Tolong banget kesadarannya. Baca gratis minimal vote+comment☺️🫳🏻
"Aca!"
Alzhei spontan keluar dari tempat persembunyiannya saat melihat putrinya terserempet motor.
Motor itu tidak melaju dengan kecepatan tinggi, namun kemunculan Alsya yang tiba-tiba membuat pengendara panik dan terlambat mengerem.
"Huaaa sakit!" jerit Alsya yang jatuh terduduk di jalan.
Si pengendara motor yang merupakan kurir pengantar paket, segera turun dari motornya. Berniat membantu Alsya. Namun, Alzhei lebih dulu mengangkat tubuh putrinya.
"Pak, maafkan saya," ucap karir tersebut merasa sangat bersalah, dan juga takut.
"Tidak apa-apa, ini salah saya yang gagal menjaga anak saya," ucap Alzhei. "Tapi lain kali tetap hati-hati berkendaranya, apalagi di jalanan kompleks seperti ini," lanjut Alzhei memberi peringatan.
Kurir tersebut bernapas lega. Kejadian itu juga kesalahannya karena terlalu fokus melihat alamat di ponselnya hingga tidak sadar ada anak kecil yang tiba-tiba muncul di depannya.
"Papa, sakiiit!" pekik Alsya yang berada di gendongan Alzhei.
Merasa kasihan melihat anaknya itu, Alzhei segera membawa Alsya masuk ke dalam rumah.
"Aca!" Visya berlari menghampiri Alzhei yang baru masuk dengan Alsya yang menangis di dalam gendongan.
"Aca kenapa, Zhei? Dia terluka! Ayo kita bawa ke rumah sakit!" ajak Visya begitu panik.
"NDAK MAU! ACA NDAK MAU KE RUMAH SAKIT!" pekik Alsya tidak setuju. Ia memeluk leher Alzheigara semakin erat.
"Lutut Aca terluka, Sayang, jadi harus diobati. Takutnya nanti infeksi," bujuk Visya.
"Ndak mau disuntik huaaa!" Alsya kembali menangis. Menahan perih sekaligus karena takut akan disuntik.
"Ya udah, biar Papa yang obati," pungkas Alzhei. Kemudian membawa Alsya ke sofa. Visya yang peka langsung mengambil kotak obat.
"Ini nggak perih, kok, Aca tahan sedikit, ya. Rasanya kayak digigit semut," ucap Alzhei menenangkan.
"Ndak mau! Gigitan semut itu sakit!" tolak Alsya berusaha menutupi lukanya yang akan dibersihkan oleh Alzhei.
"Bukan digigit semut, rasanya kayak digigit nyamuk, Nak," koreksi Visya. Wanita itu kemudian mendekat ke arah Alzhei, kemudian membisikkan sesuatu pada suaminya itu.
"Jangan bilang rasanya seperti digigit semut, Aca pernah demam gara-gara digigit semut, Zhei. Nggak ingat kamu?"
Alzhei meringis. "Itu, sih, sampai demam karena dia dikerumuni semut merah, makanya sampai demam," balas Alzhei.
"Papa Mama!"
"Sayang, sepertinya kita harus pakai cara paksaan. Aca keras kepala dan susah dibujuk, jadi tolong kamu pegang tangannya, ya, biar aku yang obati kakinya," bisik Alzhei pada Visya.
"Siap, Bos!" jawab Visya. Perempuan itu menatap anaknya dengan tersenyum. Kemudian ia menangkap kedua tangan anaknya.
"Tahan, ya. Anaknya Alzhei harus kuat! Jangan cengeng," ujar Visya. Sedangkan Alzhei langsung beraksi untuk membersihkan lutut Alsya yang terluka, kemudian mengobatinya.
Walau harus mendapatkan beberapa kali tendangan, Alzhei tetap tertawa melihat anaknya yang menangis kesakitan. Sungguh, ia merasa kasihan, tapi ia juga tidak bisa menahan tawa.
Selain karena Alsya yang tidak mau ke rumah sakit, Alzhei juga kasihan kepada dokter yang akan menangani anaknya.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐔𝐌𝐁𝐑𝐄𝐋𝐋𝐀
Romantik❛❛Boleh menangis, tapi dilarang menyerah!" ˚*・༓☾ᴜᴍʙʀᴇʟʟᴀ ᴘᴜɴʏᴀ ᴄᴇʀɪᴛᴀ🚩 Sederhana, ini cerita anaknya Alzheigara yang berarti cucunya Agraven. Penasaran bagaimana kisahnya? Langsung baca aja. Tidak suka? Tinggalkan‼️ ❀╞╪╪❀ᴜᴍʙʀᴇʟʟᴀ❀╞╪╪❀ Welcome to υ...
