04 || Rrrrrrrrrr

58.1K 3.4K 1.6K
                                        

Jangan lupakan vote dan senantiasa meninggalkan komen di setiap paragraf___________________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupakan vote dan senantiasa meninggalkan komen di setiap paragraf
___________________________________________

Alsya gadis kecil yang dipaksa kakeknya untuk menggunakan dress cantik berwarna merah muda tengah melongo melihat ibunya yang sedang dihias.

"Mama sangat cantik," pujinya.

Visya tersipu malu. Pujian anak kecil itu biasanya jujur.

"Terima kasih, Sayang. Anak Mama juga cantik," balas Visya.

Alsya langsung menggeleng. "Aca nggak cantik! Aca mau baju yang walna hitam bial sama kayak Papa, tapi Akek Aven mau Aca pakai yang ini," adu Alsya kemudian cemberut.

"Kakek Raven bener kok kasih Alsya baju ini. Cewek itu memang identik pakai baju warna pink, Sayang, biar tambah cantik," balas Visya mencubit pipi anaknya.

"Benelan?" tanya Alsya tidak yakin. Visya lantas mengangguk.

"Otey, Aca bakal jadi suka walna melah muda bial tambah cantik," pungkas Alsya. Visya terkekeh.

"Aca mau ke tempat Papa dulu, pasti Papa bilang Aca cantik," pamitnya. Namun, sebelum Alsya beranjak, Visya lebih dulu menahan lengan putrinya.

Keinginan Alsya untuk pergi tertunda. Kepala anak itu memiring seolah bertanya ada apa?

"Papa kamu udah siap?" tanya Visya. Alsya mengangguk antusias.

"Ganteng?" tanya Visya lalu terkekeh.

"Ganteng banyak!" seru anak itu.

Visya tertawa kecil.

"Ganteng banget, bukan ganteng banyak," koreksi Mama muda tersebut. Alsya pun manggut-manggut.

"Iyah, Papa ganteng banget," ulangnya terkikik.

"Ya udah sana," suruh Visya. Alsya pun mengangguk dan berlari keluar dari ruangan Visya berada.

"Hati-hati! Mainnya jangan jauh-jauh!" pesan Visya, tapi terlambat. Alsya sudah menghilang dari pandangannya.

***

Alsya menyembulkan kepalanya di sebuah ruangan yang tadi papanya berada.

"Papa!" panggilnya setelah melihat Alzhei yang sedang berdiri di depan cermin.

Laki-laki yang memakai tuxedo hitam yang sangat pas di tubuhnya pun menoleh. Bibirnya menyungging senyum lebar saat melihat sang anak yang sudah berada di depan pintu.

"Masuk, Nak," suruh Alzhei.

Alsya pun dengan antusias mengangguk, kemudian masuk dan memeluk kaki papanya. Tingginya hanya sebatas paha Alzhei, hal itu membuatnya mendongak.

 Tingginya hanya sebatas paha Alzhei, hal itu membuatnya mendongak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
 𝐔𝐌𝐁𝐑𝐄𝐋𝐋𝐀Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang