part 2 Waah🤩

102 10 0
                                    

..............


Setelah melewati perjalanan yg cukup panjang, akhirnya Fourt telah sampai di kota Jakarta, matanya berbinar" ketika matanya melihat betapa megah nya gedung- gedung yg menjulang tinggi ke arah langit, " Wah, ,, " tanpa berkata kata Fourt hanya tersenyum melihat betapa indahnya jakarta ini, bahkan lebih indah dari yg di bayangkannya.
setelah melewati betapa macet nya arus jalanan ini akhirnya Fourth telah sampai ke Alamat yg di berikan oleh ibunya semalam. setelah semua barang- barang Fourth di turun kan dari dalam mobil, dan juga sudah membayar ongkos nya, dan mobil pun sudah pergi melaju ke arah depan. "Duhh, ini alamat rumahnya yg mana satu ya, mana rumah disini mewah- mewah lagi, ini rumah apa istana ya".gumam Fourh yg kebingun mencari alamat rumahnya sambil menenteng tas yg ia bawa. " Telfon ibu dulu kali ya, kan nggak lucu kalo aku tersesat disini".

tut,, tutt,,,
" Hallo ibu, ini Fourth udah sampai bu, tapi alamat rumah nya yg mana ya bu, Fourth bingung, rumah di sini besar- besar semua buu".

" iya nak, kamu lurus aja sedikit lagi, nah nanti kalo kamu liat rumah yg paling besar pagar hitam itu ya nak, ini ibu lagi jalan keluar nunggu kamu" .
sambung telfon pun terputus, setelah mendengar penjelasan dari ibunya, Fourth pun mulai berjalan kembali, ia melihat kesana kemari untuk mencari rumah seperti yg di katakan oleh ibunya tadi. "Eh, itu kali ya rumahnya, kan rumah yg paling besar kata ibu tadi" Fourth pun melangkah kan kaki nya ke arah rumah tersebut.

                 (ilustrasi rumahnya ya)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

                 (ilustrasi rumahnya ya)

waahhhh,,,,,
mata fourth berbinar kala ia sudah berdiri tepat di depan gerbang rumah yg ibunya maksud. tanpa menunggu lagi ia pun menekan tombol bel yg tepat di samping pagar tersebut.   tiing tong,,, ting tong,,,,

pintu gerbang pun terbuka, orang yg pertama kali Fourt lihat adalah seorang wanita yg sudah bisa dikatakan cukup tua, tapi masih memiliki paras wajah yg cantik. " ibuuu" Fourt langsung melepaskan genggaman tas nya dan segera berlari menuju arah wanita itu dan langsung memeluknya dengan erat. " ibuu Fot kangeeen bangeeet sama ibuuuu, ibu apa kabar? ibu sehat kan ya bu?? ". Fourth terus bertanya tanpa membiarkan ibunya menjawab pertanyaan nya terlebih dahulu. " astaga sayang, tanya nya satu- satu kenapa, iya iya ibu sehat kok seperti yg kamu lihat sekarang nak. lihat lah fot, kau tumbuh dengan sehat dan mempunyai wajah tampan dan selucu ini nak".balas ibu Fourth sambil melepaskan pelukan nya. tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, ibu pun mengajak Fourth untuk masuk kedalam dan membantu membawa kan barang yg Fourth bawa.
ceklek,,,

 ceklek,,,

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

waaaahhh,,, ibu kok tidak bilang, kalo ibu tinggal dirumah yg semewah ini sama fot,,,

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

waaaahhh,,,
ibu kok tidak bilang, kalo ibu tinggal dirumah yg semewah ini sama fot,,,

kalimat pertama yg Fourth lontarkan kan kala pintu utama rumah tersebut terbuka lebar, mata nya membulat seperti bola pimpong dengan sempurna.

" udah ayo sini lanjut jalan, ibu antarkan kamu ke kamar kamu, buruan sini".

melihat ibu nya sudah jalan di depan, Fourth mengekori ibunya dari belakang sambil planga plongo melihat isi rumah itu " waaaah indah sekali".

" nah sudah sampai "
ceklek,,,

                          (Kamar Fourth)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

                          (Kamar Fourth)

pintu pun terbuka menampilkan kamar tidur yg berukuran kecil, namun terlihat sangat nyaman dimata Fourth.
"ayo nak, masuk sini ibu bantu kamu bereskan semua barang- barang kamu dulu".  Fourth pun masuk kedalam kamar itu dengan senyum yg tidak hilang dari wajah lucunya itu. setelah beberapa menit kemudian fourth dan ibunya pun sudah selesai membereskan semua barang yg Fouth bawa dari desanya.
" kamu gapapa kan nak, tinggal di kamar ini? maaf ibu belum bisa memberikan yg lebih dari ini" . dengan suara lembut nya ia sambil memegang kedua tangan anaknya ibunya berkata dengan tatapan penuh kesedihan. Fourth yg melihat itu pun dengan cepat menggelengkan Kepala nya " hei ibu, kenapa berkata seperti itu bu, ini semua lebih dari cukup bu, lihat lah kamar ini bu, begitu bersih nan sangat nyaman untuk fot tidurin bu, bahkan kamar fot di desa lebih kecil dari ini bu, dan fot pun hanya tidur di lantai hanya beralaskan kasur yg sudah usang, jadi ibu jangan berkata seperti itu, fot tidak suka, nanti fot sedih kalo liat ibu nangis " . dengan usapan lembut Fourth menghapuskan air mata di pipi ibunya dengan lembut. mendengar hal itu senyum terukir di wajah ibu Fourth.
" oh iya bu, kenapa rumah sebesar ini terlihat begitu sunyi? dimana semua orang disini bu?". tanya Fourth heran kala ia melihat tidak ada sesiapapun dirumah ini waktu pertama ia masuk kedalam rumah ini, dan juga tidak ada mendengar suara apapun, begitu sunyi.
" ah, iya nak, Tuan besar dan nyonya besar lagi ada pekerjaan diluar negeri, mereka sangat jarang ada dirumah, palingan pulang kerumah cuma mau memastikan rumah nya aman atau tidak, sesudah itu mereka pergi lagi". jawab ibu fourth panjang lebar.

" iya betul, jadi disini ibu Fourth bekerja sebagai pembantu dirumah besar ini ya, ibu Fourth bekerja disini sudah sangat lama, pada saat Fourth masih berusia 7tahun.ibu fourth terpaksa merantau kekota untuk tambahan biaya hidup mereka dan juga untuk biaya Fourth sekolah semasa di desa nya, ibunya akan selalu mengirimkan uang tiap bulannya kepada ayah Fourth, untuk di pergunakan sebagai modal sawah dan kebun mereka yg seadanya di desa".

" ibu pergi kedapur dulu ya, pasti kamu belum makan apa- apa kan, nanti kalo sudah siap ibu panggil kamu ya nak"

" iya bu, Fourth juga mau mandi dulu, udah bau nih, panas juga".

ibu Fourth pun pergi dan segera menutup pintu kamar itu, dan Fourth pun segera berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan badannya, dari panasnya terik mata hari diluar sana.


KASTA //geminiFourthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang