"Di umur 23 tahun gue pengen Harden melihat gue, jadi pacar gue, dan nikah sama gue."Lavelyn mengembangkan senyum dan seketika membuka mata kemudian meniup lilin ulang tahun. Para sahabatnya menggelengkan kepala. Selalu seperti ini. Sejak usia Lavelyn menginjak 19 tahun. Sahabatnya akan menggaungkan hal yang sama. Perasaannya seakan tidak pernah berubah dan terus meningkat setiap saat.
Astalian Harden Altama.
Sosok laki-laki tampan nan dingin idaman Lavelyn Areesha Hinaya sejak awal semester ketika duduk di bangku perkuliahan. Bertemu pertama kali di kelas dan jurusan yang sama yaitu Pariwisata. Membuat perasaannya seketika menggebu-gebu ingin agar Harden bisa menjadi bagian dari kehidupan cintanya. Meskipun sikap Harden sangat dingin dan seringkali mengabaikannya. Namun, ia bukanlah gadis yang pantang menyerah. Misinya selalu sama.
Dilihat oleh Harden, menjadi pacar Harden, dan menikah dengan Harden.
"Harden,"seruan seorang gadis membuat perhatian Lavelyn dan para sahabatnya teralihkan.
Seutas senyum terbit di bibir manis Lavelyn. Dilihatnya Harden terus berjalan di koridor fakultas walau namanya di sebut berulangkali oleh seorang gadis yang Lavelyn anggap sebagai musuh dalam merebut hati pujaan hatinya.
Namanya Serena Valencia.
"Lavelyn mau kemana?"sahabat bernama Kairi menghentikan langkahnya.
Lavelyn tersenyum. "Mau jemput pujaan hati."
"Kuenya gimana?"Nayara bertanya dengan dahi mengkerut.
"Justru gue mau ajak Harden buat rayain ulang tahun bareng. Kalian jagain jangan sampai kuenya di makan sama yang lain. Gue mau dia jadi orang pertama yang dapat kue,"ucap Lavelyn dengan penuh harap.
Kakinya melangkah keluar dari area kantin dan sekuat tenaga berlari di sepanjang koridor dimana Harden berjalan. Ia langsung menghentikan langkah Harden dengan berdiri dihadapannya secara mendadak. Sedangkan Serena yang berada di belakang Harden terbentur punggung belakangnya hingga jatuh. Lavelyn tertawa senang ketika musuhnya bahkan tidak di lirik oleh Harden. Padahal gadis itu sudah merintih kesakitan karena jatuh. Akan tetapi, Harden tidak peduli sama sekali.
"Astalian, aku jatuh. Tolongin dong."Serena meminta dengan nada manja sambil mengulurkan tangan kanan.
Tanpa menoleh ke belakang dimana Serena jatuh ia berkata, "Salah sendiri jatuh."
"Rasain."Lavelyn menjulurkan lidah ke arah Serena yang mendengus kesal.
Ia bersusah payah bangun. Sementara Lavelyn melemparkan senyum ke arah Harden yang bahkan arah pandangannya menatap ke arah lain. "Hei, lihat sini dong. Aku di depan mata kamu loh."
Lavelyn menjetikkan jari di depan pandangan Harden agar menatap padanya. Lavelyn harap ini menjadi hal pertama kalinya ia bisa saling adu bertatapan dengan Harden. Ya, anggap saja sebagai kado untuknya. Senyum yang sejak tadi terbit di bibir Lavelyn seketika sirna saat Harden menggerakkan pandangannya untuk menunduk. Benar-benar tidak bisa Lavelyn harapkan.
"Ikut yuk,"tanpa aba-aba karena tidak ingin kehabisan waktu sebab setengah jam lagi jam bimbingan skripsinya dimulai, Lavelyn segera menarik baju Harden untuk ikut dengannya.
Harden yang terkejut hanya bisa pasrah akan aksinya. Biarkan saja gadis ini bertingkah semaunya. Nanti juga dia bisa kabur. Percuma dia memaksakan diri lepas dari belenggu gadis keras kepala di hadapannya ini. Cengkramannya sangat kuat.
Sungguh malang nasibnya. Bisa dipastikan setelah ini ia harus banyak menghindar dan tidak memilih jadwal bimbingan di hari yang sama dengan Lavelyn. Supaya kejadian yang sudah seringnya ia alami, tidak terjadi lagi.
Harden rasa posisinya sebagai mantan BEM yang banyak di segani oleh mahasiswa tidak berarti sama sekali. Untung saja ini jam sibuk dimana para mahasiswa fokus masuk ke ruangan dan tidak banyak yang berlalu lalang di koridor. Kalau tidak, ia akan merasa malu sebab bajunya ditarik oleh Lavelyn.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Cowok Idaman [END]
FanfictionIni kisah Lavelyn Areesha Hinaya mengejar lelaki idaman yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Namanya Astalian Harden Altama. Laki-laki yang bahkan tidak pernah menatap ke arahnya, tidak ingin di sentuh, irit bicara, dan selalu mengali...
![Cinta Cowok Idaman [END]](https://img.wattpad.com/cover/361119755-64-k786939.jpg)