15

448 46 11
                                        

"Lavelyn, ikut gue,"pinta Harden.

Lavelyn yang sedang menikmati es krim hanya bisa mengerutkan dahi. "Mau kemana?"

"Nggak usah banyak tanya. Ikut aja,"desak Harden.

Lavelyn menggeleng. "Nggak mau. Nggak mau. Nggak mau."

"Lo bandel banget sih jadi cewek. Tinggal ikut doang apa susahnya,"sungut Harden kesal.

Lavelyn berdecak dan menghempaskan es krimnya ke atas meja. Tatapannya amat menusuk sehingga membuat Harden meneguk ludah. Tidak pernah dia mendapati Lavelyn mode galak seperti ini. 

"Pertama, lo nggak jelas ngajak gue kemana. Kedua, lo maksain gue untuk ikut disaat gue lagi makan es krim. Ketiga, lo tuh nyebelin,"ucap Lavelyn.

Harden mengangguk dengan senyuman evilnya. "Yaudah kalau lo masih nganggep gue nyebelin. Lanjutin aja makan es krimnya. Gue kasih kejutan ke yang lain aja."

"Eh, tunggu! Apa tadi lo bilang?"tanya Lavelyn menarik jas yang dipakai oleh Harden agar berhenti melangkah.

Seketika Harden menunjukkan wajah badmood-nya. Rupanya gadis ini melanjutkan part 2. Setelah menarik kerah baju, kali ini Lavelyn menarik jasnya.

"Lavelyn, dengerin ya. Pertama, lo nggak usah bawel nanya mau kemana—tinggal ngikut aja apa susahnya? Kedua, gue paling nggak suka lo narik jas gue. Ketiga, lo yang akan rugi kalau masih aja nolak ajakan gue,"ucap Harden meniru apa yang tadi Lavelyn katakan.

Lavelyn menghela nafas dan menjauhkan tangannya dari jas yang dikenakan oleh Harden. "Gue males berharap lebih."

"Kenapa lo mikir begitu?"tanya Harden bingung.

Lavelyn mengangkat bahunya. "Entahlah. Mungkin ekspetasi gue terlalu tinggi. Tetapi, tenang aja. Gue nggak kecewa kok sama lo. Ini semua kan salah gue."

"Bisa nggak jangan ngomong pake lo-gue?"

Lavelyn menaikkan alis. "Kenapa? Harusnya kan dari dulu gitu."

"Aneh aja. Gue biasa denger lo komunikasi pake aku-kamu. Kelihatannya lo marah banget. Gue minta maaf. Nggak ada maksud untuk bikin lo berharap lebih. Makanya, gue minta lo ikut gue."

Lavelyn melihat lengan kanannya yang di genggam oleh Harden. "Kenapa gue harus ikut? Lo mau ngapain?"

"Ikut aja dulu. Nanti gue jawab kalau udah sampai di sana,"ujar Harden.

Lavelyn mengangguk. "Yaudah aku ikut."

"Nah gitu dong. Pake aku-kamu. Aneh denger pake lo-gue."

Lavelyn mencibikkan bibir. "Kamu sendiri komunikasi pake lo-gue, nggak aku larang."

"Ya beda,"sahut Harden.

.

.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cinta Cowok Idaman [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang