❛❛Boleh menangis, tapi dilarang menyerah!"
˚*・༓☾ᴜᴍʙʀᴇʟʟᴀ ᴘᴜɴʏᴀ ᴄᴇʀɪᴛᴀ🚩
Sederhana, ini cerita anaknya Alzheigara yang berarti cucunya Agraven. Penasaran bagaimana kisahnya? Langsung baca aja.
Tidak suka? Tinggalkan‼️
❀╞╪╪❀ᴜᴍʙʀᴇʟʟᴀ❀╞╪╪❀
Welcome to υ...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
______________________________________
Pasca pernikahan orang tuanya Alsya yang kedua kalinya, seluruh anggota keluarga Kasalvori termasuk Galva sudah kembali ke rumah sejak 20 menit yang lalu. Mereka sudah kembali ke kamarnya masing-masing. Sedangkan Alsya ikut kakeknya—Agraven. Anak itu hanya menurut apa kata orang tuanya.
Yang kedua kalinya Alsya memperdebatkan masalah warna baju dengan sang kakek. Alsya ingin baju berwarna merah mencolok, tapi Agraven memilih baju yang berwarna merah muda alias pink.
Agraven terkekeh gemas. "Nggak usah dipaksa, besok pasti Alsya bisa ngomong pesawat," ujar Agraven menepuk-nepuk puncak kepala sang cucu.
"Pesa—"
"Wat," sambung Agraven. Ia mencium pipi lembut Alsya. Satu yang ia ketahui lagi dari cucunya itu selain selalu penasaran dengan banyak hal, Alsya juga pantang menyerah.
"Sambil belajar ngomongnya, Alsya pakai baju dulu," ucap Agraven. Ia tidak tega melihat Alsya yang hanya menggunakan handuk dan mulai kedinginan.