi Wony, Yujin adalah rumah yang paling hangat meskipun kadang bikin pengen gulingin ke luar apart.

Film sudah selesai, kredit panjang bergulir di layar. Wony masih menatap kosong, matanya sedikit merah efek dari adegan terakhir Endgame yang sukses bikin hati campur aduk.

“jadi nangis beneran?” Yujin terkekeh sambil memeluk dari belakang. “aku pikir kamu kuat kayak Black Widow.”

“diem bub, jangan ganggu, aku masih berduka,” jawab Wony dengan gaya lebay.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 25, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

POSESIFTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang