Hidup sebagai lelaki yang memiliki banyak penggemar bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Husain Al Kahf tumbuh sebagai anak kyai yang berakhlak mulia, baik hati, humoris serta random.
Banyaknya penggemar setiap harinya membuat Husein sedikit risih...
اللهم صلى على سيدنا محمد و على آل سيدنا محمد اللهم صلى و سلم و بارك عليه و على آله
Sebelum mulai jangan lupa basmallah dan shalawat yaa
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
2 Minggu berlalu, sudah saatnya novel Alyssa diterbitkan. Sebelum para pembaca Alyssa sudah mendapatkan novelnya lebih dulu, ia meminta agar penerbit mengeluarkan miliknya dulu karena ia akan menunjukannya kepada Abi Haikal, Umi Aisyah dan Hafiz.
Ting tong..
"Paket!" seru pria pos didepan rumah Alyssa.Saat ini Alyssa masih berada di sekolah, sehingga Umi Aisyah lah yang mengambil paket tersebut.
"Masya Allah" gumam Umi Aisyah melihat karya pertama anak perempuannya.
...
"assalamualaikum" salam Alyssa saat memasuki pintu rumah.
"waalaikumussalam warahmatullah" balas Umi Aisyah
"Abi sama kak Hafiz mana mi?" tanya Alyssa sambil menyalam Umi Aisyah
"Lagi keluar, mungkin sebentar lagi pulang. kamu belum makan kan? ganti baju dulu ya setelah itu turun makan" ucap Umi Aisyah.
"Iya mi" jawab Alyssa lalu pergi meninggalkan Umi Aisyah.
"oh iya mi, habis makan nanti Alyss boleh keluar ga? ada rapat" tanya Alyssa, dia baru saja mendapat kabar dari Balqis bahwa akan ada rapat siang ini.
"Boleh tapi nanti pamit lagi ke Abi kamu ya" jawab Umi Aisyah lembut
Tak lama setelah Alyssa pergi Abi Haikal dan Hafiz pulang dan langsung duduk di meja makan menunggu Alyssa.
"Alyssa belum pulang mi?" tanya Hafiz yang tak melihat adiknya.
"Udah adik kamu lagi diatas ganti baju, sebentar lagi pasti turun" jawab Umi Aisyah.
"Hafiz ke atas sebentar ya bi.. mi..." Pamit Hafiz lalu pergi ke kamar Alyssa di atas